Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Pemko Padang Tidak Izinkan Ritel Luar Masuk

×

Pemko Padang Tidak Izinkan Ritel Luar Masuk

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmen untuk melarang operasional ritel dari luar Sumatra Barat guna melindungi serta memperkuat eksistensi pengusaha dan produk UMKM lokal.
  • Seluruh gerai ritel lokal di Kota Padang diwajibkan menyediakan ruang khusus atau pojok produk UMKM lokal sebagai upaya strategis dalam memasarkan produk unggulan daerah.
  • Pemerintah mengimbau pelaku UMKM untuk meningkatkan standar kualitas produk, estetika kemasan, serta melengkapi sertifikasi Halal dan BPOM guna memenuhi kualifikasi pasar ritel modern.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id – Pemerintah Kota Padang terus berkomitmen untuk tidak mengizinkan brand luar Sumbar untuk mengembangkan usahanya di Kota Padang. Hal ini sekaligus mempertegas upaya dan rencana Pemko agar UMKM lokal dapat naik kelas.

“Kita komit untuk memperkuat keberadaan UMKM lokal. Salah satunya dengan memasarkan produk UMKM di ritel lokal di Kota Padang,” kata Pj Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa saat menerima kedatangan sejumlah pengusaha ritel brand lokal, di ruang kerjanya di Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (30/3/2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Dikatakan, pihaknya tidak mengizinkan ritel luar Sumbar beroperasi di Padang tujuannya adalah agar pengusaha ritel brand lokal punya keberpihakan. Nantinya, di tiap ritel lokal akan diisi produk UMKM lokal.

“Di ritel lokal nanti disiapkan pojok bagi brand lokal, isinya nanti produk UMKM lokal kita,” sebut Raju.

Agar produk UMKM lokal dapat menjadi “raja” di rumah sendiri, pengusaha ritel minta supaya UMKM lokal meningkatkan kualitas produk. Produk yang ada selama ini agar lebih baik kualitasnya dari sebelumnya.

Baca Juga:  Kloter 05 Mendarat di BIM, Jemaah Haji Asal Bengkulu Langsung Diterbangkan ke Daerah Asal

“Pengusaha minta agar produk UMKM memiliki sertifikat halal dan BPOM, karena setiap pengusaha ritel tentunya punya standar agar produk dapat terjual habis,” ungkap Pj Sekdako.

Tidak itu saja. Pengusaha ritel juga mengharapkan agar produk UMKM lokal memiliki kemasan yang lebih baik. Kemasan menarik dan eye catching akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli. Kualitas barang diharapkan lebih baik dari sebelumnya.

“Soal kemasan, kita punya Rumah Kemasan di Koto Tangah yang dibina Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian, sementara untuk peningkatan kualitas barang ada di bawah binaan Dinas Koperasi dan UKM, pemilik UMKM kita silahkan untuk berkoordinasi dengan dinas tersebut,” kata Raju.

Selama ini, cukup banyak produk UMKM yang dijual di pasaran. Pj Sekda berharap, pelaku UMKM lebih kreatif dalam membuat produk dan memasarkannya. Mempunyai ciri khas dan produk yang variatif dengan UMKM lain.

“Kami mengimbau seluruh pelaku UMKM agar meningkatkan kualitas, menjaga integritas, menggunakan bahan yang baru, halal, dan sehat, serta mengikuti prosedur yang benar,” kata Raju.

Baca Juga:  Dibiayai oleh Keluarga Syamsir Alam Rp3,2 Miliar, Masjid SMAN 1 Sumbar Diresmikan

Di pertemuan dengan pengusaha ritel brand lokal itu, nampak hadir perwakilan dari sejumlah ritel ternama, seperti Budiman Swalayan, SJS Plaza, Aciak Mart, Raudah, Pelangi Mart, Singgalang Mart, Dalas, Dayu Mart, Citra Group, Tetha Mart, serta Pusat Buah. (*/Diskominfo)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.