Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Seni & Budaya

19 Pematung Indonesia dan Dunia “Melintas Batas” di Sumatera Barat

×

19 Pematung Indonesia dan Dunia “Melintas Batas” di Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Taman Budaya Sumatera Barat akan menggelar ajang "Arby Samah International Sculpture Residency & Exhibition 2026" pada 8–14 Oktober 2026 yang melibatkan 19 pematung dari dalam dan luar negeri.
  • Mengusung tema "Melintas Batas: Abstraksi dan Harmoni Global", program residensi perdana di Sumbar ini memfasilitasi seniman untuk berkarya, mengeksplorasi beragam material, dan bertukar gagasan kreatif secara langsung.
  • Didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI dan Pemprov Sumbar, perhelatan ini bertujuan memperluas jejaring seni patung internasional sekaligus mempromosikan kekayaan budaya lokal kepada dunia.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id – Yuk, luangkan waktunya untuk hadir di Taman Budaya Sumatera Barat, 8–14 Oktober 2026. Ada iven Arby Samah International Sculpture Residency & Exhibition 2026 yang menghadirkan 19 pematung, terdiri dari 13 pematung luar negeri dan 6 pematung Indonesia.

Kegiatan yang mengusung tema “Melintas Batas: Abstraksi dan Harmoni Global” ini, menjadi program residensi patung internasional yang mempertemukan para seniman untuk tinggal, berkarya, bertukar gagasan, dan berinteraksi langsung dalam satu ruang kreatif.

“Iven ini merupakan pertama kalinya di Sumatera Barat, khususnya sebagai sebuah program residensi patung internasional dengan melibatkan 19 pematung, yang terdiri dari pematung internasional dan Indonesia,” jelas Direktur Program Anita Dikarina, M.Si didampingi Wakil Koordinator Publikasi dan Media, Jefnil, SH.

Para peserta tidak hanya hadir untuk memamerkan karya, tetapi menjalani proses penciptaan karya secara langsung selama residensi. Mereka akan mengeksplorasi material seperti kayu, batu, dan besi. Proses penciptaan menjadi bagian utama kegiatan, sehingga residensi tidak berhenti pada hasil akhir karya, tetapi juga menghadirkan proses dialog, eksplorasi material, dan pertukaran pengalaman antar-seniman.

Kurator Ali Umar, S.Sn mengatakan, kekuatan program terletak pada pertemuan para seniman dengan latar belakang yang berbeda.

“Yang kami pertemukan bukan hanya 19 pematung, tetapi 19 pengalaman, cara pandang, dan latar budaya. Di Taman Budaya, semuanya bertemu melalui bahasa yang sama: seni patung,” ujar Ali Umar.

Menurut Ali Umar, residensi memberikan kesempatan kepada para seniman untuk menciptakan karya dalam suasana yang berbeda dari lingkungan asal mereka.

Sementara itu, Anita Dikarina mengatakan, kegiatan ini ingin menjadikan Sumatera Barat sebagai ruang pertemuan seniman dari berbagai belahan dunia.

“Kami ingin Sumatera Barat tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pameran, tetapi menjadi ruang tempat seniman dunia datang, berkarya, berdialog, mengenal budaya kita, dan membawa pulang pengalaman tentang Sumatera Barat,” katanya.

Program ini mengambil nama Arby Samah, salah satu tokoh penting dalam perkembangan seni patung abstrak Indonesia. Semangat eksplorasi dan keberanian Arby Samah dalam mengembangkan seni patung abstrak menjadi salah satu landasan penyelenggaraan program ini.

Tema “Melintas Batas: Abstraksi dan Harmoni Global” merefleksikan pertemuan seniman dengan latar budaya, pengalaman, dan pendekatan artistik yang berbeda. Melalui bentuk, ruang, material, dan proses penciptaan, para seniman membangun dialog yang melampaui batas geografis dan budaya.

“Selain berkarya di Taman Budaya Sumatera Barat, peserta juga akan mengikuti rangkaian pengenalan budaya Sumatera Barat, antara lain kunjungan ke Payakumbuh dan Perkampungan Adat, pengalaman Makan Bajamba dan Pencak Silat, serta kunjungan ke Bukittinggi,” terang Anita.

Kegiatan ini mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana dan LPDP, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Taman Budaya Sumatera Barat.

Kehadiran 19 pematung dalam satu residensi diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan, memperluas jejaring seni patung lintas negara, serta memperkenalkan Sumatera Barat sebagai ruang kreatif bagi pertemuan seni patung Indonesia dan dunia. (devi)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.

Baca Juga:  Para Pelukis Handal Dunia Pamerkan Lukisannya di IMLF Bertajuk Painting & Photo Exhibition Diversity in One