Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Opini

Dari Titian Muhibah Menuju Pemulihan Pascabencana, G.E.M.P.A.R untuk Mitigasi Bencana Berbasis Vegetasi

×

Dari Titian Muhibah Menuju Pemulihan Pascabencana, G.E.M.P.A.R untuk Mitigasi Bencana Berbasis Vegetasi

Sebarkan artikel ini

Oleh : Amin Prabu

Dalam rangkaian kunjungan maraton ke Jakarta dan Kota Bandung pada Jumat (23/01/2026) hingga Minggu (25/01/2026) lalu, yang diawali dengan diskusi bersama pengurus dan aktivis lingkungan Minang Bandung Foundation, serta dilanjutkan dengan kunjungan resmi ke Kantor Pusat AMS dan Pitaloka untuk bersilaturahmi sekaligus melaporkan berbagai kegiatan AMS dan Pitaloka Sumatera Barat, saya berkesempatan melakukan silaturahmi dan diskusi dengan sejumlah tokoh akademik lintas perguruan tinggi. Di antaranya Prof. Ganjar Kurnia, Prof. dr. Keri Lestari, Prof. Dewi Edy Yusuf (Universitas Padjadjaran), serta Dr. Kunkun (Universitas Pasundan).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Kunjungan ini merupakan bagian dari ikhtiar Titian Muhibah untuk menghimpun pandangan, masukan, dan pertimbangan keilmuan terkait arah kebijakan serta teknis pelaksanaan program Recovery, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera Barat melalui inisiatif G.E.M.P.A.R (Gerakan Mitigasi Pemulihan Alam dan Ruang), yang digagas oleh AMS.106, WCN Foundation, dan Prabu Siliwangi Group.

Alhamdulillah, ikhtiar ini memperoleh respons serta dukungan yang sangat positif, khususnya terhadap program penanaman bambu sebagai bagian dari strategi penghijauan, penguatan daerah aliran sungai (DAS), dan mitigasi bencana berbasis vegetasi. Dukungan tersebut datang dari Dewan Profesor perguruan tinggi di Jawa Barat serta Pusat Riset Universitas Padjadjaran, yang membuka ruang bagi penguatan kebijakan dan teknis pelaksanaan program berbasis pendekatan akademik lintas disiplin.

Baca Juga:  Masih Ada Guru “Killer” di Era 4.0

Harapannya, G.E.M.P.A.R tidak hanya menjadi gerakan kemanusiaan dan lingkungan, tetapi juga memperoleh penopang keilmuan yang kokoh, sehingga saran, pendapat, dan rekomendasi yang disampaikan kepada Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Barat dapat dijadikan acuan kebijakan yang implementatif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Dengan demikian, proses pemulihan pascabencana tidak berhenti pada respons darurat semata, melainkan berkembang menjadi rekonstruksi ekologis, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan, selaras dengan karakter alam serta kearifan lokal Sumatera Barat.

Pada kesempatan ini, saya juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas sambutan dan dukungan berbagai pihak. Penghargaan khusus saya sampaikan kepada Prof. Dr. Keri Lestari (Universitas Padjadjaran) dan Dr. Kunkun (Universitas Pasundan) yang telah banyak membantu serta memfasilitasi rangkaian kegiatan selama saya berada di Bandung. (*)

*) Ketua Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Perwakilan Sumatera Barat.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Opini

Oleh Fachrul Rasyid HF Terbetik berita dari kunjungan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di Padang 29 Januari lalu. Katanya,…

Opini

Catatan Reflektif dari Seorang Pendukung yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi Oleh: Riri Satria*)Iklan Scroll Untuk Baca Artikel Ada masa ketika…