Bukittinggi, khazminang.id- Sebanyak 17 orang dari Forum Aliansi R3 mendatangi gedung DPRD Kota Bukittinggi, Selasa siang (3/2/2026) untuk beraudiensi terkait masalah pengangkatan PPPK Penuh Waktu. Forum Aliansi R3 ini diterima Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Candra I.B., A.Md., dan Anggota DPRD, Hj.Elfianis, A.Md dan Neni Anita, SH.
Pada audiensi tersebut, Sukri dan Hendra dari perwakilan Aliansi R3 menjelaskan, Kami datang ke DPRD Kota Bukittinggi untuk meminta keadilan terkait pengangkatan PPPK Penuh Waktu ini. Dimana, syarat diangkat menjadi PPPK adalah bebas tato, bebas tindik dan tidak atau bebas narkoba. Namun, kenapa kami tidak lolos atau dibatalkan jadi PPPK, sedangkan rekan-rekan kami ada yang lolos. Padahal, kami sama-sama ada bekas tatto dan bekas tindik.
Dikatakannya, Kami meminta DPRD Kota Bukittinggi menuntaskan persoalan ini serta memperjuangkan keadilan untuk kami semua. Disamping itu, para pejuang R3 atau R4 ini sudah bekerja sampai puluhan tahun.
Hendra mengungkapkan, saat pengangkatan PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu, ada semacam ketidakadilan yang kami rasakan. Sedangkan, kita sama-sama punya bekas tato dan bekas tindik. Kami dinyatakan tidak lulus untuk PPPK ini. Kami hanya ingin kembali bekerja. Untuk itu, kami mohon keadilan kepada para wakil rakyat di DPRD. Jika kami tidak bekerja, akan jadi beban psikologis buat kami,” ungkap Hendra.
Selain itu, salah seorang istri pejuang R4 Fitriyana menyampaikan keluh kesahnya ke DPRD Kota Bukittinggi. Menurut Fitri, suaminya bertugas di Damkar dan masuk kategori R4.
“Namun, suami saya tidak masuk PPPK Paruh Waktu dan disuruh menunggu. Bahkan, nama suami saya tidak ada di SK Walikota. Sekarang, suami tidak bekerja lagi pak. Nama suami saya Charlie Simanjuntak dan bertugas di Damkar. Kami pun pusing memikirkan kondisi ekonomi keluarga,” jelas Fitri.
Menanggapi aspirasi dan curahan hati yang disampaikan Forum Aliansi R3 dan satu orang pejuang R4 ini, Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Zulhamdi Nova Candra menjelaskan DPRD akan berupaya semaksimal mungkin memperjuangkan nasib R3 ini.
“Dari aspirasi bapak/ibu yang disampaikan, ada yang tidak bekerja lagi sedangkan masa kerja sudah puluhan tahun. Kita akan cari solusinya. Kondisi ini menjadi perhatian DPRD Kota Bukittinggi. Kita akan mengadakan rapat dengan TAPD, termasuk membahas nasib R3 dan R4 ini. Kita akan bicarakan terkait aturan bertato, bertindik dan narkoba ini.” jelas Candra. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






