Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
BeritaHeadlineOlahraga

Tekanan dan Gengsi Pelatih, Klub Sering Abaikan Pemain Muda

×

Tekanan dan Gengsi Pelatih, Klub Sering Abaikan Pemain Muda

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Keterikatan sepak bola dengan kepentingan politik dan finansial memicu manajemen klub memprioritaskan target instan demi kemenangan serta nilai komersial.
  • Kebijakan instan dan minimnya menit bermain menghambat proses regenerasi, sehingga banyak talenta muda potensial kesulitan berkembang dan terancam berhenti berkarier.
  • Pemain muda kini dinilai hanya menjadi pajangan formalitas klub untuk mengelabui publik, sementara kesempatan akomodasi laga sering kali dialihkan bagi pengurus non-teknis.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang-Sepakbola, politik, finansial kini menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan. Perkembangan sepakbola yang semakin pesat membuat olahraga ini menjadi sumber maupun alat untuk memperoleh tujuan tertentu. Tujuannya bisa bermacam-macam, mulai dari perolehan modal kapital sampai kekuasaan, eksistensi dan ideologisasi. Tujuan-tujuan yang diinginkan lewat sepakbola tadi dilakukan oleh teknik propaganda yang memungkinkan untuk tercapainya suatu tujuan yang diinginkan. Ketika kepentingan politik, kekuasaan, atau golongan masuk ke dalam sebuah sistem, pembinaan dan regenerasi sering kali dikorbankan yang berdampak pada terabaikannya potensi pemain atau talenta muda.

Talenta muda potensial sering kali tersingkir atau kesulitan menembus jenjang karier yang lebih tinggi akibat regulasi yang dibuat tidak berpihak pada pembinaan jangka panjang, melainkan untuk memenuhi target instan klub.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Minimnya meritokrasi dan transparansi membuat proses regenerasi terhambat, membuat pemain muda yang memiliki potensi besar akan merasa frustrasi, putus asa, dan akhirnya memilih berhenti melanjutkan karir sebagai pemain.

Baca Juga:  Delapan Eks Pemain PSP Yunior Jadi Abdi Negara, Dodi Leo:Buah Kerja Keras

Mereka para Pemain muda kesulitan bersaing di klub  karena manajemen lebih mengutamakan target instan—seperti juara, lolos, atau menjaga nilai komersial—dibandingkan risiko memberi mereka menit bermain. Tekanan dari pengurus membuat pelatih terpaksa mengandalkan pemain senior berpengalaman atau rekrutan baru.

Andi Pencinta sepakbola asal Kota Padang juga mengakui hal itu, katanya, saat ini pelatih jarang mengambil risiko memainkan pemain muda, karena mereka menganggap para pemain muda secara mental dan taktis belum matang di laga-laga krusial.

Kondisi inilah, yang menghambat pemain untuk mendapatkan pengalaman kompetitif yang sesungguhnya dan menempa mentalitas dan mereka para pemain muda ini bakal sulit berkembang secara alami dalam persaingan yang sehat. Karena pelatih dan manajemen tidak lagi peduli akan hal itu, mereka memandang juara dan menang besar.

Kata Andi, situasi lebih parah ketika pertandingan ke level yang lebih tinggi dan jaraknya cukup jauh dari markas klub, pemain muda ini langsung di korbankan atau tidak diikut sertakan, manajemen lebih suka membawa pengurus yang tidak punya peran dalam sebuah pertandingan. Istilahnya hanya tukang surak.

Baca Juga:  Pansus DPRD Bukittinggi Lanjutkan Pembahasan Raperda Perubahan Kedua Atas Perda Nomor 9 Tahun 2016

Saat ini di klub pemain muda hanya simbol untuk mengelabui publik. Di mana ketika klub ditanya, apa ada pemain muda di klub, jawabnya ada. Padahal para pemain muda ini hanya pajangan dan tidak pernah mendapat kesempatan.

“Kita sangat sayangkan, saat ini pemain muda hanya sebagai pajangan di klub. Mereka hanya sebagai penjawab tanya, apa klub punya pemain muda, jawabnya ada, tapi para pemain muda ini tidak pernah diberi kesempatan,” terangnya.

Andi melihat, situasi ini akan terus berlanjut, karena saat ini klub atau manajemen hanya memandang menang dan juara. Kondisi ini harus dipahami pemain muda, maka teruslah berlatih tingkatkan kemampuan dan jangan patah semangat. Bila ada kesempatan manfaatkan momen itu, untuk membuktikan diri. (faisal budiman)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.