Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
DaerahPolitikSejarah

Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman: Jangan Pernah Lupakan Sejarah Peristiwa Situjuah

×

Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman: Jangan Pernah Lupakan Sejarah Peristiwa Situjuah

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman sedang menabur bunga pada salah satu makam pahlawan dalam peristiwa Situjuah

Sarilamak, Khazminang.id – Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman menegaskan, semboyan “jas merah” atau jangan sekali-kali melupakan sejarah yang disampaikan Presiden Sukarno, mesti terus ditanamkan pada seluruh unsur masyarakat. 

“Dengan mengingat sejarah, nilai dari peristiwa tersebut bisa terus dimaknai dan menjadi pelajaran yang bermanfaat untuk daerah, bangsa dan negara,” ujar Evi Yandri saat menghadiri upacara peringatan peristiwa Situjuah ke-77 di Lapangan Khatib Sulaiman Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (15/1/2026)

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Dikatakan Evi Yandri, salah satunya peristiwa Situjuah yang merupakan momen bersejarah di daerah kita yang mengandung banyak pelajaran dan bermanfaat untuk terus dimaknai. 

Peristiwa Situjuah, kata Evi, mengandung banyak pelajaran. Dan untuk mencapai sesuatu mesti dilakukan dengan perjuangan. 

“Perjuangan tersebut mesti dilakukan dengan kebersamaan dan persatuan,” tegas Evi Yandri.

Menurutnya, Peristiwa Situjuah juga mengajarkan tentang betapa pengkhianat bisa berdampak amat besar. Dengan begitu demi daerah dan bangsa penting sekali untuk menjaga kebersamaan dalam perjuangan. 

Baca Juga:  Kekerasan Berbasis Gender Terus Meningkat, NPWCC Datangi DPRD Sumatera Barat

“Pengkhianatan dalam peristiwa Situjuah, telah mengakibatkan tercorengnya semangat perjuangan,” katanya. 

Akibatnya, tukuk dia, sejumlah pejuang wafat dalam peristiwa tersebut. Hal ini menurutnya menjadi momen bersejarah yang mesti selalu diingat untuk menjadi pelajaran. 

Dikatakan, dengan mengingat sejarah berdampak pula pada tumbuhnya rasa nasionalisme serta semangat kebersamaan. 

Untuk itu secara pribadi maupun kelembagaan DPRD, ia mengajak seluruh unsur untuk tetap menghargai semua momen bersejarah yang telah terjadi di provinsi ini maupun nasional. 

Mengingat sejarah tersebut, kata dia, kita dapat mengambil pelajaran dan makna dari peristiwa tersebut. 

Evi Yandri menjelaskan, peristiwa Situjuah merupakan kontribusi sangat besar Sumbar dalam menyelamatkan negara republik Indonesia dengan berdirinya PDRI. 

Peringatan peristiwa Situjuah, kata Evi,  merupakan pula peringatan  bagian dari peringatan bela negara.

“Pada peristiwa Situjuah telah banyak korban nyawa. Ini mesti kita ingat dan hargai. Kita tidak boleh melupakan peristiwa ini. Kita mesti mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban demi negara,” ujarnya lagi. 

Untuk itu, Ia menghimbau masyarakat  menjadikan perisitiwa Situjuah sebagai bentuk penghormatan sekaligus inspirasi dari rangkaian terjadinya peristiwa terbentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dimulai pada 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949, tepat ditengah masa Agresi Militer Belanda Ke-II saat itu.

Baca Juga:  Perwakilan Aliansi BEM SB 2025 Gelar Aksi Unjuk Rasa ke DPRD Sumbar Sampaikan 12 Tuntutan

Dikatakan, dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pernah dibentuk PDRI, termasuk di dalamnya Peristiwa Situjuah pada 15 Januari 1949. 

“Oleh karena itu banyak pelajaran yang musti kita gali, diantaranya adalah semangat persatuan dan kesatuan,” katanya. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.