Bukittinggi, khazminang.id- Salah satu tanggung jawab utama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanggulangan bencana adalah melaksanakan tugas kemanusiaan, TNI akan selalu siap dalam proses penyelamatan masyarakat baik itu dalam hal keamanan atau kemiliteran dan juga kemanusiaan seperti bencana alam yang terkadang bukan saja menghilangkan dan merusak harta benda tetapi juga memakan korban jiwa, karena TNI akan selalu ada untuk rakyat yang membutuhkan dan setiap Pemerintah serta Instansi juga harus turun bahu membahu dalam proses evakuasi dan penanggulangan bencana alam tersebut.
Diketahui beberapa waktu lalu di bulan November 2025, Provinsi Sumatera Barat terjadi cuaca ekstrim atau yang disebut hidrometeorologi, sehingga beberapa Daerah Kabupaten dan Kota terjadi banjir bandang dan tanah longsor yang berdampak terhadap kehidupan kemanusiaan, lingkungan dan juga institusi pendidikan.
Pada saat acara syukuran atas rampungnya pembangunan jembatan darurat Bailey dan Armco pasca bencana alam hidrometeorologi yang melanda Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu, 28 Januari 2026 yang dihadiri unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta tokoh masyarakat.
Adapun sebanyak enam jembatan berhasil diselesaikan, terdiri dari tiga jembatan Bailey dan tiga jembatan Armco yang tersebar di sejumlah titik terdampak, termasuk wilayah Matur, Candung dan Tanjung Raya. Enam jembatan tersebut dibangun oleh personil Kodim 0304/Agam bersama Batalyon Zeni Konstruksi 12/KJ dan Batalyon Teritorial Pembangunan 897/Singgalang. Batalyon Teritorial Pembangunan 896/SP.
Dikatakan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol diwakili Kasdam Kodam XX/TIB Brigjen TNI Heri Prakoso P.Wibowo, pada arahannya menegaskan pembangunan jembatan ini merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. “Ini untuk menjawab apa yang disampaikan Presiden bahwa negara hadir untuk rakyat.
Pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh unsur hadir bersama rakyat membangun kembali infrastruktur yang terdampak, agar masyarakat tidak merasa sendirian,” selain jembatan, pendataan kerusakan sekolah juga tengah dilakukan untuk memastikan pemulihan sektor pendidikan dapat segera menyusul, ucap Heri Prakoso P.Wibowo.
Menurutnya, kembalinya akses penghubung antar jorong dan antar nagari diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat yang sempat terhenti. Aktivitas pertanian, pendidikan, dan mobilitas warga secara bertahap mulai pulih seiring normalnya infrastruktur dasar.
Dengan adanya jembatan ini, anak-anak bisa kembali sekolah, petani bisa bangkit ekonominya, dan hubungan antar jorong serta antar nagari kembali tersambung. Lebih dari itu, yang terbangun juga jembatan hati di antara kita semua,” katanya.

Selain itu bencana alam hidrometeorologi juga melanda Jorong Sini Air, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam Sumatera Barat berupa banjir bandang di Sungai Batang Mangoe / Batang Mangui yang meruntuhkan jembatan terbuat dari kayu sebagai penghubung antara Jorong Sini Air Nagari Malalak Selatan dengan jalan Bantiang Selatan Nagari Malalak Barat Kecamatan Malalak.
Jembatan Malalak Selatan yang melintasi Sungai Batang Mangoe adalah jalur vital yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, termasuk sektor ekonomi, pendidikan, dan layanan sosial. Dengan runtuhnya jembatan tersebut jadi menghambat penyaluran bantuan logistik ke wilayah Malalak Selatan yang terdampak banjir bandang.
Untuk memudahkan akses warga Malalak Selatan dan Malalak Barat, sebagai sarana warga masyarakat agar cepat sampai tempat tujuan dengan melintasi jembatan, seperti halnya anak-anak pergi dan pulang yang berjalan menuju sekolahnya, begitu juga warga masyarakat.
Maka dilaksanakan proses kegiatan pembangunan jembatan darurat di Nagari Malalak Selatan oleh anggota Yonif TP 897/SGL, Babinsa Kodim 0304/Agam, Polri serta masyarakat,” Jumat, 26 Desember 2026. Pembangunan jembatan darurat ini dilakukan untuk menyambungkan kembali akses warga Malalak Selatan dan Malalak Barat yang sempat terputus karena hancur diterjang banjir bandang.
Kegiatan Manunggal TNI serta peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda / Jembatan Gantung Lubuak Kalikie di Jorong Sini Air Nagari Malalak Selatan Kecamatan Malalak Kabupaten Agam. Sabtu 24 Januari 2026.
Sebagai bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses dan konektivitas antar wilayah, Personel Kodim 0304/Agam bersama Yon TP 897/SGL dan Zidam Jambi Kodam XX/TIB melaksanakan kegiatan pembangunan Jembatan Perintis Garuda (jembatan gantung) di Jorong Sini Air, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.

