Jakarta, Khazanah — Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menyebut Guspardi Gaus sebagai sosok yang teguh memegang prinsip serta konsisten dalam pengabdian kepada masyarakat, daerah, dan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Irman Gusman saat menjadi panelis dalam diskusi bertajuk “Refleksi Pemikiran Politik dan Kenegaraan Guspardi Gaus” yang dipandu anggota DPR RI Mardani Ali Sera di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).
“Beliau lurus dalam prinsip dan konsisten mengabdi,” ujar Irman di hadapan para peserta diskusi.
Ketua DPD RI dua periode itu menilai perjalanan hidup Guspardi Gaus menunjukkan bahwa ketokohan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang ditempa oleh pendidikan, pengalaman organisasi, kerja keras, serta komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Guspardi menempuh pendidikan di Thawalib Padang Panjang, PGA, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, hingga melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Mesir.
“Meski sempat diharapkan keluarga menjadi pendakwah yang berdiri di mimbar, namun beliau tetap menjalankan fungsi dakwah melalui berbagai bidang pengabdian, mulai dari dunia usaha, pendidikan, sosial, hingga politik,” kata Irman.
Ia melanjutkan: “Dulu nenek saya berharap beliau menjadi pendakwah. Sampai hari ini beliau tetap berdakwah. Dakwahnya dari pasar ke pasar dan dari parlemen ke parlemen,” kata Irman yang anak dari kakak lelaki tertua Guspardi Gaus.
Sepulang dari Mesir, Guspardi mengabdikan diri sebagai dosen di IAIN Imam Bonjol Padang. Di saat yang sama, ia juga merintis usaha yang kemudian berkembang menjadi jaringan ritel Citra Swalayan.
Memasuki era reformasi, Guspardi terjun ke dunia politik. Ia dipercaya menjadi anggota DPRD Sumatera Barat selama tiga periode sebelum terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024.
Irman menilai Guspardi sebagai figur yang lugas dan konsisten dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Salah satu kontribusinya yang dinilai monumental adalah keberhasilannya memperjuangkan masuknya falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) ke dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat.
Dalam sesi bedah buku yang juga dimoderatori Mardani Ali Sera, Irman turut mengenang karakter Guspardi melalui kisah masa kecil mereka. Ia menceritakan pengalaman saat keduanya diminta memijit sang ayah (Gusman Gaus).
“Saya berhenti memijit ketika papa sudah tertidur. Namun pak Guspardi tetap melanjutkan memijit. Saya bilang papa sudah tidur, tetapi beliau tetap meneruskan. Kalau sudah merasa itu tugasnya, beliau akan menyelesaikannya sampai papa saya bilang selesai,” kenang Irman.
Bagi senator kelahiran Padang Panjang tersebut, memasuki usia 70 tahun tidak mengurangi semangat pengabdian Guspardi. Sebaliknya, semangat itu dinilainya tetap terjaga dan terus diwujudkan melalui berbagai kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menyampaikan apresiasi atas kiprah Guspardi di dunia politik.
Menurut Zulkifli Hasan, Guspardi merupakan salah satu kader yang berperan besar dalam menjaga dan mengangkat marwah partai di parlemen.
“Tidak banyak politisi seperti beliau yang lugas, konsisten, dan santun,” ujar Zulkifli Hasan.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai Guspardi sebagai sosok pekerja keras yang tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga memberikan teladan melalui tindakan nyata.
“Pak Guspardi tidak hanya bicara soal mengatasi Covid-19 dengan lisan, tetapi memberikan contoh dengan aksi nyata menjaga kesehatan keluarga,” kata Eddy.
Perayaan 70 tahun Guspardi Gaus yang dirangkaikan dengan peluncuran tujuh buku tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Zulkifli Hasan, Eddy Soeparno, Viva Yoga Mauladi, Rifqi Nizami Karsayuda, Dolly Kurnia Tanjung, Anwar Abbas, Din Syamsuddin, anggota DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal ICMI Andi Juliana Paris, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, serta Direktur Utama PT Semen Indonesia Indra Founy.
Selain tokoh nasional, sejumlah tokoh Minangkabau juga turut hadir, di antaranya Maizar Rahman, Zulkarnain Jabar, Arnis Saleh, Basril Jabar, dan Firdaus HB. (Eko)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






