Jakarta, Khazminang.id — Konferensi Wakaf Internasional bakal dihadiri sejumlah tokoh penting nasional dan internasional. Dari konfirmasi yang diterima panitia, di antara tokoh besar yang telah menyatakan kehadirannya adalah Wakil Presiden RI ke-13 Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Kairo Prof. Dr. Muhammad Ad-Duwaini, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, dan Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.
Keempatnya dijadwalkan menjadi pembicara utama dalam forum bergengsi yang akan dihelat di Padang pada 15 – 16 November 2025.
“Kita sangat bersyukur, sejumlah tokoh besar dari dalam dan luar negeri telah memastikan kehadirannya. Ini pertanda bahwa semangat wakaf bukan hanya menjadi perhatian nasional, tetapi juga mendapat tempat di hati para tokoh dunia Islam,” ujar Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Menurut gubernur, penyelenggaraan Konferensi Wakaf Internasional ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pondok Modern Darussalam Gontor. Kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan gagasan baru dan solusi konkret dalam pengelolaan wakaf produktif.
“Kami ingin menjadikan Sumatera Barat sebagai pusat lahirnya ide-ide segar tentang wakaf produktif. Dengan kolaborasi lintas sektor, wakaf dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi umat,” tuturnya.
Senada dengan itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri menerangkan, selain menghadirkan 28 pembicara dari dalam dan luar negeri, panitia juga menyiapkan enam agenda utama yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Rangkaian kegiatan ini dirancang agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.
Ia pun merinci keenam agenda utama tersebut, meliputi:
- Konferensi Wakaf Internasional;
- Pelatihan dan Sertifikasi Nazhir Wakaf Kompeten;
- Pameran Produk Wakaf;
- Waqf and Investment Gathering;
- Waqf Goes to School/Campus; dan
- Silaturahmi Nasional Ulama dan Pengasuh Pesantren.
“Enam agenda ini sengaja kami susun, agar hasilnya tidak berhenti ditataran wacana, tapi bisa langsung diterapkan di lapangan. Masyarakat perlu melihat bahwa wakaf produktif itu nyata manfaatnya, bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi juga sosial dan spiritual,” terang Zakri.
Konferensi ini diharapkan menjadi tonggak baru kebangkitan ekonomi umat sekaligus memperkuat citra Sumbar sebagai daerah yang religius dan berperan aktif dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. (adpsb/devi)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






