Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Internasional

Sekolah Malaysia Tutup Karena Kabut Asap PM Anwar Ibrahim: RI Serius Atasi Karhutla

×

Sekolah Malaysia Tutup Karena Kabut Asap PM Anwar Ibrahim: RI Serius Atasi Karhutla

Sebarkan artikel ini
Demo di Malaysia tolak jerebu
Singkatnya Gini...
  • Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia memperburuk kualitas udara di Malaysia hingga memaksa penutupan sementara sejumlah sekolah demi melindungi kesehatan peserta didik.
  • Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengapresiasi kesungguhan pemerintah Indonesia yang telah mengerahkan puluhan ribu personel dan aset udara untuk mengatasi kebakaran yang meluas.
  • Malaysia mengusulkan pembentukan mekanisme kerja sama di tingkat ASEAN serta menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan guna menangani krisis kabut asap lintas batas secara kolektif.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Kuala Lumpur, Khazanah — Kabut asap atau orang Malaysia menyebut jerebu pada lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mulai berdampak pada aktivitas pendidikan di Malaysia. Kondisi kualitas udara yang memburuk memaksa sejumlah sekolah di beberapa negara bagian dan wilayah Malaysia ditutup sementara demi melindungi kesehatan peserta didik.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengakui kesungguhan pemerintah Indonesia dalam menangani karhutla yang semakin mengkhawatirkan. Ia menyebut Indonesia telah mengerahkan puluhan ribu personel serta berbagai aset udara untuk memadamkan kebakaran.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Saya mengakui kesungguhan pemerintah Indonesia yang telah mengerahkan puluhan ribu personel serta berbagai aset udara untuk mengatasi masalah yang semakin mengkhawatirkan ini,” kata Anwar dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Minggu.

Anwar mengatakan dirinya terus mengikuti perkembangan penanganan karhutla di Indonesia, termasuk dampaknya terhadap negara-negara tetangga. Kabut asap yang menyebar lintas batas tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga mengancam kesehatan dan memengaruhi kegiatan belajar-mengajar di Malaysia.

Baca Juga:  Mepet dengan Pelaksanaan Idul Fitri, Semifinal Liga 4 Sumbar Ditunda ke 29 dan 31 Maret
Sekolah di Malaysia tutup karena jerebu

Menurut Anwar, penanganan karhutla bukanlah pekerjaan mudah, mengingat luasnya wilayah terdampak serta kondisi cuaca yang tidak menentu. Karena itu, ia menilai persoalan kabut asap lintas batas harus dihadapi melalui kerja sama dan tanggung jawab bersama antarnegara di kawasan.

Dalam semangat persahabatan dan hubungan erat negara-negara tetangga, Malaysia mengusulkan mekanisme kerja sama di tingkat ASEAN untuk memperkuat koordinasi, kesiapsiagaan, dan tindakan kolektif dalam menghadapi ancaman kabut asap.

Malaysia, lanjut Anwar, juga tetap siap memberikan bantuan sebagaimana telah ditawarkan sebelumnya untuk mendukung upaya penanganan bencana tersebut.

“Semangat bertetangga yang sesungguhnya menuntut kita untuk saling mendukung ketika menghadapi musibah, dengan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan senantiasa menjadi prioritas,” ujarnya.

Penutupan sementara sejumlah sekolah menjadi salah satu dampak nyata kabut asap terhadap kehidupan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya perlindungan terhadap siswa dan tenaga pendidik dari paparan polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan.

Situasi ini sekaligus menegaskan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan di wilayah terjadinya kebakaran, melainkan juga masalah regional yang berdampak pada kesehatan masyarakat, pendidikan, dan aktivitas ekonomi negara-negara tetangga.

Baca Juga:  Kepanikan bank mereda di Wall Street. Selanjutnya: Kepanikan Fed

Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya pemadaman melalui pengerahan personel dan dukungan udara. Namun, luasnya area kebakaran serta kondisi cuaca yang kering menjadi tantangan dalam mengendalikan api dan mencegah kabut asap menyebar lebih jauh.

Melalui penguatan kerja sama ASEAN, Malaysia berharap negara-negara di kawasan dapat meningkatkan koordinasi dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi dampak kabut asap lintas batas.

Pernyataan Anwar menunjukkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menghadapi bencana yang dampaknya melampaui batas negara. Dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, kerja sama regional diharapkan dapat mempercepat penanganan krisis sekaligus mencegah kejadian serupa terulang pada masa mendatang. (eko/cna)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.