Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Ramlan Nurmatias : Penguatan Nilai Budaya dan Agama Menjadi Pondasi Dalam Menjaga Moral Generasi Muda

×

Ramlan Nurmatias : Penguatan Nilai Budaya dan Agama Menjadi Pondasi Dalam Menjaga Moral Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias foto bersama Bundo Kanduang Kota Bukittinggi dan narasumber

Bukittinggi, khazminang.id- Pemerintah Kota Bukittinggi bersama organisasi Bundo Kanduang Kota Bukittinggi melaksanakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengumpulan Bundo Kanduang Minangkabau di Istana Bung Hatta, Kamis, (7/8/2025).

Pertemuan ini dihadiri Wali Kota Bukittinggi, H.M.Ramlan Nurmatias, S.H., Ninik Mamak, Ketua dan pengurus Bundo Kanduang Kota Bukittinggi serta menghadirkan narasumber, Inyiak Dt. Palang Gagah dan Bundo Prof. Dr. Ir. Raudha Reno Thaib.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Kegiatan ini menyoroti peran strategis organisasi Bundo Kanduang dalam menghadapi tantangan bonus demografi 2035, yang diperkirakan akan berdampak pada tiga sektor utama, pendidikan, sosial masyarakat dan lapangan pekerjaan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk menjaga adat dan budaya Minangkabau, memperkuat kelembagaan Bundo Kanduang, serta menjadikan Bukittinggi sebagai kota budaya dan perjuangan yang membanggakan.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah terhadap penguatan kapasitas organisasi Bundo Kanduang. Pemerintah Kota Bukittinggi mendorong agar pendidikan adat dan budaya terus ditanamkan sejak dini, termasuk melalui keluarga dan lingkungan.

Baca Juga:  DPRD Bersama Pemerintah Kota Bukittinggi Gelar Rapat Kerja Penyusunan Kalender Pemerintahan 2026

Penguatan nilai budaya dan agama menjadi pondasi dalam menjaga moral generasi muda. Kita juga perlu mempersiapkan strategi untuk menghadapi tantangan demografi, sosial, dan ekonomi ke depan, tegas Wali Kota.

Ramlan Nurmatias juga menyampaikan, Bukittinggi memiliki posisi strategis dalam sejarah bangsa, termasuk sebagai kota perjuangan dan tempat kelahiran tokoh nasional, Bung Hatta. Oleh karena itu, nilai-nilai perjuangan dan kebudayaan yang dimiliki harus terus diperkuat dan diwariskan, ucap Ramlan Nurmatias.

Sementara itu Ketua Bundo Kanduang Kota Bukittinggi, Ir. H. Nelyati, M.Si, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, wawasan,m dan sinergi antar pengurus Bundo Kanduang dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus organisasi, tokoh adat dan masyarakat dalam pelestarian budaya Minangkabau.

Diharapkan kegiatan ini mampu memperkuat peran strategis Bundo Kanduang dalam menghadapi tantangan sosial, budaya, dan moral di tengah arus globalisasi. Bundo Kanduang diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi penerus dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, kita angkat tema Tata Taratik Perempuan Minangkabau, serta nilai- nilai adat dan budaya sebagai warisan yang harus dijaga dan diwariskan, ujarnya.

Baca Juga:  Beasiswa PSP 2025 dari ParagonCorp Untuk Mahasiswa Baru, Ini Syaratnya

Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan penyerahan enam buku karya Bundo Raudha Reno Thaib kepada peserta. Buku-buku tersebut antara lain, Alam Takambang Jadi Guru, Carito Niek Reno, Pakaian Adat Kebesaran, Sumbang Duo Baleh, Pakaian Perempuan Adat Minangkabau dan Pelaminan Minangkabau.

Acara ini juga disponsori oleh BPRS Jam Gadang yang turut memberikan dukungan penuh, termasuk program tabungan. (Iwin SB)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.