Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Headline

Kualitas Udara Memburuk, Warga Diimbau Tak Bakar Sampah Sembarangan

×

Kualitas Udara Memburuk, Warga Diimbau Tak Bakar Sampah Sembarangan

Sebarkan artikel ini
CAMAT Pauh, Yandry, Anggota DPRD Padang, Yusri Latif pada acara pertemuan rutin Bundo Kanduang Pauah, Kamis (13/8). RYN
Singkatnya Gini...
  • Fenomena kabut asap menyelimuti Kota Padang dan sebagian wilayah Sumatera Barat akibat minimnya curah hujan serta kiriman asap kebakaran hutan dan lahan dari Riau dan Sumatera Selatan.
  • Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau mencatat bahwa meski jarak pandang terganggu oleh fenomena *haze*, kualitas udara secara umum di Sumatera Barat masih dalam kategori baik hingga sedang.
  • Pemerintah setempat dan DPRD Kota Padang mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta tidak membakar sampah atau lahan.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id– Kualitas udara di sebagian besar daerah di Sumatera Barat semakin memburuk sejak beberapa waktu terakhir. Kondisi ini diduga akibat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dan Sumatera Selatan.

Pada Kamis (13/8) pagi, kabut asap terpantau cukup tebal menyelimuti langit Kota Padang dan menghambat cahaya matahari menembus bumi Ranah Minang.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Yudha Nugraha, menjelaskan bahwa kondisi udara kabur di Kota Padang dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah fenomena haze alias kabut asap.

Yudha mengatakan, bahwa udara berkabut yang menyelimuti langit Kota Padang dan sebagian daerah di Sumatera Barat, disebabkan oleh beberapa faktor.

“Kekaburan udara saat ini disebabkan oleh partikel-partikel udara kering. Penyebabnya bisa dari pembakaran, polusi, dan sebagainya,” katanya.

Menurutnya, asap kiriman dari provinsi tetangga yang mengalami kebakaran lahan dan hutan yang cukup hebat juga mengakibatkan kabut di wilayah Kota Padang.

Baca Juga:  Sah! DPRD Sumbar Setujui Ranperda Perubahan APBD Tahun 2025 Menjadi Perda

Yudha mengatakan bahwa pergerakan angin saat ini bertiup dari arah tenggara, meliputi wilayah Dharmasraya, Solok Selatan, Sijunjung, hingga Bengkulu.

Selain potensi kiriman asap, minimnya curah hujan di wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir menjadi penentu utama terjadinya fenomena haze.

“Berdasarkan data kami, selama tiga hari terakhir hujan di wilayah Sumatera Barat cenderung sangat minim. Kondisi ini membuat partikel-partikel kering di permukaan lebih mudah terangkat ke atmosfer,” jelasnya.

Akibat terangkatnya partikel kering tersebut, udara menjadi tampak buram sehingga masyarakat melihatnya seperti kondisi berkabut atau berasap.

Meski pandangan mata terganggu oleh udara kabur, BMKG mencatat kualitas udara di wilayah Sumatera Barat secara umum masih berada pada rentang kategori baik hingga sedang.

Anggota DPRD Kota Padang, Yusri Latif, S.HI ditemui di pertemuan rutin bulanan Bundo Kanduang Pauah di aula Kantor Camat Pauh, Kamis (13/8) mengatakan, untuk mengantisipasi dampak kesehatan, ia mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan.

“Masyarakat diimbau mengurangi kegiatan di luar ruangan, menggunakan masker jika beraktivitas di luar,” ajak Latif.

Baca Juga:  Bersama Suharto dan Gus Dur, Tiga Pejuang Ranah Minang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Sembari tetap mewaspadai perubahan kondisi cuaca akibat kabut asap, Ketua DPC PKB Kota Padang itu juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan pembakaran sampah atau lahan. Karena kegiatan ini dikhawatirkan akan memperparah keadaan.

Camat Pauh, Yandry, S.STP, M.PA juga mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai perubahan cuaca akibat terdampak kabut asap. Apalagi di Kec. Pauh, sebagian besar daerahnya juga dikelilingi ladang dan area persawahan.

“Kami juga imbau masyarakat petani dan peladang untuk tidak membakar secara sembarangan. Tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” imbau Yandry. Ryan Syair

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.