Dalam pelaksanaan pembangunannya, personil TNI melakukan berbagai pekerjaan fisik, antara lain pengambilan batu untuk pembuatan pondasi, penggalian pondasi tiang jembatan, serta pengumpulan pasir sebagai bahan bangunan. Seluruh kegiatan dilakukan secara gotong royong dan penuh semangat.
Jembatan Perintis Garuda diharapkan dapat menunjang aktivitas sehari-hari warga, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial. Melalui pembangunan jembatan ini, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan kesejahteraan warga sekitar dapat meningkat.
Pembangunan jembatan ini merupakan wujud kepedulian TNI dalam membantu masyarakat, khususnya untuk meningkatkan akses dan konektivitas antar wilayah yang selama ini masih terbatas.
Pekerjaan pembangunan jembatan terus berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan, dengan harapan jembatan ini nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat.
Pelda Endang Purwanto, Komandan Pos (Danpos) pekerjaan jembatan Perintis Garuda, setiap hari memantau pekerjaan dan kondisi lapangan. Melalui anggotanya yang setiap hari melaporkan pelaksanaan kegiatan pembangunan Jembatan Gantung Jorong Sini Air Nagari Malalak Selatan Kecamatan Malalak Kabupaten Agam, Wilayah Kodim 0304/Agam, pada Senin 23 Februari 2026 dengan sasaran sebagai berikut : A. Sasaran Jembatan Gantung Jorong Sini Air Nagari Malalak Selatan Kecamatan Malalak Kabupaten Agam.

Adapun kegiatan hari ini yaitu merangkai besi pondasi tepi jauh, pengecoran anchor tepi dekat, pasang pylon tepi dekat. Pekerjaan fisik : (Pekerjaan Pondasi); a. Mapping lokasi pemasangan anchor: 100%, b. Pengerjaan Penggalian Lubang Anchor Bentangan Bawah: 100 %, c. Pembuatan Garpu & Anchor: 2 %, d. Pemasangan Papan dan Ram Kawat: 0 %, e. Pemasangan Plang Anjuran, Plang Identitas Jembatan dan Pengecatan: 0 %, f. Pembersihan Sektor Jembatan : 100 %. Progres pekerjaan : 52,81 %.
Dikatakan Pelda Endang Purwanto, dalam pekerjaan pembangunan jembatan Perintis Garuda ini, selain faktor cuaca, juga medan lokasi yang menantang, sebab jika tanah digali untuk pondasi, banyak bebatuan besar. Pekerjaan ini murni dikerjakan secara manual tanpa adanya bantuan alat berat untuk memindahkan batuan besar, seperti halnya di tebing cadas pekerjaan membuka kulit atasnya sekitar hampir dua minggu, jadi pekerjaannya dengan memakai peralatan yang ada di lapangan saja.
Melihat keadaan cuaca yang tidak dapat diprediksi mengenai turunnya hujan di sekitar lokasi pekerjaan, kendala cuaca yang sangat berpengaruh, jika hujan turun menghambat pekerjaan. Kita menginginkan pekerjaan pembangunan jembatan Perintis Garuda cepat selesai, jika tidak turun hujan, maka dikerjakan dari pagi hari, siang dan juga malam hari. Sehingga selesainya pekerjaan jembatan Perintis Garuda dapat dimanfaatkan kembali oleh warga masyarakat termasuk anak-anak yang pergi dan pulang sekolah.
Sambil menunggu selesainya pekerjaan jembatan permanen Perintis Garuda, maka untuk sementara waktu warga masyarakat termasuk anak-anak pergi dan pulang sekolah, dapat mempergunakan jembatan darurat dari kayu yang melintasi Sungai Batang Mangoe / Batang Mangui. Dikarenakan jembatan darurat dari kayu, maka untuk kendaraan sepeda maupun sepeda motor tidak dapat melintasi jembatan darurat ini.

Dalam pekerjaan dengan melibatkan personil TNI : Yon TP sebanyak 50 Orang, Kodim 0304/Agam sebanyak 5 orang, Zidam XX/TIB sebanyak 1 Orang, Pusziad sebanyak 2 Orang, dan anggota Yonif TP 897/SGL serta warga Masyarakat sebanyak 10 orang.
Terkait kondisi cuaca, pagi : cerah, Siang : cerah, Sore : mendung. Dan situasi di daerah pembangunan Jembatan : Aman dan Terkendali.
Sinergi antara TNI dan warga terus terjalin dengan baik dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat, ungkapnya.
Mengenai bahan material pembangunan jembatan Perintis Garuda, berupa besi ulir, semen, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya, langsung diterima oleh Babinsa Nagari Malalak Selatan, Serma H. Zainil Afri Dt.Batuah Koramil 09 IV Koto. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






