Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Ekonomi

46.160 Sarjana Lolos MagangHub Angkatan II Batch 1

×

46.160 Sarjana Lolos MagangHub Angkatan II Batch 1

Sebarkan artikel ini
Menaker bersama para peserta dan Seskab Tedy
Singkatnya Gini...
  • Kementerian Ketenagakerjaan resmi memulai Program MagangHub Angkatan II Batch 1 Tahun 2026 yang diikuti oleh 46.160 peserta terpilih selama enam bulan terhitung sejak 10 Agustus 2026.
  • Sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi 2026, program ini melibatkan 3.672 penyelenggara yang terdiri atas perusahaan serta kementerian/lembaga dengan total pendaftar mencapai 732.483 orang.
  • Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya kualitas pelaksanaan, peran aktif mentor, dan kesesuaian tugas guna memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Jakarta, Khazanah — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memulai Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan II Batch 1 Tahun 2026. Sebanyak 46.160 peserta dinyatakan lolos seleksi dan mulai menjalani pemagangan selama enam bulan sejak 10 Agustus 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi 2026 yang dirancang pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk lulusan pendidikan profesi, menuju dunia kerja.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Melalui program ini, peserta mendapatkan pengalaman kerja secara langsung, pendampingan mentor, serta kesempatan memperkuat kompetensi dan memahami budaya kerja profesional.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan kualitas pelaksanaan menjadi aspek penting dalam program pemagangan tersebut. Menurut dia, pemagangan tidak boleh sekadar menjadi kegiatan administratif, tetapi harus menjadi ruang bagi peserta untuk membangun kompetensi dan profesionalisme.

“Program pemagangan ini merupakan ikhtiar Pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk pendidikan profesi menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja nyata, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja,” kata Yassierli dalam Kick Off dan Orientasi Program MagangHub Angkatan II Batch 1 di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria Salurkan Pokir Gelar Bimtek Penumbuhan Enterpreneur bagi Generasi Muda

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Meneker bersama Seskab meresmikan program magang ini

Yassierli menegaskan, penyelenggara wajib memberikan pekerjaan yang relevan dengan bidang peserta, menyediakan mentor yang aktif, memastikan pembelajaran berlangsung secara terarah, serta melakukan evaluasi secara konsisten.

Ribuan Perusahaan Terlibat

Pada Angkatan II Batch 1, sebanyak 3.672 penyelenggara ikut berpartisipasi dalam program tersebut. Jumlah itu terdiri atas 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga.

Para penyelenggara membuka 28.455 lowongan pemagangan dengan total 54.304 kuota peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31.251 kuota tersedia di perusahaan dan 23.053 kuota berada di kementerian/lembaga.

Tingginya jumlah penyelenggara dan kuota menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menyediakan ruang pembelajaran kerja bagi lulusan perguruan tinggi.

Di sisi peserta, program MagangHub mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Secara keseluruhan, tercatat 732.483 pendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 244.982 pendaftar dinyatakan memenuhi syarat (eligible).

Selanjutnya, 226.719 pendaftar mengajukan lebih dari 547 ribu lamaran ke berbagai lowongan pemagangan yang tersedia.

Setelah melalui rangkaian proses seleksi, sebanyak 225.920 pelamar masuk dalam tahapan rekrutmen. Dari jumlah tersebut, 48.088 pelamar dinyatakan dapat diproses lebih lanjut, sementara 46.402 calon peserta diusulkan untuk ditetapkan sebagai peserta.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria Dikukuhkan sebagai Bendahara DPD Pemuda Tani Indonesia di Daerah Ini

Setelah melalui verifikasi dan seleksi tingkat nasional, sebanyak 46.160 peserta akhirnya dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai peserta Angkatan II Batch 1. Sementara itu, 242 calon peserta tidak dapat ditetapkan karena tidak memenuhi persyaratan pada tahap verifikasi akhir.

Peserta Diminta Serius

Yassierli meminta seluruh peserta memanfaatkan masa pemagangan selama enam bulan sebagai kesempatan untuk membangun kemampuan dan pengalaman profesional.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan disiplin, integritas, dan kesungguhan. Jadikan enam bulan pemagangan sebagai pijakan untuk membuktikan kemampuan, memperluas jejaring, dan membangun reputasi profesional,” ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pemagangan, tetapi juga dari kualitas pengalaman kerja yang diperoleh peserta selama berada di tempat pemagangan.

Karena itu, Kemnaker akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program setelah peserta mulai bekerja di masing-masing instansi dan perusahaan.

Pemantauan terutama diarahkan pada efektivitas pembimbingan yang dilakukan mentor, kesesuaian tugas dengan tujuan pemagangan, serta proses evaluasi peserta.

“Kementerian Ketenagakerjaan akan terus memantau efektivitas pembimbingan oleh mentor, kesesuaian tugas yang diberikan, serta memastikan program pemagangan ini dapat menjadi talent pipeline bagi instansi dan perusahaan penyelenggara,” kata Yassierli.

Baca Juga:  Anis Byarwati: Dana Khusus Kepulauan Bukan Beban APBN, tetapi Investasi Maritim

Seluruh Tahapan Berjalan Sesuai Jadwal

Pelaksanaan MagangHub Angkatan II Batch 1 telah melalui sejumlah tahapan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.

Pendaftaran penyelenggara berlangsung pada 29 Juni hingga 15 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran peserta pada 16 hingga 28 Juli 2026.

Hasil seleksi diumumkan pada 7 Agustus 2026. Peserta selanjutnya mulai menjalani pemagangan pada 10 Agustus 2026 selama enam bulan.

Kemnaker menempatkan kualitas pembelajaran di tempat kerja sebagai salah satu fokus utama setelah program berjalan. Melalui pemantauan dan evaluasi berkelanjutan, pemerintah berharap program tersebut tidak hanya membantu lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mempertemukan kebutuhan talenta dunia kerja dengan kompetensi generasi muda.

Dengan demikian, MagangHub diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi sekaligus membangun jalur talenta bagi perusahaan dan kementerian/lembaga yang menjadi penyelenggara.(eko)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Ekonomi

Jakarta, Khazanah — PT Toshiba Asia Pacific Indonesia (TAPI) akan menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung transisi energi dan pengembangan panas bumi di…