Padang, Khazanah – Soal BBM bisa menjadi perkara yang sensitif, dapat membuat DPR RI sampai berseru dan Pertamina maupun SPBU kelabakan menerima berbagai tudingan. Di Sumbar dua hari belakangan beredar video yang menunjukkan bahwa ada pemilik kendaraan memperlihatkan mobilnya mogok gara-gara Pertalite yang dibelinya mengandung material lain.
Dari akun IG tervelkampus_2nr diunggah seorang pria menunjukkan kondisi mobilnya. Video yang sampai pukul 20.40 WIB Minggu 27 September sudah dilihat lebih dari 18 ribu orang itu memperlihatkan adanya material seperti semen di dalam tanki mobilnya.
Sayangnya sipengunggah tidak menyabutkan di SPBU mana dia beli Pertalite itu. Pemilik akun hanya menyebutkan di Padang.
Tapi tak urung ‘pekikannya’ menguyndang reaksi anggota DPR RI Rahmat Saleh. Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh, meminta PT Pertamina Patra Niaga melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan kontaminasi material asing menyerupai semen pada BBM jenis Pertalite di Sumatera Barat itu.

Rahmat menegaskan bahwa sanksi berat harus dijatuhkan kepada SPBU yang terbukti melakukan praktik pencampuran BBM secara ilegal. “Kami mendesak Pertamina Patra Niaga untuk memberikan sanksi tegas terhadap SPBU yang ternyata terbukti terdapat kandungan pencampuran terhadap Pertalite di Kota Padang,” ujar Rahmat kepada pers di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Legislator tersebut membuka peluang untuk memanggil jajaran direksi Pertamina Patra Niaga ke Senayan jika ditemukan indikasi kelalaian internal. Langkah pemanggilan ini bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban penuh atas kerugian yang dialami masyarakat akibat insiden tersebut.
Rahmat juga mengimbau para korban untuk segera melapor dengan menyertakan bukti pendukung agar kasus ini dapat diproses secara hukum. “Kami meminta kepada masyarakat yang menjadi korban agar bisa melapor, baik melalui akun kita ataupun metode yang lain,” tambahnya.
Menindaklanjuti informasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga melakukan pemeriksaan kualitas Pertalite di sejumlah SPBU di Sumbar. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kualitas produk yang disalurkan kepada masyarakat.
“Sebagai tindak lanjut atas informasi dan masukan yang disampaikan masyarakat terkait Pertalite di sejumlah SPBU wilayah Sumatera Barat, Pertamina melakukan pengecekan dan pengujian kualitas produk secara menyeluruh untuk memastikan kondisi produk di lapangan,” kata Fahrougi kepada pers, Minggu (27/9/2026).
Hasil pengujuian itu bahkan tidak menemukan campuran air dalam sampel Pertalite yang diperiksa. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan nilai densitas produk masih berada dalam rentang spesifikasi yang ditetapkan.
Meski demikian, pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan. Pertamina mengambil sampel Pertalite dari sejumlah SPBU untuk diuji oleh Tim Pengendali Kualitas dan Kuantitas BBM di Integrated Terminal Teluk Kabung serta Lemigas, badan pengujian bahan bakar di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Karena keluhan warga di video itu bukan terkontaminasi air, melainkan material padat menyerupai semen.

“Pengambilan sampel lanjutan dilakukan di enam SPBU yang berada di Kota Padang dan Kabupaten Agam,” ucapnya.
Enam SPBU tersebut yakni SPBU 14.251.519 Sawahan, SPBU 14.252.521 Ranah, dan SPBU 14.252.582 Jati di Kota Padang. Kemudian SPBU 14.264.566, SPBU 13.261.073, serta SPBU 14.261.532 di Kabupaten Agam.
Fahrougi mengungkapkan, pengujian dilakukan untuk memastikan kualitas produk di titik penyaluran sekaligus mendapatkan gambaran kondisi Pertalite secara menyeluruh.
“Pengujian terhadap sampel tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pertamina memastikan kualitas produk pada titik-titik penyaluran dan memperoleh gambaran kondisi produk secara menyeluruh,” jelasnya.
Pertamina, lanjutnya, menghargai setiap informasi maupun keluhan yang disampaikan masyarakat. Informasi tersebut menjadi bahan pemantauan dan evaluasi perusahaan untuk memastikan kualitas BBM dan pelayanan kepada konsumen tetap terjaga. (eko/berbagai sumber)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






