Sawahlunto, Khazanah — Musyawarah Daerah VI LKAAM Sawahlunto dengan suara bulat memilih kembali Ir. H. Dahler Dt. Panghulu Sati, M.Sc menjadi Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Sawahlunto periode 2026-2031.
Dalam Musda VI yang berlangsung di Hotel Saka Ombilin, Sawahlunto, Rabu (20/5/2026) petang. terpilihnya Dahler Dt. Panghulu Sati sudah diduga sebelumnya. Sejak Musda dibuka pada pagi hari, bisik-bisik dari LKAAM kecamatan sudah terdengar kencang, bahwa mereka akan mendukung mantan ASN PUPR Pemprov Sumbar itu satu periode lagi memimpin LKAAM Kota Sawahlunto.

Bisik-bisik itu ternyata terbukti pada saat proses usulan pencalonan ketua. Dalam Sidang Pleno IV yang dipimpin oleh Waketum LKAAM Sumbar Drs. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah, dibacakan usulan dari empat LKAAM kecamatan, yang seluruhnya mencalonkan Dahler Dt. Panghulu Sati, sebagai Ketua LKAAM Sawahlunto periode 2026-2031.
Karena hanya satu nama yang dicalonkan oleh empat LKAAM Kecamatan, maka palu pun diketok oleh pimpinan sidang Syafrizal Ucok Dt. Nan Batuah. Sah! Dahler Dt. Panghulu Sati langsung dinyatakan sebagai Ketua LKAAM Terpilih Kota Sawahlunto 2026-2031 secara aklamasi.
Sementara di ruangan yang berbeda di Hotel Saka Ombilin ini juga berlangsung Musda tahun 2026 Bundo Kanduang Kota Sawahlunto. Terpilih melalui pemungutan suara sebagai Ketua adalah Bundo Fauziah untuk masa bakti tahun 2026-2031.
Musda VI LKAAM Kota Sawahlunto dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Sawahlunto Jeffry Hibatullah. Hadir dalam pembukaan Musda Waketum 1 LKAAM Sumbar Drs. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah, Waketum 3 LKAAM Sumbar Drs. Reflidon, MM Dt. Kayo, Anggota DPRD Sumbar Daswipetra Dt. Manjinjiang Alam, Wakil Ketua DPRD Sawahlunto Aldi Aswandi Pandito Batuah, Forkopimda Sawahlunto, Asisten Setdako, Kadis Kebudayaan Sawahlunto Drs. Guspriadi, MM., dan Ketua LKAAM Sawahlunto Dahler Dt. Panghulu Sati, TP PKK, Bundo Kanduang dan Dharma Wanita Persatuan.
Dalam sambutannya, Wawako Jeffry Hibatullah memberikan apresiasi terhadap peran dan keberadaan LKAAM di Kota Sawahlunto selama ini. LKAAM melalui Ninik Mamak telah menjadi pilar untuk kerukunan, kebersamaan dan kedamaian ditengah-tengah masyarakat Kota Sawahlunto yang multi etnis.
Selain itu, peran LKAAM Sawahlunto dalam melestarikan adat Minangkabau dan membentengi anak kemenakan dari pengaruh negatif budaya barat, kedepannya peran LKAAM dan KAN bersama seluruh Ninik Mamak akan makin penting dan strategis. (Eko)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






