Bukittinggi, khazminang.id- Bulan November 2025 yang lalu, di Provinsi Sumatera Barat dilanda bencana alam yaitu terjadi cuaca ekstrim atau yang disebut hidrometeorologi. Akibat dari bencana alam ini, beberapa Daerah Kabupaten dan Kota terjadi banjir bandang dan tanah longsor yang berdampak terhadap kehidupan kemanusiaan, lingkungan dan juga institusi pendidikan.
Bencana alam hidrometeorologi juga melanda Jorong Sini Air, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam Sumatera Barat berupa banjir bandang di Sungai Batang Mangoe / Batang Mangoi yang meruntuhkan jembatan gantung terbuat dari kayu sebagai penghubung antara Jorong Sini Air Nagari Malalak Selatan dengan jalan Bantiang Selatan Nagari Malalak Barat Kecamatan Malalak.
Jembatan gantung Malalak Selatan yang melintasi Sungai Batang Mangoe adalah jalur vital yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, termasuk sektor ekonomi, pendidikan, dan layanan sosial. Dengan runtuhnya jembatan gantung tersebut jadi menghambat penyaluran bantuan logistik ke wilayah Malalak Selatan yang terdampak banjir bandang.
Untuk memudahkan akses warga Malalak Selatan dan Malalak Barat, sebagai sarana warga masyarakat agar cepat sampai tempat tujuan dengan melintasi jembatan, seperti halnya anak-anak pergi dan pulang yang berjalan menuju sekolahnya, begitu juga warga masyarakat.
Maka pada hari Jumat, 26 Desember 2026 dilaksanakan proses kegiatan pembangunan jembatan gantung darurat di Nagari Malalak Selatan oleh anggota Batalyon Infantri Teritorial Pembangunan 897/Singgalang (Yonif TP 897/SGL), Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Distrik Militer (Kodim) 0304/Agam, Polisi Republik Indonesia (Polri) serta masyarakat. Pembangunan jembatan gantung darurat ini dilakukan untuk menyambungkan kembali akses warga Malalak Selatan dan Malalak Barat yang sempat terputus karena hancur diterjang banjir bandang.
Pada hari Sabtu 24 Januari 2026 diadakan kegiatan Manunggal TNI serta peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda / Jembatan Gantung Lubuak Kalikie di Jorong Sini Air Nagari Malalak Selatan Kecamatan Malalak Kabupaten Agam.
Sebagai bentuk kepedulian Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses dan konektivitas antar wilayah, Personel Kodim 0304/Agam bersama Yon TP 897/SGL dan Zidam Jambi Kodam XX/TIB melaksanakan kegiatan pembangunan Jembatan Perintis Garuda / Jembatan Gantung di Jorong Sini Air, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.

Dalam pelaksanaan pembangunannya, personil TNI melakukan berbagai pekerjaan fisik, antara lain pengambilan batu untuk pembuatan pondasi, penggalian pondasi tiang jembatan, serta pengumpulan pasir sebagai bahan bangunan. Seluruh kegiatan dilakukan secara gotong royong dan penuh semangat.
Jembatan Perintis Garuda / Jembatan Gantung diharapkan dapat menunjang aktivitas sehari-hari warga masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial. Melalui pembangunan jembatan gantung ini, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan kesejahteraan warga sekitar dapat meningkat.
Pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud kepedulian TNI dalam membantu masyarakat, khususnya untuk meningkatkan akses dan konektivitas antar wilayah yang selama ini masih terbatas.
Pekerjaan pembangunan jembatan gantung terus berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan, dengan harapan jembatan gantung ini nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat.
Sementara itu, Pelda Endang Purwanto, Komandan Pos (Danpos) pekerjaan jembatan Perintis Garuda / jembatan gantung, setiap hari memantau pekerjaan dan kondisi lapangan. Melalui anggotanya yang setiap hari melaporkan pelaksanaan kegiatan pembangunan Jembatan Gantung Jorong Sini Air Nagari Malalak Selatan Kecamatan Malalak Kabupaten Agam, Wilayah Kodim 0304/Agam, pada Senin 23 Februari 2026 dengan sasaran sebagai berikut : A. Sasaran Jembatan Gantung Jorong Sini Air Nagari Malalak Selatan Kecamatan Malalak Kabupaten Agam.

