Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
HeadlineHiburan

Irman Gusman: Kabupaten Solok Perlu Rumuskan Masterplan Baru

×

Irman Gusman: Kabupaten Solok Perlu Rumuskan Masterplan Baru

Sebarkan artikel ini
Irman Gusman tinjau Arosuka
Singkatnya Gini...
  • Senator Sumatera Barat Irman Gusman mendorong Pemkab Solok menyusun rencana induk pembangunan baru yang mengintegrasikan mitigasi bencana, pelestarian lingkungan, dan ketahanan ekonomi.
  • Pemerintah Kabupaten Solok memperpanjang masa tanggap darurat bencana demi mempercepat pembersihan material dan optimalisasi pengerahan alat berat.
  • Upaya pemulihan pascabencana mencakup relokasi 19 rumah rusak berat, pembangunan sabodam pengendali sedimen oleh Kementerian PU, serta pengkajian skema asuransi kebencanaan.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Arosuka, Khazanah — Kabupaten Solok perlu merumuskan rencana induk (master plan) yang baru yang berbasis lingkungan, kebencanaan dan berkelanjutan. “Ini mengingat wilayah Kabupaten Solok mennjadi salah satu wilayah yang tak henti-hentinya ditimba bencana alam,” kata Senator Sumatera Barat, Irman Gusman ketika meninjau kondisi terakhir bencana galodo di Arosuka Kabupaten Solok, Jumat (9/10)

Irman Gusman mendorong Pemerintah Kabupaten Solok menyusun Rencana Induk Baru, sebuah rencana induk pembangunan yang mengintegrasikan mitigasi bencana, penguatan ekonomi daerah, dan pelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Solok tidak sendiri. Kita harus memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan terbaik. Solidaritas pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten merupakan kekuatan besar dalam mempercepat pemulihan,” ujar mantan Ketua DPD RI dua periode tersebut.

Menurut Irman, bencana harus menjadi momentum untuk mengevaluasi tata ruang, pengelolaan lingkungan, dan pembangunan infrastruktur, khususnya di kawasan rawan bencana. Penanganan darurat perlu dilanjutkan dengan perencanaan jangka panjang yang menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.

Baca Juga:  Nanda Satria: Fotografi Memiliki Kekuatan Membangun Opini Publik

“Penanganan darurat tentu penting, tetapi kita tidak boleh berhenti di sana. Kita harus berani memikirkan masa depan Solok melalui perencanaan yang lebih komprehensif, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Solok memperpanjang masa tanggap darurat hingga 12 Oktober 2026 untuk mempercepat pembersihan material bencana dan pengerahan alat berat.

Sebanyak 19 rumah yang mengalami kerusakan berat direncanakan dibangun kembali melalui relokasi ke kawasan yang lebih aman. Kementerian Pekerjaan Umum juga menunjuk BUMN Karya untuk mendukung pembangunan sabodam guna mengendalikan sedimen.

Sebagai Ketua Dewan Pembina MDMC Sumbar, Irman menekankan pentingnya memasukkan manajemen risiko bencana ke dalam kebijakan pembangunan, termasuk mengkaji skema pembiayaan seperti asuransi kebencanaan. (Eko)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.