Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
EkonomiPolitik

Hadiri Entry Meeting BPK di Jakarta, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tekankan “Good Governance”

×

Hadiri Entry Meeting BPK di Jakarta, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tekankan “Good Governance”

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Ketua DPRD Sumatera Barat mendorong penguatan fungsi pengawasan legislatif guna memastikan pengelolaan keuangan daerah Tahun Anggaran 2025 berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
  • DPRD menyoroti tantangan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran serta dampak bencana hidrometeorologi yang memicu perlambatan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat menjadi 3,37 persen pada tahun 2025.
  • Pemerintah Provinsi dan DPRD Sumatera Barat berkomitmen mendukung kelancaran proses audit BPK RI serta menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil pemeriksaan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Jakarta, Khazminang.id โ€” Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Muhidi, MM mendorong penguatan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah agar berjalan sesuai prinsip clean and good governance.

“Penguatan fungsi pengawasan menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan keuangan daerah berlangsung secara transparan dan akuntabel,” ujar Muhidi usai menghadiri entry meeting pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 bersama Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi yang digelar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Kantor BPK RI Perwakilan DKI Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Ditegaskan, sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, pihaknya berkomitmen memperkuat penerapan clean and good governance di daerah.

Menurutnya, pemeriksaan LKPD oleh BPK harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki tata kelola keuangan, terutama dalam penggunaan anggaran agar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, tukuknya, DPRD juga mencermati bahwa tahun 2025 merupakan tahun pertama masa jabatan gubernur dan wakil gubernur periode 2025โ€“2030, sekaligus menjadi masa transisi dalam evaluasi capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021โ€“2026.

Baca Juga:  Sosialisasi di Sijunjung, Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Ungkapkan PAP Bukan Merupakan Objek Pajak Baru

DPRD turut menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Sumatera Barat sepanjang 2025, terutama akibat bencana hidrometeorologi. Pemerintah mencatat bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda 16 kabupaten/kota, 150 kecamatan, serta 793 nagari/desa/kelurahan.

Selain itu, tuturnya, tekanan fiskal daerah juga meningkat akibat kebijakan efisiensi melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 serta pengurangan transfer ke daerah pada APBD 2026.

Meski demikian, ujarnya, DPRD mencatat adanya capaian positif pada sejumlah indikator makro. Tingkat kemiskinan tercatat turun dari 5,42 persen pada 2024 menjadi 5,31 persen pada 2025. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka juga menurun dari 5,69 persen menjadi 5,52 persen.

Namun, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat mengalami perlambatan dari 4,36 persen pada 2024 menjadi 3,37 persen pada 2025, yang dipengaruhi kerusakan infrastruktur ekonomi dan sosial pascabencana.

Kegiatan entry meeting ini dipimpin oleh Anggota V BPK RI selaku Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara V, Bobby Adhityo Rizaldi dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk pimpinan DPR RI, kepala daerah, serta pimpinan DPRD dari berbagai provinsi.

Baca Juga:  Melalui Skolart Fest 2025, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Penguatan Seni dan Budaya di Sekolah

Melalui kegiatan ini, seluruh entitas pemeriksaan diharapkan dapat berperan aktif dan kooperatif dalam mendukung kelancaran proses audit, sehingga menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas, transparan, dan akuntabel.

Ia menyampaikan apresiasi kepada BPK RI atas peran pentingnya dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, serta mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menyusun laporan keuangan secara tepat waktu sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik.

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK RI merupakan instrumen penting untuk memastikan bahwa pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berjalan secara efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan agar lebih transparan dan akuntabel.

โ€œKami berkomitmen menindaklanjuti setiap rekomendasi BPK secara serius dan tepat waktu, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah yang bersih dan bertanggung jawab,โ€ ujarnya. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.

Baca Juga:  Puluhan Anggota Gerakan Pramuka Kwarda 03 Sumbar Gelar Kunjungan Edukatif ke DPRD Sumbar