Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Terus Bergerak, DItargetkan Tuntas Mei 2028

×

Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Terus Bergerak, DItargetkan Tuntas Mei 2028

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Pembangunan fisik Fly Over Sitinjau Lauik resmi dimulai setelah seluruh proses pengadaan lahan berhasil dituntaskan melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
  • Proyek infrastruktur ini memiliki kompleksitas teknis yang tinggi, mencakup struktur jembatan melengkung hingga jembatan tipe cable-stayed guna meningkatkan keselamatan di jalur ekstrem Tikungan Panorama 1.
  • Pembangunan yang dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Mei 2028.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Solok, Khazminang.id — Pemprov Sumbar memastikan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik bergerak dan kini memasuki tahapan pekerjaan fisik setelah proses pengadaan tanah dituntaskan. Pembangunan infrastruktur strategis tersebut tidak sederhana, baik dari sisi desain maupun konstruksinya.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi saat meninjau perkembangan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Kamis (17/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukannya bersama sejumlah pihak terkait seperti Hutama Karya, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Alhamdulillah dengan dukungan semua pihak, untuk masalah tanah sudah selesai. Berarti sekarang HPSL selaku pelaksana sudah bergerak untuk pembangunan fisik. Dan sekarang ini progresnya cukup mengembirakan,” kata Mahyeldi usai melihat langsung perkembangan pekerjaan sekaligus mendengarkan penjelasan teknis mengenai tahapan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik.

Dikatakan, berdasarkan penjelasan tim teknis, Jembatan 3 dan Jembatan 4 memiliki karakter desain berbeda, termasuk konstruksi melengkung dengan bentang hingga sekitar 180 meter serta konstruksi cable-stayed dengan bentang sekitar 300 meter.

“Ini suatu hal yang tidak sederhana. Alhamdulillah dari pelaksana dan juga tim yang ahli-ahli, mereka ini luar biasa. Ini suatu kebanggaan juga bagi kita,” ujar Mahyeldi

Baca Juga:  Peringati HUT ke-81 RI, BRI Region 3 Padang Perkuat Motivasi Berkontribusi Nyata bagi Indonesia

Mahyeldi mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, mulai dari HPSL, Kementerian Pekerjaan Umum, Agrinas, DPR RI, pemerintah kabupaten dan kota, hingga jajaran teknis dan masyarakat.

Menurutnya, kelancaran pembangunan infrastruktur strategis membutuhkan sinergi dan komunikasi yang kuat antarpihak. Karena itu, pengalaman dalam pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik diharapkan menjadi pembelajaran untuk memperkuat koordinasi pada pembangunan infrastruktur lainnya di Sumbar.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi langsung dengan masyarakat dalam setiap proses pembangunan, khususnya ketika berkaitan dengan kebutuhan lahan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sejak awal akan membantu membangun pemahaman dan dukungan terhadap pembangunan yang dilaksanakan untuk kepentingan bersama.

“Di Sumatera Barat ini sebenarnya masalah lahan tidak sulit, yang penting komunikasi dengan masyarakat harus lancar, minta pendapat dan pandangan mereka. Ketika masyarakat merasa dihargai dan dilibatkan secara maksimal, maka percepatan bisa diwujudkan,” katanya.

Sementara itu PPK Sitinjau Lauik, Risma mewakili pihak BPJN menjelaskan, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Dalam skema tersebut, badan usaha turut berperan dalam pembiayaan pembangunan serta operasional dan pemeliharaan infrastruktur selama masa layanan.

Baca Juga:  Tanpa Dejan, Semen Padang Bidik Angka Penuh Kala Jamu Bhayangkara

Menurut Risma, pembangunan fly over tersebut diarahkan untuk meningkatkan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik, khususnya pada Tikungan Panorama 1 yang memiliki radius tikungan kecil dan kemiringan cukup tinggi. Kondisi tersebut selama ini menjadi tantangan bagi kendaraan, terutama kendaraan angkutan logistik.

Ia menjelaskan, setelah proses pengadaan tanah yang sebelumnya sempat terkendala saat ini telah terselesaikan, sehingga pengerjaan konstruksi kini dapat berjalan lebih optimal. Penyesuaian terhadap jadwal kerja sama juga telah dilakukan, sehingga target penyelesaian konstruksi kini ditetapkan menjadi Mei 2028.

“Dengan tuntasnya pembebasan lahan ini, kami optimis pembangunan akan berjalan lebih optimal. Target kita ini tuntas Mei 2028,” ujarnya. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.