Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
BeritaKomunitas

5 Bekal Menaker untuk Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja

×

5 Bekal Menaker untuk Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memperkenalkan formula 5T (Think, Tech, Talk, Team, dan Trust) untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi disrupsi teknologi dan transformasi dunia kerja.
  • Aspek Think dan Tech menitikberatkan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis serta penguasaan kecerdasan buatan (AI) secara bijak, beretika, dan bertanggung jawab.
  • Komponen Talk, Team, dan Trust menekankan pentingnya penguasaan komunikasi, keterampilan kolaborasi, serta kepemilikan integritas tinggi guna membangun kepercayaan di dunia profesional.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Sukabumi, Khazmimang.id โ€” Perkembangan kecerdasan buatan (AI), robotika, hingga platform digital mengubah keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Untuk menghadapi perubahan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memperkenalkan lima bekal bagi generasi muda yang dirangkum dalam formula 5T, yakni Think, Tech, Talk, Team, dan Trust.

“Banyak pemuda yang berkualitas dan kompeten baru akan menjadi kekuatan bangsa. Untuk menjadi generasi unggul di Indonesia ke depan, saya merangkumnya menjadi lima bekal penting, yaitu Think, Tech, Talk, Team, dan Trust,” ujar Yassierli saat membuka acara Grand Opening Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Sukabumi, Senin (12/10/2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Dua bekal pertama berkaitan dengan cara berpikir dan pemanfaatan teknologi. Think menekankan pentingnya berpikir kritis, memelihara rasa ingin tahu, dan berani bertanya. Sementara itu, Tech menekankan pentingnya memahami perkembangan teknologi, data, dan AI. Kemampuan ini tidak hanya dibutuhkan siswa bidang sains, tetapi juga mereka yang menekuni bidang keilmuan lainnya.

Baca Juga:  JOTA JOTI Tahun 2025 : Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK Bekali Ilmu Pengetahuan Amatir Radio

Selain memahami teknologi, generasi muda perlu mampu menggunakannya secara bijak. Yassierli mengingatkan bahwa AI dapat membantu manusia mengolah informasi dan mencari data, tetapi penggunaannya tetap harus disertai empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab.

“AI gunakan sebaik-baiknya, dia akan menjadi mitra kita untuk mengolah dan mencari data. Dia tidak akan pernah bisa menggantikan manusia, dan orang-orang yang sukses adalah orang yang mampu berkolaborasi dengan AI, tetapi tetap harus diimbangi dengan empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab dalam penggunaannya,” tegas Yassierli.

Bekal berikutnya berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama. Melalui Talk, generasi muda diharapkan mampu mendengarkan, menyampaikan gagasan secara jelas, dan menguasai bahasa asing. Adapun Team menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan beradaptasi untuk mencapai tujuan bersama.

Kemampuan tersebut perlu ditopang oleh Trust, yang berkaitan dengan kejujuran, tanggung jawab, dan integritas. Menurut Yassierli, keahlian perlu disertai karakter yang kuat agar seseorang dapat dipercaya dalam menjalankan tugas dan mengambil keputusan.

“Keahlian membuka pintu, integritas membuat orang percaya. Anda harus punya integritas, berani mengatakan tidak kalau itu tidak sesuai dengan hati nurani,” ungkap Yassierli.

Baca Juga:  Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja

Melalui formula 5T, Yassierli berharap generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang kompeten, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (jer)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.