Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Program GATI, Bahagianya Diantar Ayah pada Hari Pertama Masuk Sekolah

×

Program GATI, Bahagianya Diantar Ayah pada Hari Pertama Masuk Sekolah

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Para ayah di Padang menyambut positif imbauan untuk mengantar anak mereka pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026), sebagai bentuk dukungan moral guna meningkatkan rasa percaya diri anak.
  • Aksi ini merupakan bagian dari Program Prioritas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang didorong oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Barat berdasarkan Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.
  • Gerakan GATI bertujuan untuk mengoptimalkan peran aktif ayah dalam pengasuhan guna membangun motivasi belajar anak sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sejak usia dini.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id — Senin (13/7/2026), adalah hari pertama masuk sekolah setelah anak-anak menikmati libur panjang. Wajah-wajah riang terpancar di raut muka anak-anak ketika sampai di gerbang sekolah. Mereka masing-masing diantar oleh ayahnya. Sesaat kemudian para belia itu melambaikan tangan pada sangat ayah sambil melangkah ke ruang kelas.

Mengantar anak sekolah pada hari pertama sekolah menjadi momen yang sangat luar biasa. Imbauan Pemprov Sumbar ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Misalnya di SD Islam Al Azhar 32 Padang, sebagian besar siswa datang ke sekolah dengan didampingi ayah mereka.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Salah seorang orang tua, Wahyudi (42), mengaku sengaja meluangkan waktu di tengah kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang untuk mengantar kedua anaknya yang bersekolah di kompleks pendidikan tersebut.

Menurutnya, kehadiran orang tua, khususnya ayah, pada hari pertama sekolah merupakan bentuk dukungan moral yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak saat memasuki lingkungan belajar.

Baca Juga:  Jadi Tuan Rumah Porwaprov 2026, PWI Agam Siap Sambut Para Wartawan

“Kebetulan dua anak saya bersekolah di sini, satu baru masuk SD dan satu lagi baru masuk TK. Bagi mereka, tentu ini merupakan pengalaman baru. Karena itu, saya ingin mengantar langsung untuk memberi semangat dan dukungan,” ujar Wahyudi di Kompleks SD Islam Al Azhar 32 Padang, Senin (13/7/2026)

Hal senada disampaikan Joe (45), yang datang bersama istri dan kedua anaknya. Dua anaknya saat ini duduk di kelas 1 dan kelas 6 SD Islam Al Azhar 32 Padang.

Ia mengatakan, keterlibatan orang tua dalam mengantar anak ke sekolah sebenarnya telah menjadi kebiasaan keluarganya. Namun, pada hari pertama sekolah, ia memilih datang bersama seluruh anggota keluarga sebagai bentuk dukungan yang lebih bermakna bagi anak.

Joe mengaku semakin terdorong mengikuti gerakan tersebut setelah melihat video imbauan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di berbagai platform media sosial. Menurutnya, ajakan tersebut menjadi pengingat penting bagi para ayah agar lebih aktif mendampingi proses pendidikan anak.

“Biasanya saya memang sering mengantar anak ke sekolah, tetapi tidak bersama seluruh anggota keluarga seperti hari ini. Kami ingin menunjukkan bahwa semua anggota keluarga mendukung mereka. Mudah-mudahan ini bisa menambah semangat dan rasa percaya diri anak saat memulai tahun ajaran baru,” katanya.

Baca Juga:  Wagub Vasko: Bantuan Presiden RI Langsung Didistribusikan, Tidak Ada yang Menumpuk

Sebelumnya, Pemprov Sumbar mengimbau para ayah untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang dan pendidikan anak. Gerakan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak pada Hari Pertama Sekolah, yang menjadi bagian dari Program Prioritas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Melalui gerakan ini, pemerintah berharap peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak semakin meningkat sehingga mampu membangun rasa percaya diri, motivasi belajar, serta memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas sejak usia dini. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.