Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
BeritaPilihan Redaksi

Wamenaker Tegaskan, Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

×

Wamenaker Tegaskan, Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing dan kompetensi kerja yang mumpuni bagi tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja maupun magang di Jepang.
  • Wamenaker mengimbau calon pekerja migran agar tidak mudah tergiur tawaran gaji tinggi nonprosedural dan memastikan keberangkatan ke luar negeri ditempuh melalui jalur resmi pemerintah.
  • Kegiatan di BPVP Banyuwangi tersebut turut diisi dengan pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional bagi 238 peserta, penandatanganan nota kesepahaman dengan mitra strategis, serta pengukuhan pengurus FKLPID daerah setempat.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Banyuwangi, Khazminang.id — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa asing bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja maupun mengikuti pemagangan di Jepang.

Afriansyah mengatakan Jepang merupakan salah satu negara tujuan penempatan tenaga kerja Indonesia. Karena itu, peluang bekerja dan mengikuti pemagangan di Jepang perlu diikuti dengan kesiapan kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Skill bahasa asing itu penting, khususnya bagi anak-anak yang berminat bekerja di luar negeri, termasuk Jepang,” kata Afriansyah saat menghadiri kegiatan Penguatan Sinergitas Pelatihan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi, Selasa (22/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Afriansyah memberikan pengarahan kepada peserta Program Magang Nasional (MagangHub) serta 84 peserta program pemagangan ke Jepang melalui kerja sama dengan IM Japan.

Menurut Afriansyah, peserta pemagangan ke Jepang perlu dibekali pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan kemampuan bahasa sebelum berangkat. Bekal tersebut diperlukan agar peserta dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan di Jepang.

Baca Juga:  Menaker Yassierli: BPJS Ketenagakerjaan Harus Jadi Motor Penggerak K3

Afriansyah menyebut Banyuwangi menjadi salah satu daerah dengan jumlah penempatan pekerja migran yang tinggi. Menurutnya, penguatan pelatihan di Banyuwangi penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan kemampuan bahasa yang dibutuhkan.

Afriansyah juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih jalur bekerja ke luar negeri. Masyarakat diminta tidak mudah tergiur bujuk rayu maupun tawaran gaji tinggi serta memastikan proses penempatan dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai dengan ketentuan.

“Jangan sekali-kali bekerja ke luar negeri yang tidak ada kerja sama dengan pemerintah Indonesia,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dibuka Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 4 dan Non-Batch September 2026 yang diikuti 238 peserta dalam 13 program pelatihan. Sebanyak 48 peserta mengikuti tiga program PVN Batch 4, sedangkan 190 peserta mengikuti 10 program pelatihan Non-Batch.

Tiga program PVN Batch 4 meliputi Peracikan Minuman Kopi, Pengolahan Ikan, dan Pengoperasian Mesin CNC Bubut. Adapun program Non-Batch mencakup bidang pertanian, perhotelan, tata busana, administrasi perkantoran, konten digital, pengolahan makanan, otomotif, hingga pengelasan.

Baca Juga:  Kemnaker: Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja

Selain itu, BPVP Banyuwangi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis melalui Pelatihan Vokasi Tematik Terintegrasi. Kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan Pengurus Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Kabupaten Banyuwangi oleh Wamenaker. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.