×

Iklan


Kembangkan Usaha Kreatif dan Kesenian , PPMTI Batang Kabung Terima Bantuan Kemensos Rp50 Juta

26 Februari 2024 | 13:09:39 WIB Last Updated 2024-02-26T13:09:39+00:00
    Share
iklan
Kembangkan Usaha Kreatif dan  Kesenian , PPMTI Batang Kabung Terima Bantuan Kemensos Rp50 Juta
Tim Kesenian MTI Batang Kabung dalam sebuah penampilan

Padang, Khazanah – Keberadaan pondok pesantren di satu kawasan tidak sekedar tempat belajar agama, tetapi juga untuk bisa ikut serta meningkatkan kesadaran masyarakat setempat berkreasi, berkesenian serta berusaha mengembangkan ekonomi kreatif.

Pondok Pesantren MTI Batang Kabung Kecamatan Koto Tangah, Padang juga melakukan hal itu. Mereka membentuk kelompok kreatif yang bernama Kelompok At Tarbiyah. Kelompok kreatif ini berkiprah dalam bidang kesenian yang bernuasa keislaman serta beraktifitas membuat berbagai kerajinan berbasis sablon.

“Jadi kita tidak hanya mengajarkan anak-anak dengan ilmu agama serta ilmu umum., namun juga melatih mereka berkesenian serta membangun kesadaran untuk menuangkan kreatifitas dalam bentuk sablon dan barang-barang tercetak,” kata Pimpinan Pondok Pesantren MTI Batang Kabuang, Buya Mahyudin Salih Pk. Sutan.

    Menurut Mahyudin, derasnya pengaruh teknologi informasi yang membuat generasi muda malas bergerak dan berinovasi maka kelompok kesenian tradisonal dan religius At-Tarbiyah yang berada di bawah Pondok Pesantren MTI Batang Kabung Padang tergerak untuk turut serta menggerakkan para generasi muda di lingkungan Pondok Pesantren dan umumnya masyarakat sekitar untuk bisa memanfaatkan fasilitas kesenian ini.

    “Kita sengaja memilih untuk mengembangkan nilai-nilai religius dalam berkesenian serta memperkayanya dengan nilai-nilai lokal atau local wisdom. Ini agar budaya yang berkearifan lokal di lingkungan kami tetap maju dan berkembang,” kata Mahyudin didampingi oleh Ketua Kelompok Kesenian At Tarbiyah, Ramadhani Hakim.

    Sementara menurut Ramadhani Hakim, program ini sengaja dibuat karena dirasakannya nilai-nilai budaya yang berkearifan lokal itu mulai meluntur di kalangan anak muda sekitar Pondok MTI. “Anak-anak lebih suka dengan kebudayaan dan kesenian asing dan semakin jauh dari akar budayanya sendiri,” ujar Ramadhani Hakim.

    Kelompok Kesenian Tradisional Religius At-Tarbiyah didirikan memfasilitasi masyarakat sekitar lewat pengenalan serta mengajarkan seni suara dengan spesifik seperti marawis dan rebana (hadroh).



    Disamping diajarkan kesenian, kelompok ini juga dibekali dengan pelatihan sekaligus buka usaha sablon dan pembuatan souvenir yang juga bersamaan pemasarannya dengan kesenian yaitu untuk kegiatan-kegiatan walimahan atau pesta pernikahanlainnya.

    Dengan kolaborasi kegiatan ini antara pihak Pondok Pesantren dan masyarakat tentu dapat mengurangi kemungkinan generasi muda sekitar pondok menjauhi budayanya sendiri. “Yang pasti, ada media untuk mereka berkumpul menghasilkan hal-hal positif bahkan mendatangkan nilai ekonomis sehingga mereka bisa lebih terarah, jauh dari keterpaparan oleh berbagai paham menyesatkan seperti radikalisme dan ekstremisme,” ujar Ramadhani Hakim.

    Karena usaha sungguh-sungguh itu pula, pemerintah melalui Kementerian Sosial memberikan bantuan kepada Kelompok Keseniaan At Tarbiyah ini. “Setelah kita ajukan pada tahun 2022, akhirnya melalui bantuan anggota DPR RI Dra. Delmeria Sikumbang, Kemensos menyalurkan bantuan untuk Kelompok Kesenian At Tarbiyah ini sebesar Rp50 juta,” kata Buya Mahyudin.

    Bantuan dari Kemensos tersebut dibelikan berbagai instrumen musik untuk memperkuat Kelompok Kesenian serta dijadikan modal kerja serta pelatihan guna mengembangkan sisi kreatif dari Kelompok Kesenian untuk usaga sablon. “Usaha ini dikolaborasikan dengan masyarakat setempat, maka kita menghasilkan berbagai souvenir untuk pesta pernikahan,” ujar Mahyudin. (eko)