Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Ekonomi

Bencana Usai, Ekonomi Sumbar Menggeliat Naik

×

Bencana Usai, Ekonomi Sumbar Menggeliat Naik

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Aktivitas perdagangan berangsur normal pascabencana seiring reaktivasi pasar rakyat yang telah mencapai 100 persen di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, serta 90 persen di Aceh.
  • Sektor UMKM dan pembiayaan usaha terus bergerak, tercermin dari tercatatnya ratusan ribu debitur KUR di ketiga provinsi serta pembukuan lebih dari 40 juta transaksi niaga elektronik.
  • Pemulihan sektor pertanian dan perikanan terus dipacu, dengan progres rehabilitasi lahan sawah terdampak mencapai 100 persen di Sumatera Barat, 96,57 persen di Sumatera Utara, dan 56,71 persen di Aceh.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Jakarta, Khazanah — Aktivitas ekonomi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) mulai menunjukkan pemulihan setelah terdampak bencana. Sejumlah indikator, mulai dari kembali berfungsinya pasar rakyat, meningkatnya akses pembiayaan usaha, hingga bergeraknya sektor UMKM, menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat berangsur kembali normal.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Amran, mengatakan pemulihan aktivitas ekonomi di sejumlah wilayah terdampak terus menunjukkan perkembangan.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Untuk per hari ini, aktivasi pasar rakyat di Aceh sudah 90 persen, kemudian di Sumut dan Sumbar sudah 100 persen,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Menurut Amran, kembali berfungsinya pasar rakyat menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur pemulihan aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat setelah bencana.

Pemulihan juga terlihat dari kembali bergeraknya pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga saat ini, tercatat 121.984 debitur KUR di Aceh, 44.049 debitur di Sumut, dan 27.670 debitur di Sumbar.

Baca Juga:  Indra Yunaidi: PSP Hanya Butuh Satu Poin, Tapi Target Tetap Tiga Angka Atas Persma

Data tersebut, kata Amran, menunjukkan masyarakat mulai kembali mengakses pembiayaan untuk menjalankan maupun mengembangkan kegiatan usaha.

“Ini menandakan bahwa program yang sudah bergerak, masyarakat sudah mulai bangkit kembali dalam perekonomian,” ujarnya.

Selain pasar rakyat dan pembiayaan, aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga terus bergerak. Hingga 26 Agustus 2026, tercatat 40.634.395 transaksi UMKM melalui perdagangan elektronik.

Menurut Amran, pemulihan ekonomi masyarakat juga didukung melalui penyaluran berbagai bantuan. Pemerintah terus mengawal distribusi bantuan tersebut guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak.

Pemulihan Sektor Pertanian

Pemulihan tidak hanya menyasar aktivitas perdagangan dan usaha, tetapi juga sektor pertanian. Rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana terus dilakukan di tiga provinsi.

Di Aceh, progres konstruksi pemulihan lahan sawah mencapai 56,71 persen atau sekitar 17.844 hektare. Di Sumatera Utara, pemulihan mencapai 96,57 persen atau 7.085 hektare.

Sementara itu, pemulihan lahan sawah terdampak di Sumatera Barat telah mencapai 100 persen atau sekitar 3.902 hektare.

Baca Juga:  Dukungan Terus Mengalir, Perbakin Sumbar Mantap Dukung Tommy Maju Ketum KONI

Pemulihan juga dilakukan pada sektor kelautan dan perikanan. Upaya tersebut mencakup pemulihan budi daya ikan, bantuan bagi nelayan perikanan tangkap, rehabilitasi tambak seluas 10,88 hektare, serta penguatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan melalui bantuan sarana pendukung.

Satgas PRR memastikan proses pemulihan akan terus dikawal secara bertahap dengan mencakup berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pembiayaan usaha, UMKM, pertanian, hingga kelautan dan perikanan.

Upaya tersebut diarahkan agar aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak tidak hanya kembali berjalan, tetapi juga dapat berlangsung secara berkelanjutan setelah seluruh tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi selesai.(eko)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.