Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
BeritaDaerah

Para Korban Galodo Mulai Terima Rumah Baru

×

Para Korban Galodo Mulai Terima Rumah Baru

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi menyerahkan kunci hunian tetap (huntap) mandiri kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Senyar di Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kota Padang Panjang, Sumatra Barat.
  • Unit huntap tipe 36 yang berfungsi sebagai rumah contoh ini dibangun hanya dalam waktu dua bulan menggunakan teknologi SEPABLOCK yang ramah lingkungan, cepat dibangun, dan tahan gempa.
  • Penyerahan ini menandai dimulainya percepatan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, di mana BNPB akan melanjutkan pembangunan huntap bagi seluruh korban yang datanya telah terverifikasi.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazanah —  – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menyerahkan kunci rumah hunian tetap (huntap) mandiri kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Senyar di Sumatera Barat. Penyerahan tersebut menjadi penanda rampungnya pembangunan rumah contoh sekaligus bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Kunci huntap diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, kepada warga di tiga daerah terdampak, yakni Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kota Padang Panjang, pada Jumat (10/7/2026). Kegiatan itu disaksikan Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Barat, para kepala daerah, jajaran BNPB, BPBD, serta masyarakat setempat.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Penyerahan dilakukan hanya dua bulan setelah peletakan batu pertama pembangunan rumah contoh, sebagai bukti percepatan proses rehabilitasi pascabencana yang menjadi komitmen pemerintah.

Rumah yang diserahkan merupakan unit contoh huntap mandiri yang dibangun menggunakan material SEPABLOCK (Semen Padang Bata Interlock), inovasi PT Semen Padang yang dikembangkan sejak 2020. Material tersebut menggunakan sistem interlocking atau saling mengunci seperti balok susun sehingga proses pembangunan menjadi lebih cepat, mudah dimobilisasi, serta memiliki ketahanan yang baik terhadap gempa.

Baca Juga:  Perbaikan Jalan Provinsi di Talu Bakal Dialihkan ke Jalur yang Lebih Aman

Selain ramah gempa, material tersebut juga dinilai lebih ramah lingkungan dan mampu mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana.

Setiap unit huntap memiliki tipe 36 yang terdiri atas dua kamar tidur, ruang tamu, dan dapur. BNPB berharap rumah tersebut dapat segera ditempati oleh para penerima manfaat.

“Jangan sampai setelah dibangun huntap tidak dihuni. Rumah ini sudah sangat layak, bahannya aman, tahan hujan juga, sehingga sangat aman untuk ditempati,” kata Rustian dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).

Menurut Rustian, penyelesaian pembangunan rumah contoh menjadi langkah awal sebelum pemerintah membangun hunian tetap secara lebih luas bagi seluruh warga terdampak yang telah melalui proses verifikasi data.

BNPB selanjutnya akan mempercepat pembangunan huntap mandiri berdasarkan data korban yang telah diverifikasi bersama pemerintah daerah.

Percepatan pembangunan hunian tetap tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi Siklon Senyar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November tahun lalu.

Melalui pembangunan huntap mandiri, pemerintah berharap para penyintas segera memperoleh hunian yang aman, layak, dan permanen, sehingga proses pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dapat berlangsung lebih cepat serta meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.(eko)

Baca Juga:  Wagub Vasko: Bantuan Presiden RI Langsung Didistribusikan, Tidak Ada yang Menumpuk

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.