Padang, Khazminang.id – Memasuki era kecerdasan artifisial yang kian terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan perangkat komputasi berperforma tinggi semakin menguat, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi. Mahasiswa, peneliti, dan institusi akademik kini dituntut memiliki teknologi yang mampu menunjang proses belajar, riset, dan pengembangan inovasi secara lebih cepat dan efisien.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, NVIDIA memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem teknologi melalui rangkaian kolaborasi akademik di kota Padang, sekaligus memperkenalkan lini GeForce RTX™ Series terbaru yang dirancang untuk mendukung pembelajaran siap masa depan, riset lanjutan, serta produktivitas kreatif.
“NVIDIA adalah salah satu perusahaan teknologi bidang perangkat keras dari Amerika Serikat yang dikenal global melalui pengembangan Graphics Processing Units (GPU) GeForce untuk gaming dan kebutuhan professional,” jelas , Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono saat GeForce Press Briefing yang digelar bersamaan dengan student workshop, Selasa (13/01/2026) di Auditorium Politeknik Negeri padang (PNP).
Saat ini masih banyak user casual AI. Padahal kualitas AI telah sangat powerful dan cerdas. Namun, terdapat satu tantangan, yakni privasi data. Sebab banyaknya solusi AI yang digunakan saat ini berbasis cloud.
NVIDIA sendiri, sejak 2018, NVIDIA sudah memiliki solusi AI untuk online game, kreator konten, broadcasting dan streaming, hingga saat ini di era otomasi Agentic AI (2025).
Untuk itu, NVIDIA berinovasi dan menempatkan AI lokal di dalam GeForce RTX™ 50 Series yang bisa diakses dan digunakan user tanpa koneksi internet. Seluruh data dalam interaksi bersama AI ini hanya digunakan di PC user saja.
“AI lokal ini diharapkan dapat mendorong pengguna seperti mahasiswa dan akademisi, untuk menciptakan solusi yang dapat mengatasi problem sosial maupun bisnis yang dibutuhkan market saat ini dan di masa depan,” terang Adrian.
AI bukan sarana untuk melakukan outsourcing otak ke tool AI. Talenta digital Indonesia harus memiliki mindset dan etika yang benar dalam menggunakan AI untuk meningkatkan produktivitas dan berinovasi ke level yang lebih tinggi lagi.
PNP, Kampus yang Selalu Update Teknologi
Direktur Politeknik Negeri Padang (PNP), Revalin Herdianto menyambut positif kehadiran NVIDIA dan J-Bros. PNP sangat terbuka terhadap kolaborasi dan perkembangan teknologi. Pihaknya ingin kampus selalu update teknologi. Untuk itu, kurikulum juga selalu di-update sesuai kemajuan teknologi dengan menerapkan Kurikulum Berbasis Proyek (PBL).
PBL yaitu menyelaraskan kurikulum secara total dengan kebutuhan industri untuk memastikan kompetensi lulusan terserap maksimal, sekaligus memperkuat identitas pendidikan vokasi melalui metode Project-Based Learning (PBL) yang sudah berjalan sejak 2020.
“Inti dari pendidikan vokasi itu, menghasilkan lulusan yang siap kerja dan sesuai kebutuhan industri. Karena itu, apa yang diajarkan di kampus harus relevan dengan perkembangan industri saat ini,” ujar Revalin.
PNP juga telah menetapkan mata kuliah Literasi Digital sebagai mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa dan mengintegrasikan AI bukan hanya sebagai alat bantu, melainkan sebagai solusi menyeluruh dalam ekosistem teknologi modern.
Tak hanya itu, PNP juga memanfaatkan kemajuan teknologi digital dan AI, khususnya melalui program studi seperti Animasi, untuk mendokumentasikan serta melestarikan kekayaan budaya Minangkabau agar tetap relevan di masa depan.
