Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Pelangi di Mars, Membangun Imajinasi Anak Lewat Film Fiksi Ilmiah Karya Anak Bangsa

×

Pelangi di Mars, Membangun Imajinasi Anak Lewat Film Fiksi Ilmiah Karya Anak Bangsa

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Film fiksi ilmiah "Pelangi di Mars" produksi Mahakarya Pictures mencatatkan antusiasme tinggi dari penonton keluarga di berbagai kota besar selama masa libur Lebaran.
  • Karya sinematik ini dirancang untuk memacu daya imajinasi serta kemampuan berpikir kritis anak melalui narasi bertema ilmu pengetahuan dan teknologi guna mengalihkan ketergantungan terhadap gawai.
  • Menyusul keberhasilan penayangan perdana, tim produksi berkomitmen untuk mengembangkan sekuel film tersebut sebagai upaya menghadirkan tontonan anak yang berkualitas dan inspiratif bagi calon pemimpin masa depan.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id – Pelangi di Mars, hadir menjadi tontonan menarik bagi keluarga Indonesia. Film science fiction (fiksi ilmiah) itu, seakan membangunkan anak-anak Indonesia yang saat ini cendrung fokus dengan gadget di tangan sekaligus menyentuh kepedulian orangtua tentang masa depan anaknya.

Ini tentang mimpi besar yang akan terwujud di masa datang. Sebab anak-anak hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Imajinasi mereka mesti diasah sejak dini, salah satunya dengan memperkenalkan ilmu dan teknologi lewat tayangan film ini yang merupakan karya spektakuler anak bangsa.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Oleh sebab itu, tak mengherankan jika memasuki hari kelima penayangannya, Senin (23/03/2026), Pelangi di Mars produksi Mahakarya Pictures ini mampu menyedot minat penonton para orangtua dan anak-anaknya. Momen yang pas pula bertepatan dengan libur panjang Lebaran, nonton di bioskop menjadi salah satu pilihan mereka.

Petang itu, kursi Studio 5 Cinema XXI Plaza Andalas Padang, penuh terisi. Anak-anak didampingi orangtua mereka, antusias untuk menyaksikan film menggunakan teknologi tinggi yang bercerita tentang seorang gadis yang lahir di Planet Mars. Dia berpetualang dengan rekan-rekannya para robot terbengkalai untuk menemukan mineral langka zeolith omega yang diyakini dapat memurnikan air di bumi, sebab saat itu air di bumi telah tercemar.

Baca Juga:  OMG Gelar Mudik Gratis Bagi “Pejuang Glow Up Ramadan” dan Bagikan Ratusan THR

“Saya memenuhi keinginan anak untuk menonton film ini. Mereka sudah dengar sinopsisnya dan sangat ingin menyaksikan langsung petualangan Pelangi dalam film ini,” ujar Dewi, salah satu orangtua yang petang itu membawa 2 orang anaknya menonton.

Film fiksi ilmiah, Pelangi di Mars, hadir menjadi tontonan menarik bagi keluarga Indonesia.

Sementara itu, Produser  Film Pelangi di Mars, Dendy Renando didampingi Sutradara,  Upie Guava menyebut, pembuatan film ini telah dimulai sejak 5 tahun lalu. Keinginannya membuat film itu beranjak dari kegalauannya sebagai orangtua melihat perkembangan anaknya dan juga anak-anak lainnya di tanah air yang sangat minim film lokal untuk anak yang bisa menjadi ikon atau panutan.

“Setelah melewati pemikiran panjang, akhirnya kami sepakat untuk membuat film science fiction (fiksi ilmiah) untuk anak yang diharapkan dapat sebagai pembuka pintu imajinasi anak-anak untuk berpikir ilmiah dan kritis,” terang Dendy.

Lalu, pihaknya meramu sedemikian rupa sesuai alur pemikiran anak-anak tentang sosok di film itu yang bisa jadi kebanggaan mereka, salah satunya adalah Robot Batik yang peduli untuk menyelamatkan bumi. Lewat film itu, pihaknya berharap anak-anak di masa depan dapat berpikir kritis dan ilmiah serta berkontribusi bagi peradaban yang lebih baik.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial : Seluruh Kegiatan Tahun Anggaran 2026 Masuk Dalam RKPD

“Harapan kami sederhana, yaitu bakal lahir pemimpin-pemimpin hebat dengan pemikiran yang brilian untuk Indonesia maju. Sebab para pemimpin dunia dan orang sukses saat ini, mereka adalah anak-anak yang dulunya kenyang dengan tontotan science fiction yang mampu memacu imajinasinya,” ujar Dendy.

Ditambahkan Upie Guava, sejatinya anak-anak itu memiliki mimpi yang besar, ingin menjadi astronot, pilot, dokter, tentara dan berbagai profesi lainnya. Mereka ingin  menaklukkan dunia. Tetapi kondisi anak-anak saat ini sangat mengkhawatirkannya. Dunia anak-anak terjebak pada benda pipih bernama ponsel.

“Lewat film ini, kami hadir bagi keluarga Indonesia memberikan pilihan terbaik bagi masa depan mereka agar mereka berani membangun mimpi besar untuk menaklukan dunia,” ujar Upie.

Dari alur cerita yang dibangun dan dengan sambutan penonton yang antusias, menurut Upie, pihaknya akan membuat sekuel Pelangi di Mars. Meski tidak mudah untuk membuat film science fiction ini dengan tantangan yang luar biasa, namun mereka menyatakan siap demi tontonan anak-anak Indonesia yang berkualitas.

Para cast dan crew yang menghidupkan film ini, juga antusias untuk berjumpa dengan penontonnya dengan mengunjungi Kota Medan (Cinepolis Plaza Medan Fair), Pekanbaru (SKA Pekanbaru XXI), Padang (Plaza Andalas XXI), dan Palembang (CGV Social Market).

Baca Juga:  BRI Region 3 Padang Salurkan 305 Set Kompor Gas untuk Korban Bencana di Kabupaten Agam

“Penonton yang menyaksikan film Pelangi di Mars di bioskop berkesempatan untuk bertemu langsung dengan orang-orang di balik film anak yang mendorong maju perfilman Indonesia ini,” katanya. (devi)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.