Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
BeritaHeadlineOlahraga

Ditahan PSIM, Semen Padang Pecat Dejan Antonic

×

Ditahan PSIM, Semen Padang Pecat Dejan Antonic

Sebarkan artikel ini
Screenshot
Singkatnya Gini...
  • Semen Padang harus berbagi poin dengan PSIM Yogyakarta setelah bermain imbang tanpa gol pada laga pekan ke-24 Super League di Stadion Haji Agus Salim.
  • Manajemen Semen Padang resmi memecat pelatih kepala Dejan Antonic sebagai buntut dari kegagalan tim meraih hasil maksimal dalam pertandingan tersebut.
  • Keputusan pemecatan memicu kontroversi di kalangan pendukung lantaran performa tim dinilai lebih dipengaruhi oleh kebijakan perekrutan pemain yang kurang profesional serta lemahnya penyelesaian akhir di lapangan.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang-Semen Padang gagal meraih hasil sempurna atas PSIM Yogyakarta. Bermain di Stadion Agus Salim, Rabu (4/3/26), Kabau Sirah julukan Semen Padang hanya mampu bermain imbang 0-0.

Hasil imbang pada pekan ke-24 Super League ini memakan korban. Pelatih kepala Dejan Antonic langsung di pecat manajemen Kabau Sirah.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Namun pemecatan pelatih asal Serbia menjadi tanda tanya besar bagi pencinta sepakbola Sumbar. Pasalnya, dalam meramu tim Dejan cukup memuaskan, namun karena perekrutan pemain yang kurang profesional di lakukan manajemen terutama pemain asing, membuat Dejan tidak bisa mengembangkan program dengan sempurna.

Pemecatan Dejan langsung diumumkan manajemen lewat media sosial  milik klub Semenpadang.id. “Terima kasih Coach Dejan Antonic,” tulisan singkat di IG klub.

Menghadapi PSIM,  sejak kick off Semen Padang langsung menekan pertahanan PSIM. Beberapa peluang berhasil mereka ciptakan, namun karena penyelesaian akhir yang kurang sempurna peluang emas itu gagal menghasilkan gol.

Di babak kedua, Semen Padang makin mengurung pertahanan PSIM. Tim asal Yogyakarta ini sangat sulit mengembangkan permainan, sepanjang pertandingan di babak kedua, Semen Padang mengurung pertahanan PSIM. Namun, karena lemahnya penyelesaian akhir dari pemain Semen Padang hingga laga berakhir kedudukan 0-0 tetap bertahan. (faisal budiman)

Baca Juga:  Irwandi: Program Smart Surau Bisa Jadi Gerakan Sosial Bersama

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.