Padang-Bukan rahasia umum lagi, para tokoh-tokoh politik tidak hanya berminat menjadi legislatif, tapi juga ingin terlibat di olahraga terutama olahraga yang diminati masyarakat, sepeti cabang olahraga sepakbola.
Di Sumatera Barat ini contohnya, entah benar ingin memajukan olahraga atau hanya sekedar menambah Curriculum Vitae (CV), tapi para tokoh politik ini rela turun gunung demi ingin memimpin cabang olahraga (cabor), salah satunya cabor sepakbola.
Tingginya minat pelaku politik memimpin organisasi olahraga, membuat tokoh olahraga yang ingin membangun olahraga menjadi tegelam. Mereka malas untuk maju, karena pastinya akan dikalahkan trik politik dari tokoh politik.
“Bagaimana kami mau maju, lawan kami orang politik. Tentu sulit kami mengalahkan mereka, karena mereka punya trik politik dan memanfaatkan kekuasaan mereka untuk memenangkan sebuah kompetisi,” terang salah satu tokoh sepakbola Sumbar yang enggan namanya disebutkan kepada Khazminang, Senin (10/11/25).
”Mungkin mereka belum puas dengan kepopuleran di panggung politik, dan beralih ke pentas sepakbola,” lanjutnya.
Seperti diketahui, induk organisasi sepakbola Sumbar yakni Asprov PSSI Sumbar akan memilih ketua umum yang baru. Panitia pelaksaan musyawarah PSSI Sumbar juga telah melakukan tahapan persiapan, salah satunya tahapan pendaftaran bakal calon ketua umum.
Pendaftaran sendiri telah ditutup, Minggu, 9 November lalu, di mana tiga bakal calon menyatakan kesiapan untuk maju menjadi nahkoda PSSI Sumbar.
Tiga calon ini merupakan tokoh politik yang juga anggota legislatif. Tiga tokoh politik itu, Indra Dt Rajo Lelo (Anggota DPRD Sumbar) yang juga Incumbent, Arisal Aziz (anggota DPR RI) dan Andre Roseade (anggota DPR RI).
Mendaftarkannya tiga tokoh politik Sumbar ini juga dibenarkan Ketua Komite Pemilihan Musprov PSSI Sumbar, Batimus. “Ya, tiga tokoh telah mendaftar ke panitia. Tiga tokoh itu, Indra Dt Rajo Lelo, Arisal Aziz dan Andre Rosiade,” ujar Batimus yang dihubungi via ponselnya, Senin (10/11/25).
Katanya, untuk memastikan apa tiga bakal calon ini bisa menjadi calon, komite pemilihan akan melakukan verifikasi selama satu pekan.
“Kami akan melakukan verifikasi bakal calon ini, pada 15 November akan kami umumkan siapa yang akan menjadi calon,” tegasnya.
Pada musprov PSSI mendatang, calon akan memperebutkan 28 suara, masing-masing 19 Askot/Askab PSSI, 6 klub yang merupakan tim yang ikut kompetisi 2024 lalu, dan 3 asosiasi. Tiga asosiasi itu, pelatih, futsal dan sepakbola wanita.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






