Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Wamenkes RI: Target Eliminasi TB pada 2030 Harus Kolaborasi Lintas Sektor

×

Wamenkes RI: Target Eliminasi TB pada 2030 Harus Kolaborasi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini
Wamenkes RI Dr. Benjamin didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Panitia Kanker PDIP saat jumpa pers.
Singkatnya Gini...
  • Pemerintah menargetkan eliminasi tuberkulosis (TB) pada 2030 melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, yang melibatkan organisasi profesi seperti PDPI, akademisi, BRIN, dan sektor industri kesehatan.
  • Konferensi Kerja PDPI ke-XVIII di Padang menegaskan komitmen ribuan dokter paru dalam penanganan TB, didukung aksi pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining massal.
  • PDPI Sumatera Barat menyoroti tingginya prevalensi kasus TB di wilayahnya yang menempati peringkat keempat nasional, serta menekankan urgensi pelacakan dan pengobatan TB laten pada orang yang kontak erat dengan penderita.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id – Wakil Menteri Kesehatan RI, Dr. Benjamin Paulus Octavianus menegaskan, salah satu tugas yang diberikan Presiden Prabowo adalah pencegahan dan pengobatan penyakit Tuberkulosis (TB). Penyakit yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis ini merupakan penyakit infeksi menular yang sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan benar.

Penyakit ini dapat diobati dan penularannya dapat dicegah. Tetapi pada 2023, TB kembali menjadi penyebab kematian utama di dunia akibat satu agen infeksius dan menyebabkan kematian hampir dua kali lipat dibandingkan HIV/AIDS. Lebih dari 10 juta orang terkena TB setiap tahun dan jumlahnya terus meningkat sejak tahun 2021. Tindakan mendesak diperlukan untuk mengakhiri epidemi TB pada tahun 2030.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Untuk mengakhiri epidemi TB ini agar Indonesia terbebas dari TB, pemerintah tidak bisa sendiri, tetapi harus melibatkan banyak pihak dan lintas sektor, misalnya dengan menggandeng Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) yang diharapkan memberikan kontribusi keilmuan, standar klinis, pendidikan dan penguatan jejaring professional,” ujar Wamenkes Benjamin saat membuka Konferensi Kerja (Konker) PDPI ke-XVIII, di The ZHM Premiere Hotel, Padang, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga:  Sertifikat Tanah Ulayat Tak Terbit Instan, ATR/BPN Jelaskan Prosesnya kepada Masyarakat Adat

Turut hadir Ketua Umum PDPI Dr. Arief Riadi Arifin, Ketua Panitia Konker PDPI ke-XVIII Dr. Oea Khairsyaf, Ketua PDPI Provinsi Sumbar Dr. Masrul Basyar; Direktur RSUP M Djamil Dr. Dovy Djanas, Ketua IDI Sumbar, Ketua IDI Padang, dan lainnya. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah yang didampingi Sekdaprov Arry Yuswandi dan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima turut memberikan sambutan.

Konker PDPI ke-XVIII ini mengusung tema Expanding Horizons in Every Breath. Pelaksanaan konker sudah dimulai sejak Rabu (16/09/2026) hingga Sabtu (19/06/2026).

Wamenkes RI Dr. Benjamin didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Panitia Kanker PDIP saat jumpa pers.

Pemerintah juga menggandeng perguruan tinggi yang berperan dalam melakukan riset, inovasi, pengembangan SDM dan pengabdian masyarakat. Selanjutnya BRIN yang diharapkan dapat menghasilkan riset dan inovasi (vaksin, diagnostik, obat dan teknologi) untuk solusi penanggulangan TB berbasis sains.Dari sisi industri, kontribusinya diharapkan melalui produk kesehatan, memperkuat produksi dan distribusi, serta mendorong ketersediaan yang berkelanjutan.

“Sedangkan Kemenkes sendiri akan memimpin implementasi program, penguatan layanan, deteksi, pengobatan dan pencapaian target eliminasi TB nasional,” jelasnya.

Ketua Panitia Konker PDPI ke-XVIII, Dr. Oea Khairsyaf menyampaikan, Konker tersebut diikuti sebanyak 1.349 dokter paru dari seluruh Indonesia. Juga hadir dokter dari bidang terkait lainnya, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, peserta didik dan lainnya.

Baca Juga:  HUT ke-81 RI, Kanwil BPN Sumbar Teguhkan Semangat Pengabdian dan Pelayanan

Rangkaian kegiatan konker meliputi forum ilmiah, workshop, simposium dan pengabdian masyarakat. Untuk pengabdian masyarakat, pihaknya melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan selama 2 hari, pada Kamis (17/09/2026) di Puskesmas Pauh Padang, dan pada Jumat (18/09/2026) di Kantor Camat Lubuk Begalung.

“Kegiatan ini melibatkan 300 warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan dan skrining TB. Pelaksanan CKG ini merupakan kerjasama PDPI dengan Pemprov Sumbar dan Pemko Padang,” katanya.

Ketua PDIP Sumbar, Dr. Masrul Basyar, Sp.P(K) didampingi panitia Konser PDIP.

Sumbar Peringkat Empat Prevalensi Kasus TB 

Ketua PDPI Sumbar, Dr. Masrul Basyar, Sp.P(K) menambahkan, Sumatera Barat menduduki peringkat keempat prevalensi kasus TB tertinggi di Indonesia. Oleh sebab itu, PDPI Sumbar berkomitmen untuk membantu percepatan eliminasi TB dengan menggandeng segenap pihak, sebab masalah TB ini terkait dengan pemenuhan gizi keluarga, kesehatan lingkungan dan gaya hidup.

“Penyebaran TB itu berkaitan dengan malnutrisi atau kekurangan gizi, kondisi tempat tinggal seperti padat penduduk dan kumuh atau dengan ventilasi dan cahaya matahari yang kurang, serta perilaku hidup yang tidak sehat (kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol jangka panjang),” jelas Masrul Basyar.

Baca Juga:  DPRD Padang Apresiasi Polda Sumbar

Penanganan TB tak cukup hanya dengan mengobati penderitanya. Penderita TB bisa sembuh jika mengikuti proses pengobatan yang benar. Tetapi orang yang pernah kontak dengan penderita juga harus dijaring. Sebab penularan YB terjadi saat penderita TB aktif mengeluarkan percikan dahak atau ludah (droplet) ketika batuk, bersin, berbicara, atau tertawa.

“Orang yang pernah kontak dengan penderita TB terutama yang tinggal serumah dengan penderita TB, harus segera mendapat penanganan dengan melakukan pengecekan, sebab mereka berpotensi menjadi orang yang turut menyebarkan kuman TB di kemudian hari. Mereka ini disebut TB laten,” tandasnya.

Sebab TB laten ini dalam kesehariannya tidak sakit dan dalam kondisi sehat. Tanda-tanda TB dapat muncul ketika daya tuhan tubuh lemah atau turun. Sehingga TB laten ini juga harus diobati,” katanya. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.