Padang, Khazminang.id – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Muhidi, MM menegaskan, pihaknya tetap komit menciptakan kota yang bersih, indah dan sehat.
“Komitmen tersebut sudah kami laksanakan sejak awal di DPRD Provinsi Sumbar melalui program penataan lingkungan perumahan yaitu pembangunan jalan lingkungan berupa betonisasi,” ujar Muhidi saat menggelar reses perorangan di Masjid Nurul Ibadah, Kelurahan Tanah Sirah Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang diikuti 50 tokoh masyarakat, Rabu (4/2/2026).
Diakuinya, sejak dia duduk di DPRD Provinsi Sumbar, dia sudah melaksanakan pembangunan jalan lingkungan berupa betonisasi di sejumlah tempat, salah satunya di RW 09, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto (KPIK), Kecamatan Koto Tangah.
Selain fokus pada peningkatan konektivitas dan aksesibilitas, katanya, program ini berdampak terhadap peningkatkan kebersihan lingkungan dan mengurangi area becek/berlumpur.
Ia juga mengakui, bahkan jauh sebelum di bercokol DPRD Provinsi Sumbar, dia sudah menjalankan program tersebut saat duduk di DPRD Kota Padang.
Dikatakan, pemerintah saat ini tengah mengkaji alih teknologi untuk pengelolaan sampah, karena permasalahan sampah telah menjadi isu nasional dan bahkan dunia.
Untuk itu, dirinya minta kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan lingkungan dan jangan membuang sampah sembarangan tempat.
“Kalau kita membuang sampah sembarangan, nanti akibatnya juga oleh kita. Saluran tersumbat dan menyebabkan banjir,” kata Muhidi.
Muhidi menyinggung hal itu merespon usulan masyarakat Kelurahan Tanah Sirah Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, yang membutuhkan becak motor (bentor) untuk pengumpulan sampah dari rumah ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Kebutuhan masyarakat terhadap Bentor tersebut disampaikan Ketua Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) Kelurahan Tanah Sirah Nan XX, Mardanis.
Disampaikan, di kelurahan tersebut, setidaknya butuh tiga Bentor untuk mengangkut sampah dari rumah ke TPS.
“Di Kelurahan ini butuh tiga bentor Pak. Yang ada baru dua. Ada satu lagi kami Kanibalkan, tapi sering rusak,” kata Mardanis.
Sejumlah usulan disampaikan masyarakat seperti juga usulan pengadaan ambulan di 13 masjid yang ada di kelurahan tersebut serta usulan tentang pendidikan di jenjang SMP.
Dikatakan Muhidi, usulan yang disampaikan masyarakat diharapkan benar-benar menjadi kebutuhan sehingga bermanfaat dan berdampak langsung terhadap masyarakat. (*)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






