Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
EkonomiHeadline

Setelah Berbulan-bulan Dikeluhkan, Pertamina Yakinkan Antrean di SPBU Sumbar Segera Berakhir

×

Setelah Berbulan-bulan Dikeluhkan, Pertamina Yakinkan Antrean di SPBU Sumbar Segera Berakhir

Sebarkan artikel ini
Antre BBM: Kendaraan mengantre mengisi BBM di SPBU Hang Lekir, Jakarta Selatan, Jumat (21/6) malam. Harga BBM dipastikan akan naik setelah APBNP disahkan oleh DPR beberapa waktu lalu. Harga BBM diperkirakan akan naik, premium menjadi Rp 6.500/liter dan solar menjadi Rp 5.500/liter.
Singkatnya Gini...
  • Penyaluran BBM di Sumatera Barat mulai kembali stabil seiring membaiknya kondisi infrastruktur di sejumlah jalur distribusi utama, seperti kawasan Bungus, Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai.
  • Guna mempercepat pemulihan pasokan, Pertamina mengerahkan 25 unit mobil tangki tambahan serta mengoperasikan Integrated Terminal Teluk Kabung selama 24 jam penuh.
  • Pertamina terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menjaga kelancaran distribusi, sementara masyarakat berharap stabilitas ini dapat mengakhiri antrean panjang di SPBU secara permanen.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazanah  – Setelah berbulan-bulan dikeluhkan masyarakat akibat antrean panjang di sejumlah SPBU, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memasikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sumatera Barat kini mulai kembali stabil seiring membaiknya kondisi jalur distribusi di sejumlah ruas utama.

Selama beberapa bulan terakhir, antrean kendaraan mengular di berbagai SPBU di Sumatera Barat menjadi keluhan utama masyarakat. Tidak sedikit pengendara harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM, bahkan sebagian memilih berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain karena stok yang terbatas. Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat dan berdampak terhadap aktivitas ekonomi maupun mobilitas warga.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Pertamina menyebut, berbagai upaya percepatan distribusi yang dilakukan perusahaan, ditambah semakin kondusifnya kondisi lalu lintas di sejumlah jalur utama, membuat mobil tangki kini kembali dapat menjangkau SPBU dengan waktu tempuh yang semakin optimal.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan seluruh sumber daya agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga:  DHY Bersafari Ramadhan ke Pessel

“Kami berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat. Kini, seiring membaiknya kondisi jalur distribusi di sejumlah titik, proses penyaluran BBM juga semakin lancar. Pertamina tetap mengoperasikan seluruh sarana distribusi secara maksimal agar pasokan di seluruh wilayah Sumatera Barat tetap terjaga,” ujar Fahrougi dalam siaran pers, Minggu (19/7/2026).

Menurut Pertamina, gangguan distribusi yang terjadi sebelumnya dipengaruhi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari perbaikan akses jalan, penyempitan ruas jalan, hingga material longsor di beberapa titik. Kondisi tersebut membuat waktu tempuh mobil tangki menuju SPBU jauh lebih lama dibandingkan kondisi normal sehingga berdampak pada keterlambatan pasokan BBM.

Untuk mempercepat normalisasi distribusi, Pertamina mengerahkan 25 unit mobil tangki tambahan melalui skema spot charter guna meningkatkan kapasitas pengiriman BBM ke berbagai wilayah di Sumatera Barat. Selain itu, Integrated Terminal Teluk Kabung dioperasikan selama 24 jam penuh agar proses penerimaan, penimbunan, hingga penyaluran BBM dapat berlangsung tanpa henti.

Langkah tersebut juga diperkuat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pengawalan mobil tangki pada jalur prioritas, pemantauan stok di seluruh Fuel Terminal dan SPBU, serta penyesuaian jadwal pengiriman turut dilakukan untuk mempercepat pemulihan distribusi.

Baca Juga:  Sabak Saja Cukup

Pertamina menyebut, membaiknya akses menuju Bungus, Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai telah membuat waktu tempuh mobil tangki kembali mendekati kondisi normal. Dampaknya, pasokan BBM ke SPBU secara bertahap kembali stabil sehingga kebutuhan masyarakat di berbagai daerah dapat dipenuhi dengan lebih baik.

Fahrougi menambahkan, keberhasilan menjaga keandalan distribusi merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.

“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi bersama Pertamina. Kolaborasi ini menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi sehingga pasokan BBM kepada masyarakat dapat kembali berjalan stabil,” katanya.

Meski demikian, masyarakat berharap stabilnya distribusi BBM benar-benar diikuti dengan berakhirnya antrean panjang yang selama berbulan-bulan menjadi persoalan di berbagai SPBU di Sumatera Barat. Warga menginginkan pasokan BBM kembali normal sehingga aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu oleh keterbatasan distribusi.

Pertamina memastikan akan terus memantau kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah Sumatera Barat serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran distribusi. Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan agar pasokan dapat terdistribusi secara merata. (eko/cnbc)

Baca Juga:  Waspada, COVID-19 di Taiwan Terus Meningkat

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.