Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

400 Mahasiswa KKN Unand Diterjunkan untuk Verifikasi Rumah Terdampak Bencana

×

400 Mahasiswa KKN Unand Diterjunkan untuk Verifikasi Rumah Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini

Padang, Khazminang.id — Universitas Andalas (Unand) Padang berperan aktif dalam percepatan penanganan bencana di Sumbar. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), 400 mahasiswa Unand ditugaskan sebagai tim verifikasi rumah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di 13 kabupaten/kota di Sumbar.

Saat pelaksanaan verifikasi di lapangan, para mahasiswa akan didampingi oleh tim teknis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD setempat, serta mendapat pengawalan dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) di masing-masing wilayah terdampak.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian saat melepas KKN mahasiswa Unand ini, Jumat (2/1/2026) di Padang menyampaikan, berdasarkan data BNPB, tidak ada satu pun daerah di Indonesia yang benar-benar bebas dari risiko bencana. Seluruh provinsi dan kabupaten/kota, termasuk Sumatera Barat, merupakan wilayah rawan bencana.

“Setiap kita harus memiliki pemahaman kebencanaan terutama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pra-bencana, saat tanggap darurat, hingga pascabencana,” jelas Rustian.

Ia juga menyebut, dari tiga provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November lalu, Sumatera Barat termasuk daerah yang relatif cepat keluar dari status tanggap darurat.

Baca Juga:  Makna Ketidakhadiran Presiden di HPN

Sementara itu, dari 13 daerah di Sumbar yang menetapkan status tanggap darurat bencana, saat ini 12 daerah telah memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Kabupaten Agam menjadi satu-satunya daerah yang masih berstatus tanggap darurat.

Rustian menegaskan, penanganan kebencanaan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

“Kolaborasi dan sinergi lintas sektor menjadi sebuah keharusan dalam penanganan kebencanaan,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, proses verifikasi ini ditargetkan tuntas pada 9 Januari 2026. Selanjutnya hasil verifikasi akan menjadi dasar utama penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Sumbar. Karena itu, ia berharap proses verifikasi dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Untuk menjaga kelancaran sekaligus meminimalisir potensi intervensi, tim verifikasi akan didampingi Babinsa di lapangan. Selain itu, para mahasiswa juga telah dibekali petunjuk teknis sebelum turun ke lokasi,” jelas gubernur.

Baca Juga:  Satpol PP Padang Tertibkan Tempat Hiburan Malam yang Langgar Jam Operasional

Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi berpesan kepada para mahasiswa yang akan turun sebagai tim verifikasi rumah terdampak bencana agar melaksanakan pendataan sesuai dengan kriteria dan standar yang telah ditetapkan BNPB.

“Ketepatan dan kecepatan dalam pendataan sangat dinantikan masyarakat, karena ada ribuan warga terdampak yang berharap segera mendapatkan kepastian,” ujarnya. (adpsb/*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.