Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Sumbar Minta Dukungan Pusat untuk Pembangunan PSEL dan TPST-RDF

×

Sumbar Minta Dukungan Pusat untuk Pembangunan PSEL dan TPST-RDF

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meminta dukungan Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Padang Raya guna mengatasi persoalan sampah perkotaan secara jangka panjang.
  • Pemprov Sumbar telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan empat pemerintah daerah—Kota Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Solok—untuk menjamin pasokan bahan baku sampah bagi operasional PSEL tersebut.
  • Selain PSEL, Gubernur Sumbar juga mengusulkan pembangunan TPST berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di Padang dan penanganan TPA Regional Payakumbuh guna mengurangi sistem penimbunan sampah terbuka serta mendukung ekonomi hijau.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Jakarta, Khazminang.id — Pemprov Sumbar minta dukungan Pemerintah Pusat terhadap sejumlah program strategis bidang lingkungan yang tengah digagas. Di antara usulan prioritas yang disampaikan adalah percepatan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Padang Raya di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aia Dingin, Lubuk Minturun, Kota Padang.

PSEL tersebut direncanakan memiliki kapasitas pengolahan di bawah 1.000 ton sampah per hari dan menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam penanganan persoalan sampah di wilayah perkotaan Sumbar.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Pemprov Sumbar telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait rencana ini dengan empat pemerintah daerah, yakni Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, dan Kota Solok untuk mendukung penyediaan bahan baku sampah bagi operasional PSEL tersebut,” ucap Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat.

Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan.

Baca Juga:  Hari Pertama 2026 Tetap Melayani: Warga Jakarta Utara Urus Roya Meski di Hari Libur

“Semua rencana itu telah kita sampaikan kepada Bapak Menteri. Mudah-mudahan kita dapat dibantu, baik melalui APBN maupun melalui skema investasi swasta,” ujar Mahyeldi usai pertemuan di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Selain pembangunan PSEL, Gubernur juga mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu berbasis Refuse Derived Fuel (TPST-RDF) di Kota Padang dengan kapasitas pengolahan mencapai 200 ton per hari.

Usulan penanganan TPA Regional Payakumbuh juga turut disampaikan dalam pertemuan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah regional di Sumbar.

Mahyeldi menegaskan, berbagai proyek tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengurangi praktik penimbunan sampah terbuka (open dumping), sekaligus mendukung target nasional pengelolaan sampah menjadi energi listrik dan penguatan ekonomi hijau.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga mengundang Menteri Lingkungan Hidup untuk berkunjung langsung ke Sumbar. Menurutnya, kunjungan tersebut penting agar Pemerintah Pusat dapat melihat secara langsung berbagai potensi serta kebutuhan pengembangan sektor lingkungan hidup di daerah.

“Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, tentu akan semakin banyak potensi yang bisa terpetakan dan dikembangkan bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk kemajuan Sumbar,” katanya.

Baca Juga:  Satpol PP Padang Tertibkan Kendaraan yang Parkir di Trotoar

Turut hadir mendampingi Gubernur dalam pertemuan tersebut, Kepala Bappeda Sumbar, Zefnihan; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Tasliatul Fuadi, dan Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.