Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Respons Isu Kenaikan BBM, Gubernur Mahyeldi: Masyarakat Agar Bijak dan Tidak Panik

×

Respons Isu Kenaikan BBM, Gubernur Mahyeldi: Masyarakat Agar Bijak dan Tidak Panik

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari tindakan panic buying menyusul beredarnya isu penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
  • Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa fenomena antrean di sejumlah SPBU dipicu oleh kekhawatiran warga, sementara stok dan distribusi BBM dipastikan dalam kondisi aman serta mencukupi.
  • Pemprov Sumbar terus meningkatkan koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk memantau kondisi lapangan guna menjamin kelancaran distribusi energi di daerah.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id — Pemprov Sumbar mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menyikapi isu akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. Berdasarkan pantauan lapangan, isu kenaikan harga tersebut telah memicu antrean di sejumlah SPBU di sejumlah daerah di Sumbar.

Sementara hingga kini, belum ada informasi sahih tentang kenaikan BBM. Meski demikian, Pemprov Sumbar terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan dengan baik dan tidak terjadi kelangkaan.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah memastikan distribusi BBM dalam kondisi aman,” ujar Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah di Padang, Selasa (31/3/2026).

Menurut Mahyeldi, fenomena antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh kepanikan masyarakat akibat informasi yang belum tentu benar, bukan karena kekurangan pasokan. Oleh sebab itu, pihaknya berharap agar masyarakat tetap bersikap tenang dan bijak sehingga tidak menimbulkan permasalahan lain yang justru dapat memperparah situasi.

Baca Juga:  Jumat Besok, Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Dilantik

“Kalau masyarakat membeli sesuai kebutuhan, maka distribusi akan tetap normal dan tidak terjadi antrean panjang,” katanya.

Gubernur juga menyampaikan, penyesuaian harga BBM merupakan kewenangan pemerintah pusat dan biasanya dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, sebelum ada pengumuman resmi dari pemerintah, ia menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menerima setiap informasi serta tidak terpengaruh dengan berbagai isu yang berpotensi memicu kepanikan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumbar juga akan terus mengintensifkan koordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga stabilitas pasokan energi di daerah. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.