“Kami sudah siapkan kurikulum yang sesuai melalui mata kuliah literasi digital sebagai entry point dan project base learning sehingga mahasiswa tidak hanya berakhir sebagai pengguna saja, tetapi kembangkan solusi AI yang komprehensif untuk memecahkan suatu masalah. Kesamaan visi inilah yang terwujud nyata dalam kerja sama dengan NVIDIA,” jelas Revalin.
Ditambahkan Yuhefizar, Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, untuk mengembangkan ekosistem AI di perguruan tinggi, pihaknya mendorong mahasiswa dan dosen untuk melampaui peran sebagai pengguna akhir (end-user) dengan menguasai ilmu dasar AI, Machine Learning, dan Neural Network guna membangun model AI sendiri yang kompetitif di tingkat global.
Pihaknya juga melakukan penguatan infrastruktur komputasi dan kedaulatan data dengan memanfaatkan teknologi komputasi tinggi untuk menangani data bervolume besar sekaligus menekankan pentingnya pengelolaan data privat secara lokal guna menjamin keamanan riset yang tidak dapat dilakukan di platform publik.
Untuk solusi lokal dan revitalisasi kurikulum, PNP sudah mengintegrasikan AI ke berbagai program studi untuk menciptakan solusi nyata bagi tantangan lokal—seperti deteksi penyakit tanaman dan pengelolaan sampah—serta pelestarian budaya melalui digitalisasi bahasa daerah dan tradisi lisan.
“Kami sangat bersyukur NVIDIA hadir di Politeknik Negeri Padang, menjadi oase digital bagi mahasiswa dan akademisi terkait teknologi AI. Selama ini kami hanya memakai solusi yang terbuka untuk umum. Kini, kami bisa mengolah data privat dengan AI lokal di komputer kami untuk keperluan riset,” ujar Yuhefizar.

Kolaborasi Strategis untuk Literasi Digital di Padang
Sebagai wujud komitmen dalam mempercepat adopsi teknologi, NVIDIA bekerja sama dengan JBROS Computer, mitra retail di wilayah Padang, menyelenggarakan kegiatan literasi digital bertajuk “RTX AI PC Day”. Acara yang digelar di Politeknik Negeri Padang ini menjadi wadah edukasi bagi ribuan mahasiswa dan akademisi untuk mengeksplorasi potensi penuh dari ekosistem AI.
Melalui inisiatif ini, NVIDIA menghadirkan presentasi teknologi, workshop, dan demo produk yang menyoroti peran NVIDIA GeForce RTX™ 50 Series sebagai fondasi utama pembelajaran AI modern.
Dalam sesi diskusi, Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono menekankan bahwa GPU modern seperti seri RTX 50 kini menjadi tulang punggung pengembangan teknologi AI global. Dengan performa yang mampu menangani komputasi kompleks, lembaga pendidikan dan inovator lokal kini dapat merancang solusi canggih yang sebelumnya sulit dicapai dengan CPU tradisional.
Pada diskusi tersebut, para pembicara juga menyoroti manfaat implementasi AI di sektor pendidikan, yang kini berkembang jauh melampaui penggunaan aplikasi AI generatif. AI membantu mempercepat personalisasi pembelajaran, memungkinkan mahasiswa menerima materi yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat mereka. Di tingkat institusi, AI digunakan untuk manajemen administrasi kampus, seperti prediksi kebutuhan kelas, penjadwalan otomatis, dan monitoring performa akademik.
Dalam riset ilmiah, AI berperan besar dalam analisis big data, mulai dari pengolahan dataset berskala besar hingga visualisasi tren penelitian. Di bidang teknik dan sains, AI memungkinkan permodelan dan simulasi secara real time, mulai dari simulasi fluida, analisis struktur, hingga perhitungan matematis kompleks, yang sebelumnya hanya dapat dilakukan di laboratorium komputasi dengan perangkat mahal.
