Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Pertemukan Seniman Patung Lintas Negara, The Arby Samah International Sculpture Residency 2026 Resmi Dibuka

×

Pertemukan Seniman Patung Lintas Negara, The Arby Samah International Sculpture Residency 2026 Resmi Dibuka

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Sebanyak 18 seniman patung dari Indonesia dan berbagai negara berpartisipasi dalam The Arby Samah International Sculpture Residency & Exhibition 2026 di Taman Budaya Sumatera Barat.
  • Perhelatan yang digelar sebagai penghormatan bagi tokoh seni patung abstrak Arby Samah ini bertujuan memfasilitasi pertukaran budaya internasional sekaligus mempromosikan kekayaan tradisi Minangkabau.
  • Pemerintah daerah dan Balai Pelestarian Kebudayaan berharap agenda ini dapat memperkuat ekosistem seni rupa lokal serta mendorong pematung muda Ranah Minang bersaing di kancah global.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id — Potensi para pematung yang lahir dari Sumbar sangat besar. Dari para pematung yang eksis dan berkibar saat ini, sebagian besar berasal dari Ranah Minang. Beranjak dari pemikiran tersebut agar bakat-bakat pematung bermunculan, The Arby Samah International Sculpture Residency & Exhibition 2026 dihelat.

Selama sepekan, sejak Kamis (8/10/2026) hingga Rabu (14/10/206), sebanyak 18 seniman patung yang berasal dari berbagai negara di dunia dan Indonesia, unjuk kebolehannya. Memanfaatkan gedung di Taman Budaya yang terbengkalai, masyarakat dapat menyaksikan langsung para seniman tersebut mengolah kayu dan batu menjadi sebuah karya yang sungguh membuat takjub.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Ahmad Zakry saat pembukaan, Jumat (9/10/2026) menyampaikan apresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Adalah suatu kehormatan bagi Sumbar ketika para seniman dari berbagai negara datang dan berkumpul di sini.

“Momen The Arby Samah International Sculpture Residency & Exhibition ini dapat juga dijadikan ajang berbagi pengalaman dan mengeksplorasi karya seni dengan seniman di Sumbar,” katanya.

Baca Juga:  Muhammad Marchendo Androgie Siap Pimpin DPW BM PAN Sumbar

Pertemuan seniman lintas negara ini juga menjadi kesempatan penting bagi para seniman untuk memperkuat pertukaran budaya. Momen ini juga dapat memperkuat posisi Sumbar sebagai ruang pertemuan seniman internasional sekaligus memperkenalkan potensi seni patung dan kebudayaan Minangkabau kepada dunia. Sebab setiap negara memiliki karakteristik seni tersendiri yang dapat saling dikenalkan melalui dialog dan proses kreatif.

“Kita berharap pertemuan dari berbagai negara di Sumatera Barat ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mendalami dan menghargai budaya masing-masing. Kita juga berharap terjadi dialog kebudayaan di antara para seniman,” ujarnya.

Para pematung yang ambil bagian dalam helat dengan kurator Ali Umar ini adalah Angga Elpatsa, Ardim, Irwanto, John Hardi, Jon Wahid dan Lara Forma dari Indonesia, Bettina Vogel (Jerman), Don Wrigth (Australia), Iwano Mashahito (Jepang), Laxman Bhujel (Nepal), Niles Shakya (Nepal), Noor Nazirah (Malaysia), Sung Baeg Cho (Korea Selatan), Totok Basuki (Australia), Tsa Yu Han (Taiwan), Ema Kissova (Slovakia) dan lainnya.

Para pematung lintas negara foto bersama plt. Kadis Kebudayaan Sumbar.

Direktur Program, Anita Dikarina, M.Si., mengatakan penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil proses persiapan dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Gagasan tersebut mulai dirintis sejak 2025 melalui dialog mengenai pemanfaatan ruang-ruang terbuka di Taman Budaya Sumatera Barat sebagai tempat seniman berekspresi.

Baca Juga:  Dibiayai oleh Keluarga Syamsir Alam Rp3,2 Miliar, Masjid SMAN 1 Sumbar Diresmikan

Iven ini dapat terselenggara tak terlepas dari dukungan Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Indonesiana dan LPDP, Pemprov Sumbar, Pemko Payakumbuh, serta para seniman dan pihak lain yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari proses kreatif yang mempertemukan seniman dengan latar belakang dan pengalaman berbeda dalam satu ruang berkarya,” katanya.

Kurator kegiatan, Ali Umar, S.Sn., menjelaskan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang perjumpaan gagasan, material, bentuk, dan pengalaman artistik yang melampaui batas geografis.

Nama Arby Samah diangkat sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu tokoh penting dalam perkembangan seni patung abstrak Indonesia. Semangat eksplorasi dan keberaniannya dalam mengembangkan seni patung abstrak menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan kegiatan ini.

Selain berkarya di Taman Budaya Sumatera Barat, peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan pengenalan budaya Minangkabau, termasuk kunjungan ke Payakumbuh, perkampungan adat, pengalaman Makan Bajamba dan Pencak Silat, serta kunjungan ke Bukittinggi.

Sementara Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat, Nurmatias, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem seni patung di daerah. Ia menyebut Sumatera Barat memiliki sejarah dalam perkembangan seni patung Indonesia dan telah melahirkan sejumlah tokoh pematung.

Baca Juga:  Wawako Bukittinggi : Sebagian Besar Harga Bahan Pokok di Pasar Bawah Masih Relatif Stabil

Ia berharap dukungan pemerintah terhadap kegiatan kebudayaan dapat terus berlanjut, terutama untuk mendorong pematung muda Sumatera Barat agar berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional.

“Harapan kita, pematung muda di Sumatera Barat bisa berkembang menjadi seniman yang dikenal di tingkat dunia. Mudah-mudahan kebudayaan menjadi rumah di negerinya sendiri,” tuturnya. (devi)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.