AGAM, Khasminang.id — Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana kembali mengunjungi Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, bersama kedua putrinya, Katyana Wardhana dan Katrina Wardhana.
Kunjungan tersebut merupakan yang kedua setelah Widiyanti sebelumnya datang dalam agenda resmi pada April 2026. Kali ini, kunjungan dilakukan secara personal bersama keluarga.
Camat IV Koto, Subchan, S.Pi., M.Si., menyambut baik kedatangan Menteri Pariwisata tersebut.
Menurutnya, kunjungan kedua ini menunjukkan bahwa Koto Gadang memiliki daya tarik bukan hanya untuk kegiatan resmi, tetapi juga sebagai destinasi budaya dan wisata keluarga.
“Kami merasa bangga dan berterima kasih karena Ibu Menteri Pariwisata kembali datang ke Koto Gadang, kali ini bersama kedua putrinya,” ujar Camat IV Koto.
Ia menilai, kehadiran Menteri Pariwisata secara tidak langsung ikut memperkuat promosi Koto Gadang sebagai salah satu nagari yang memiliki kekayaan budaya, sejarah, arsitektur tradisional, serta kerajinan khas Minangkabau.
Kehadiran Katrina Wardhana juga mendapat perhatian karena memiliki latar belakang pendidikan arsitektur di Brown University dan melanjutkan program Master of Architecture di Harvard University. Latar belakang tersebut dinilai relevan dengan kekayaan arsitektur tradisional yang dimiliki Koto Gadang.
Menurut Subchan, dampak kunjungan pertama Menteri Pariwisata pada April lalu mulai dirasakan masyarakat, terutama oleh pelaku UMKM dan pengrajin.
Permintaan terhadap berbagai produk kerajinan Koto Gadang, khususnya tenunan, sulaman kapalo samek, selendang, dan produk tekstil tradisional lainnya, disebut mengalami peningkatan.
“Sejumlah pengrajin sekarang sudah melayani pesanan dengan sistem pre-order karena permintaannya cukup tinggi. Ini tentu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Peningkatan permintaan tersebut membuka peluang usaha bagi pengrajin, kelompok perempuan, pelaku usaha rumahan, serta UMKM yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kerajinan tradisional Koto Gadang.
Selain produk kerajinan, kunjungan wisatawan ke Koto Gadang juga menunjukkan perkembangan positif. Wisatawan datang untuk menikmati rumah gadang, bangunan bersejarah, kuliner, kerajinan, serta kehidupan masyarakat setempat.
Camat IV Koto mengatakan, kekuatan utama Koto Gadang terletak pada budaya yang masih hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Potensi tersebut dinilai harus terus dijaga sekaligus dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata.
Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan promosi perlu diikuti dengan regenerasi pengrajin. Sebagian perajin tenun dan sulaman telah berusia lanjut sehingga keterampilan tersebut perlu diwariskan kepada generasi muda melalui sekolah, sanggar budaya, kelompok pengrajin, dan wisata edukasi.
Subchan juga menyebut perhatian Widiyanti terhadap Koto Gadang telah membantu memperkuat citra nagari tersebut sebagai destinasi budaya. Ia bahkan menyebut Menteri Pariwisata sebagai salah satu “duta budaya” Koto Gadang dalam arti sebagai bentuk apresiasi, bukan jabatan formal.
Koto Gadang sebelumnya juga meraih penghargaan sebagai salah satu desa wisata budaya terbaik tingkat nasional dalam Wonderful Indonesia Award 2025.
Pemerintah kecamatan berharap momentum kunjungan Menteri Pariwisata dapat memperkuat kolaborasi pemerintah, masyarakat, pengrajin, UMKM, kelompok sadar wisata, lembaga pendidikan, dan komunitas budaya dalam mengembangkan pariwisata tanpa kehilangan jati diri Koto Gadang. (sa)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