AI juga membuka peluang pengembangan aplikasi dan infrastruktur cerdas di kampus, seperti sistem keamanan berbasis vision AI, deteksi objek untuk smart city, pengelolaan energi, hingga chatbot layanan akademik untuk membantu mahasiswa 24/7. Semua kemampuan ini semakin mudah diakses oleh mahasiswa karena GPU RTX seri terbaru memungkinkan pemrosesan model AI langsung dari laptop pribadi, tanpa harus mengakses server pusat.
Peran AI sebagai Motor Efisiensi dan Inovasi
Di sisi industri, lanjut Adrian, AI menjadi pendorong efisiensi dan inovasi. Pemanfaatannya sudah terlihat dalam desain otomotif, perawatan kesehatan melalui virtual agent, pengembangan produk, otomasi manufaktur, mengoptimalkan pengerjaan desain grafis dan produksi video bagi pekerja kreatif, hingga peningkatan kualitas layanan pelanggan. Kombinasi GPU dan AI mampu mempercepat ratusan eksperimen yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu menjadi hanya hitungan jam.
Dengan kemampuan AI yang semakin luas, para pembicara menegaskan bahwa mahasiswa Indonesia berada pada momentum yang tepat untuk memanfaatkan teknologi tersebut, baik untuk belajar, meneliti, maupun menciptakan solusi nyata bagi industri. NVIDIA, melalui investasi di dunia pendidikan dan kemitraan kampus, berupaya memastikan talenta digital Indonesia dapat tumbuh dan bersaing di tingkat global.
GeForce RTX™ 50 Series
Dibangun di atas arsitektur terobosan Blackwell, laptop dan desktop NVIDIA GeForce RTX™ 50 Series memadukan kekuatan AI masif dengan fidelitas grafis mutakhir untuk mentransformasi setiap aspek kehidupan pelajar:
- Supercharge Your Studies – Percepat Studi Anda
Akselerasi aplikasi kelas atas secara instan—mulai dari CAD dan BIM di arsitektur hingga data science berbasis Python dan model ekonomi kompleks. Nikmati rendering 3D real-time, simulasi super cepat, dan wawasan bertenaga AI yang memangkas jam kerja. - Level Up Your Gameplay – Tingkatkan Pengalaman Gaming
Beralih mulus dari catatan kuliah ke gaming dengan grafis tingkat tinggi. Ray tracing menghadirkan realisme tak tertandingi, DLSS 4 dengan multi-frame generation—telah hadir di lebih dari 800 judul game dan aplikasi—melesatkan frame rate, dan NVIDIA Reflex memangkas latensi, menjadikan Anda selalu selangkah di depan. - Unleash Your Creativity – Lepaskan Kreativitas Anda
Dari ringkasan kuliah singkat hingga maraton editing semalaman, NVIDIA Studio dan GPU RTX™ 50 Series memastikan pemutaran yang lancar dan proses rendering cepat. Alat bertenaga AI di Studio suite memungkinkan penerapan efek profesional hanya dengan satu klik. - Enhance Every Interaction – Tingkatkan Setiap Interaksi
Buat livestream, proyek kelompok, dan panggilan video terasa lebih alami dengan fitur NVIDIA Broadcast seperti penghapus bising, latar virtual, dan auto-framing—memberikan presentasi yang rapi tanpa kurva belajar yang rumit. - On-Device AI at Your Fingertips – AI di Perangkat, Siap Pakai
Cari catatan kelas, uji diri sendiri, atau sketsa ide dengan dukungan LLM dan SLM lokal melalui NVIDIA TensorRT™-LLM. Cukup dengan teks atau perintah suara—laptop RTX Anda menanganinya secara aman, offline. - Portable. Quiet. – Bertenaga, Portabel, dan Senyap
Berkat teknologi NVIDIA Max-Q dan memori GDDR7, laptop GeForce RTX™ 50 Series menghadirkan kekuatan setara desktop dalam desain ultra-tipis dan nyaris tanpa suara dengan daya tahan baterai panjang—sehingga Anda bisa belajar, berkreasi, dan bermain di mana saja. (devi)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






