Bukittinggi, Khazminang.id – Prestasi membanggakan kembali diraih Meria Fitriwati, pendidik sekaligus pegiat literasi asal Kabupaten Agam yang berdomisili di Pesisir Selatan. Meria menerima piagam penghargaan sebagai Pemenang Penulis Prolifik Satupena Sumbar 2026 pada ajang International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Welcome Dinner pembukaan IMLF ke-4 dan 100 tahun Jam Gadang yang berlangsung di Taman Balaikota Bukittinggi, Rabu (3/6/2026). Pemerintah Kota Bukittinggi juga mengundangnya secara khusus untuk menghadiri rangkaian kegiatan yang bertepatan dengan perayaan 100 Tahun Jam Gadang.
Aktivis perempuan yang dikenal sebagai founder Komunitas Menulis Bersama (KMB) ini, sebelumnya juga baru saja menerima penghargaan sebagai penulis dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional. Penghargaan yang diraihnya menjadi bukti konsistensi dan dedikasinya dalam mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat.
“Kecintaan saya pada dunia literasi didorong oleh harapan agar generasi muda semakin gemar membaca dan menulis. Kami meyakini bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter,” ujar Meria dalam siaran pers yang diterima, Minggu (7/6/2026).
Guru Bahasa Inggris di MAN 3 Pesisir Selatan tersebut, telah beberapa kali menorehkan prestasi dalam berbagai kompetisi menulis, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Kiprahnya di dunia kepenulisan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pegiat literasi yang aktif di Sumatera Barat.
Saat ini, Meria Fitriwati sedang menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Negeri Padang (UNP). Di tengah kesibukannya sebagai pendidik dan menjadi mahasiswa, ia terus aktif menggerakkan kegiatan literasi melalui komunitas dan rumah baca yang didirikannya.
Hingga kini, ia telah menerbitkan 10 buku solo serta berkontribusi dalam lebih dari 100 buku antologi. Ia berharap geliat literasi di Minangkabau semakin berkembang dan diminati oleh generasi muda.
“Semoga semakin banyak generasi Minangkabau yang mencintai buku, gemar membaca, dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan membaca, kita membuka jendela dunia dan memperluas wawasan,” ungkapnya.
Penghargaan Penulis Prolifik Satupena Sumbar 2026 yang diterimanya menjadi apresiasi atas dedikasi panjangnya dalam dunia literasi sekaligus motivasi untuk terus berkarya dan menginspirasi masyarakat melalui tulisan. (*)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






