Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

BRI Region 3 Padang Perkuat Program Pemberdayaan Menuju UMKM Berdaya Saing dan Naik Kelas

×

BRI Region 3 Padang Perkuat Program Pemberdayaan Menuju UMKM Berdaya Saing dan Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • BRI Region 3 Padang mempertegas komitmen penguatan sektor UMKM di Sumatra Barat melalui program pemberdayaan yang selaras dengan program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo untuk memperkokoh ekonomi rakyat.
  • Hingga April 2026, realisasi program pemberdayaan mencakup partisipasi 130 Desa BRILiaN, pembinaan 1.220 Klaster Usaha, serta inkubasi 4.178 UMKM baru melalui Rumah BUMN di Bukittinggi dan Padang Panjang.
  • Di sektor digitalisasi, sebanyak 225.276 pelaku UMKM telah terintegrasi dengan platform LinkUMKM guna mengakses fitur pelatihan mandiri, informasi pengembangan usaha, dan perluasan jejaring pasar secara daring.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id – Department Head Micro Business BRI Region 3 Padang, Riana memaparkan sejumlah capaian pemberdayaan yang dilakukan hingga April 2026. Program tersebut mencakup Desa BRILiaN, Klaster Usaha, Rumah BUMN, serta LinkUMKM yang menjadi bagian dari ekosistem pendampingan UMKM agar dapat berkembang secara lebih terarah dan berkelanjutan.

“BRI Region 3 Padang terus mempertegas komitmen dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),” jelas Riana dalam kegiatan Ramah Tamah dan Silaturahmi bersana wartawan, Senin (25/5/2026) di Padang.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Dikatakan, sejalan dengan semangat Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi rakyat, BRI Region 3 Padang  mencatatkan capaian positif  melalui berbagai program pemberdayaan yang dapat dimanfaatkan di tingkat desa, komunitas usaha, hingga platform digital.

Pemberdayaan UMKM tidak hanya berkaitan dengan akses layanan keuangan, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas, pendampingan usaha, literasi, serta pemanfaatan kanal digital. Melalui pendekatan tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, berjejaring, dan mengembangkan usahanya.

Baca Juga:  Rapat Kerja Banggar DPRD Kota Bukittinggi dengan TAPD

“Melalui berbagai program pemberdayaan seperti Desa BRILiaN, Klaster Usaha, Rumah BUMN, dan LinkUMKM, pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh pendampingan yang lebih terstruktur, akses informasi yang lebih luas, serta kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usahanya,” ujar Riana.

Hingga April 2026, sebanyak 130 desa telah berpartisipasi dalam Program Desa BRILiaN di wilayah BRI Region 3 Padang. Program ini merupakan inisiatif pemberdayaan desa yang bertujuan menciptakan desa yang mandiri secara ekonomi dan mampu tumbuh secara berkelanjutan, antara lain melalui penguatan manajemen desa, pengembangan sektor usaha unggulan, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat desa.

Selain itu, BRI Region 3 Padang juga mencatat sebanyak 1.220 Klaster Usaha binaan hingga April 2026. Klaster Usaha menjadi salah satu pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas, di mana pelaku usaha yang memiliki kesamaan kepentingan, wilayah, sumber daya, atau kondisi lingkungan didorong untuk berkembang bersama melalui pendampingan dan literasi usaha.

Pada aspek pengembangan kapasitas UMKM, BRI Region 3 Padang juga mengoptimalkan peran Rumah BUMN BRI sebagai wadah kolaborasi, pembinaan, dan inkubasi bisnis.

Baca Juga:  Bertemu RRI Padang, Gubernur Mahyeldi: Perkuat Media dengan Platform Digital

“Hingga 2026, terdapat 2 Rumah BUMN BRI di wilayah Region 3 Padang, yaitu Rumah BUMN Bukittinggi dan Rumah BUMN Padang Panjang. Melalui Rumah BUMN, sebanyak 4.178 UMKM baru telah menjadi binaan, dengan total 18 pelatihan yang telah dilaksanakan sepanjang 2026,” jelas Riana.

Riana menambahkan, Rumah BUMN menjadi salah satu sarana penting bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pelatihan, pendampingan, akses aplikasi LinkUMKM, rebranding produk, hingga pembukaan rekening dan QRIS BRI. Dengan demikian, UMKM tidak hanya memperoleh akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga dukungan untuk meningkatkan kualitas usaha dan daya saing produk.

Di sisi digital, BRI juga menghadirkan LinkUMKM sebagai platform online yang dapat diakses melalui website dan aplikasi. Hingga April 2026, sebanyak 225.276 UMKM telah bergabung dan mengakses portal LinkUMKM. Platform ini menyediakan berbagai fitur, mulai dari self-assessment untuk mengetahui kelas usaha, modul pelatihan reguler dan tematik, interaksi dengan pakar, akses pasar, sebaran Rumah BUMN, hingga informasi seputar pengembangan UMKM.

“Pemanfaatan platform digital menjadi salah satu hal penting dalam proses pemberdayaan UMKM. Melalui LinkUMKM, pelaku usaha dapat mengakses edukasi, pelatihan, informasi, dan jejaring bisnis secara lebih mudah,” tambah Riana.

Baca Juga:  OMC Semai 3 Ton Garam, Hujan Turun di Solok dan Limapuluh Kota

Hadirkan Ekosistem Pemberdayaan Sesuai Kebutuhan UMKM

Pada kesempatan terpisah, Regional CEO BRI Region 3 Padang Riza Pahlevi menyampaikan, BRI Region 3 Padang terus berupaya menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM dan masyarakat desa. Pendekatan tersebut dilakukan melalui penguatan kapasitas, pendampingan, perluasan akses pasar, serta pemanfaatan layanan dan platform digital.

“Melalui berbagai program pemberdayaan yang dijalankan, kami berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jejaring dan akses pasar, serta tumbuh lebih berkelanjutan. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya,” ujar Riza. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.