Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Masuki Panen Raya, Akademisi Beri Pendampingan Petani Kopi Paninjauan

×

Masuki Panen Raya, Akademisi Beri Pendampingan Petani Kopi Paninjauan

Sebarkan artikel ini
SALAH seorang Anggota Tim Pengabadian Masyarakat, Dr. Muharika Dewi, saat memberikan pembekalan kepada petani kopi di Paninjauan, Solok. HAN
Singkatnya Gini...
  • Sekitar 20 hektare kebun kopi di Nagari Paninjauan, Kabupaten Solok, diproyeksikan memasuki panen raya perdana pada akhir tahun 2026.
  • Tim akademisi perguruan tinggi memberikan pendampingan berupa bantuan peralatan produksi modern dan pelatihan pengolahan pascapanen kepada kelompok tani setempat.
  • Program ini menerapkan strategi pemasaran digital guna meningkatkan nilai ekonomi produk serta memperluas jangkauan pasar kopi Paninjauan hingga ke tingkat nasional.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Solok, Khazminang.id– Sekitar 20 hektare kebun kopi di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, diperkirakan mulai memasuki panen raya perdana pada akhir 2026.

Mengantisipasi peningkatan produksi tersebut, akademisi dari Universitas Putra Indonesia YPTK Padang dan Politeknik Aisyiyah Sumatera Barat mendampingi petani melalui program penguatan produksi dan pemasaran digital agar kopi Paninjauan mampu menembus pasar nasional.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim akademisi dari Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang bersama Politeknik Aisyiyah Sumatera Barat melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Kemitraan Masyarakat yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026.

Selain penyediaan sarana produksi, para petani juga mengikuti pelatihan penggunnan peralatan, teknik pengolahan pascapanen, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran digital yang dilaksanakan di Rumah Gadang Piliang, Nagari Paninjauan, Sabtu (18/7/2026).

Anggota Tim pengabadian, Dr. Muharika Dewi, S.TT., M.Pd.T., dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk memasarkan kopi, tidak terlepas dari teknologi dan jejaring pasar yang akan dibangun, agar mampu menghasilkan produk unggulan nagari yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki identitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Baca Juga:  Harga Beberapa Bahan Pokok Di Pasar Serikat Lubuk Basung Geragahan Kabupaten Agam Merangkak Naik

“Kami ingin kopi Paninjauan tidak berhenti sebagai hasil panen semata, tetapi berkembang menjadi produk unggulan nagari yang memiliki kualitas, identitas, dan nilai ekonomi tinggi. Karena itu, penguatan produksi harus berjalan seiring dengan penguatan pemasaran,” ujarnya.

Program pengabdian dengan tema Revitalisasi Pemasaran Kopi Paninjauan dari pasar perantau ke pasar nasional, bermitra dengan Kelompok Tani Tunas Muda Jorong Kubu sebagai kelompok percontohan dalam penguatan usaha kopi berbasis masyarakat. Sebagai langkah awal, tim pengabdian menyediakan berbagai peralatan produksi modern, di antaranya mesin roasting berkapasitas 1,5 kilogram, grinder atau mesin penggiling kopi, alat pengukur kadar air, timbangan digital, serta berbagai peralatan pendukung pengemasan produk.

Ketua Kelompok Tani Tunas Muda, Afriyanto, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, kehadiran peralatan modern menjadi modal penting bagi petani untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Eliza, Se, M.Si, Ketua Tim Pengabdian dari Universitas Putra Indonesia YPTK Padang mengatakan, pemasaran digital menjadi salah satu strategi utama dalam memperluas pasar kopi Paninjauan.

Baca Juga:  Ramadan Penuh Berkah, BPJS Kesehatan Santuni Anak Yatim

“Perantau Paninjauan merupakan pasar awal yang sangat potensial. Namun target kami tidak berhenti di sana. Dengan memanfaatkan pemasaran digital, kopi Paninjauan diharapkan mampu menjangkau konsumen nasional sehingga memiliki pasar yang lebih luas dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Penjabat Wali Nagari Paninjauan, Hardi Kardanus, berharap program pengabdian dari Perguruan Tinggi mampu memberikan nilai tambah bagi petani. Selama ini, kata dia, sebagian besar petani masih menjual kopi dalam bentuk cherry basah sehingga nilai ekonominya relatif rendah. Dengan dukungan teknologi pengolahan, petani diharapkan mampu memproduksi kopi siap konsumsi yang memberikan keuntungan lebih besar.

Melalui sinergi antara Perguruan Tinggi, Pemerintah Nagari dan Kelompok Tani, program Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan mampu mendorong lahirnya ekosistem usaha kopi yang lebih kuat, mulai dari budidaya, pengolahan, branding hingga pemasaran digital.

Tim Pengabdian yang tediri dari Eliza, S.E., M.Si., Dr. Muharika Dewi, dan Dr. Yeni Zeffri, berharap kopi tidak lagi dipandang sebagai komoditas pertanian semata, tetapi berkembang menjadi sumber kewirausahaan baru yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat identitas Nagari Paninjauan sebagai salah satu sentra kopi baru di Kabupaten Solok. Han

Baca Juga:  Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Bukittinggi Bersama Sekdakot Bukittinggi Saksikan Pemutaran Perdana Film "Pandeka Kaciak"

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.