Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Perluas Pasar UMKM Sumbar dengan Go Digital

×

Perluas Pasar UMKM Sumbar dengan Go Digital

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mendorong pelaku UMKM untuk segera melakukan transformasi digital guna memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah secara berkelanjutan.
  • Hasil tinjauan di Pasar Ateh Bukittinggi menunjukkan bahwa mayoritas pedagang masih mengandalkan transaksi tatap muka dan belum memanfaatkan platform digital atau lokapasar secara optimal.
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen memberikan pendampingan dan program pembinaan guna mempercepat digitalisasi UMKM agar pelaku usaha lokal mampu bersaing di era ekonomi digital.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Bukittinggi, Khazminang.id — Pemprov Sumbar mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk segera bertransformasi ke pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar. Digitalisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Demikian disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat meninjau aktivitas pedagang Pasar Ateh Bukittinggi pada hari ketiga Idulfitri 1447 H, Senin (23/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, gubernur berdialog langsung dengan para pedagang dan menemukan bahwa sebagian besar transaksi masih bergantung pada penjualan langsung atau tatap muka antara penjual dan pembeli di toko.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Ke depan, UMKM perlu memanfaatkan platform digital agar jangkauan pemasaran tidak hanya terbatas pada pengunjung yang datang langsung,” ujar Mahyeldi.

Jika UMKM sudah go digital, maka pasar akan semakin luas dan peluang peningkatan pendapatan juga semakin besar.

Salah seorang pedagang di Pasar Atas Kota Bukittinggi, Reni, pemilik toko bordir yang menjual mukena di Pasar Ateh mengungkapkan, mayoritas pembelinya berasal dari luar daerah, terutama saat momen libur Lebaran.

Baca Juga:  Safari Ramadan di Suliki, Pemprov Komit Dukung Pembangunan Infrastruktur Keagamaan

“Kalau pembeli, rata-rata dari luar daerah, Pak,” ujar Reni.

Namun demikian, ia mengaku belum memanfaatkan platform digital secara optimal dalam memasarkan produknya.

“Kami belum jual di marketplace, Pak. Paling hanya lewat WhatsApp saja untuk pelanggan tetap. Jadi mayoritas pelanggan kami adalah pembeli yang datang langsung ke toko,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa potensi pengembangan UMKM melalui digitalisasi masih sangat terbuka. Pemprov Sumbar berkomitmen untuk terus mendorong transformasi digital UMKM melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan, sehingga pelaku usaha lokal mampu bersaing dan berkembang di era ekonomi digital. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.