Adapun kegiatan hari ini yaitu merangkai besi pondasi tepi jauh, pengecoran anchor tepi dekat, pasang pylon tepi dekat. Pekerjaan fisik : (Pekerjaan Pondasi); a. Mapping lokasi pemasangan anchor: 100%, b. Pengerjaan Penggalian Lubang Anchor Bentangan Bawah: 100 %, c. Pembuatan Garpu & Anchor: 2 %, d. Pemasangan Papan dan Ram Kawat: 0 %, e. Pemasangan Plang Anjuran, Plang Identitas Jembatan dan Pengecatan: 0 %, f. Pembersihan Sektor Jembatan : 100 %. Progres pekerjaan : 52,81 %.
Dikatakan Pelda Endang Purwanto, dalam pekerjaan pembangunan jembatan Perintis Garuda / Jembatan Gantung ini, selain faktor cuaca, juga medan lokasi yang menantang, sebab jika tanah digali untuk pondasi, banyak bebatuan besar. Pekerjaan ini murni dikerjakan bersama-sama gotong royong secara manual tanpa adanya bantuan alat berat untuk memindahkan batuan besar, seperti halnya di tebing cadas pekerjaan membuka kulit atasnya sekitar hampir dua minggu, jadi pekerjaannya dengan memakai peralatan yang ada di lapangan saja.
Melihat keadaan cuaca yang tidak dapat diprediksi mengenai turunnya hujan di sekitar lokasi pekerjaan, kendala cuaca yang sangat berpengaruh, jika hujan turun menghambat pekerjaan. Dan cuaca cerah tidak hujan, pekerjaan dilakukan dari pagi hingga malam hari.

Kita menginginkan pekerjaan pembangunan jembatan Perintis Garuda / Jembatan Gantung cepat selesai, agar dapat dimanfaatkan kembali oleh warga masyarakat termasuk anak-anak yang pergi dan pulang sekolah.
Sambil menunggu selesainya pekerjaan jembatan permanen Perintis Garuda / Jembatan Gantung, maka untuk sementara waktu warga masyarakat termasuk anak-anak pergi dan pulang sekolah, dapat mempergunakan jembatan gantung darurat dari kayu yang melintasi Sungai Batang Mangoe / Batang Mangui. Dikarenakan jembatan darurat dari kayu, maka untuk kendaraan sepeda maupun sepeda motor tidak dapat melintasi jembatan darurat ini, ucapnya.
Lebih lanjut disampaikannya, dalam pekerjaan dengan melibatkan personil TNI : Yon TP sebanyak 50 Orang, Kodim 0304/Agam sebanyak 5 orang, Zidam XX/TIB sebanyak 1 Orang, Pusziad sebanyak 2 Orang, dan anggota Yonif TP 897/SGL serta warga Masyarakat sebanyak 10 orang.
Terkait kondisi cuaca, pagi : cerah, siang : cerah, sore : mendung. Dan situasi di daerah pembangunan Jembatan : Aman dan Terkendali.
Sinergi antara TNI dan warga terus terjalin dengan baik dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat, ungkap Pelda Endang Purwanto.
Mengenai bahan material pembangunan jembatan Perintis Garuda / Jembatan Gantung, berupa besi ulir, semen, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya, langsung diterima oleh Babinsa Nagari Malalak Selatan, Serma H. Zainil Afri Dt.Batuah Koramil 09 IV Koto, pungkas Pelda Endang Purwanto.
Diketahui salah satu tanggung jawab utama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanggulangan bencana adalah melaksanakan tugas kemanusiaan, TNI akan selalu siap dalam proses penyelamatan masyarakat baik itu dalam hal keamanan atau kemiliteran dan juga kemanusiaan seperti bencana alam yang terkadang bukan saja menghilangkan dan merusak harta benda tetapi juga memakan korban jiwa, karena TNI akan selalu ada untuk rakyat yang membutuhkan dan setiap Pemerintah serta Instansi juga harus turun bahu membahu dalam proses evakuasi dan penanggulangan bencana alam tersebut. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






