Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Kunjungan PB Paguyuban Pasundan ke Padang, Warga Sunda dan Minang Dipersatukan oleh Nilai yang Sama

×

Kunjungan PB Paguyuban Pasundan ke Padang, Warga Sunda dan Minang Dipersatukan oleh Nilai yang Sama

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Gubernur Sumatera Barat dan Wali Kota Padang menyambut kunjungan silaturahmi Pengurus Besar Paguyuban Pasundan bersama Angkatan Muda Siliwangi (AMS) guna mempererat hubungan antarlembaga dan lintas etnis.
  • Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam membangun kolaborasi budaya serta memperkuat ikatan persaudaraan antara masyarakat Sunda di perantauan dengan masyarakat Minangkabau.
  • Kegiatan tersebut menekankan pentingnya merawat harmoni dan nilai-nilai adat dalam keberagaman sebagai fondasi utama untuk menjaga persatuan di tengah masyarakat.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id – Kunjungan Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Bandung, Dr. Kunkunrat dan rombongan ke Padang, disambut hangat oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Selasa (17/03/2026).

Hal serupa juga dirasakan ketika Dr. Kunkunrat dan rombongan didampingi Pengurus Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Sumbar dijamu Pemerintah Kota Padang sekaligus buka puasa bersama di Youth Center Bagindo Aziz Chan. Dr. Kunkunrat disambut langsung oleh Walikota Padang, Fadli Amran.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Turut hadir unsur Forkopimda Kota Padang, para tetua adat dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Bundo Kanduang, serta para pengurus paguyuban lintas etnis dan budaya Kota Padang.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta membangun jembatan kolaborasi budaya antara masyarakat Sunda di perantauan dengan masyarakat Minangkabau,” kata Kunkunrat.

Dia juga mengatakan, pertemuan ini merupakan manifestasi penting dalam menumbuhsuburkan kembali rasa persaudaraan antarbudaya yang belakangan mulai memudar.

“Pertemuan ini adalah pengingat bahwa persaudaraan antarbudaya tidak boleh luntur oleh zaman. Kita menyadari, peradaban besar tidak lahir dari kekuatan semata, tetapi dari kemampuan menjaga dan merawat persaudaraan yang melampaui waktu. Dari sanalah kemaslahatan kehidupan tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Bukittinggi Gelar FKP Rancangan Awal RKPD 2027

Ketua AMS Sumatera Barat, Amin Prabu yang mendampingi rombongan juga menegaskan, silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan fisik, tetapi juga pertemuan nilai dan rasa.

“Silaturahmi ini bukan hanya mempertemukan orang dengan orang, tetapi mempertemukan rasa dengan rasa. Orang Sunda dan orang Minangkabau dipersatukan oleh nilai yang sama: adat, kehormatan, dan persaudaraan. Dari sinilah jembatan kebudayaan itu hidup dan terus mengalir,” ujarnya.

Semangat kebersamaan ini diharapkan terus tumbuh, menjadi fondasi dalam merawat harmoni, serta memperkuat persatuan dalam keberagaman di tengah kehidupan masyarakat. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.