Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Daerah

Kementrian PKP RI Komit Percepat Realisasi Pembangunan Huntap bagi Korban Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan

×

Kementrian PKP RI Komit Percepat Realisasi Pembangunan Huntap bagi Korban Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan

Sebarkan artikel ini
Dirjen Kawasan Pemukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur (kanan) bersama Bupati Hendrajoni, Wakil Bupati Risnaldi (tengah) dan Kapolres Pessel AKBP Dery Indra (kiri) saat peninjauan lokasi Huntap di Kenagarian Talaok, Kecamatan Bayang, Pessel

Painan, Khazminang.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat realisasi pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan.

Komitmen tersebut ditandai dengan peninjauan langsung lokasi rencana pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Kenagarian Talaok, Kecamatan Bayang, oleh Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Ir. Fitrah Nur, M.Si, bersama Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni dan segenap jajaran, Jumat (26/12/2025).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Turut hadir Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnadi, Kapolres Pessel, AKBP. Derry Indra S.Ik, Kodim 0311 Pessel, Sekda Pessel, Zainal Arifin, Kalaksa BPBD Mulyandri dan Wali Nagari setempat Ilwardi.

Peninjauan lapangan ini merupakan bagian dari tahapan awal percepatan pemulihan pascabencana yang sebelumnya melanda wilayah Bayang Utara dan sekitarnya, menyebabkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mencatat sedikitnya 114 kepala keluarga terdampak bencana akan menjadi penerima manfaat program hunian tetap yang pembangunannya dibiayai oleh pemerintah pusat.

Baca Juga:  Bupati Pesisir Selatan Paparkan Kondisi Terkini Pascabencana yang Melanda Daerahnya Saat "Groundbreaking"

Lokasi Huntap direncanakan berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare di Nagari Talaok, yang telah dipersiapkan secara khusus oleh pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran pembangunan.

Seluruh proses pembebasan lahan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pesisir Selatan, sebagai bentuk keseriusan daerah dalam mendukung program nasional pemulihan pascabencana.

Di kesempatan itu, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menegaskan, pembangunan hunian tetap menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga yang rumahnya rusak berat bahkan hanyut akibat terjangan bencana alam.

Menurutnya, kehadiran hunian permanen akan memberikan kepastian tempat tinggal yang aman sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

“Ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk memastikan masyarakat memiliki hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan. Kami berkomitmen penuh untuk mendukung pembangunan Huntap ini,” ujar Hendrajoni.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat, khususnya Kementerian PKP, yang dinilai responsif terhadap kondisi darurat yang dialami masyarakat Pesisir Selatan.

Sementara itu, Dirjen Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur, menyampaikan bahwa secara keseluruhan pemerintah pusat menyiapkan pembangunan 600 unit hunian tetap di Provinsi Sumatera Barat pada tahap awal.

Baca Juga:  Bupati Tanah Datar dan Agam Sepakat Tutup Pendakian ke Gunung Marapi Secara Permanen

Hunian tersebut diprioritaskan bagi warga yang rumahnya hilang atau hanyut akibat banjir bandang dan longsor, dengan daerah yang telah siap lahan menjadi fokus utama pembangunan.

Fitrah Nur menjelaskan, setiap unit rumah yang dibangun berukuran tipe 36 dan akan dilengkapi dengan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan lingkungan dan sistem drainase.

Ia menambahkan, koordinasi intensif dengan pemerintah daerah terus dilakukan agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai target waktu dan spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah pusat dan daerah merencanakan pelaksanaan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Huntap pada Selasa pekan depan, yang dijadwalkan dipimpin langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman sebagai simbol dimulainya pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di Pesisir Selatan. (Milhendra Wandi)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.