Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke-241 Tahun 2025 Berlangsung Khidmat

×

Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke-241 Tahun 2025 Berlangsung Khidmat

Sebarkan artikel ini
Rapat paripurna dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 241 tahun 2025

Bukittinggi, khazminang.id- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi menggelar rapat paripurna dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 241 tahun 2025, Senin (22/12/2025) di Balai Sidang Bung Hatta. Rapat paripurna ini dihadiri Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi diwakili Asisten 3, Anggota DPR RI, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Unsur Forkopimda Kota Bukittinggi, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Bukittinggi.

Dan juga Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang menjabat di Bukittinggi pada periode sebelumnya, Anggota DPRD yang menjabat di Kota Bukittinggi pada periode sebelumnya, Bupati, Wali Kota, Pimpinan DPRD se-Sumatera Barat atau yang mewakili, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Wali Kota, para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah se-Kota Bukittinggi, Plt. Sekretaris DPRD beserta seluruh Staf, Sekretaris DPRD Kabupaten/Kota atau mewakili, Inyiak-inyiak, Ninik Mamak, Pimpinan Kerapatan Adat Kurai Limo Jorong, Ketua LKAAM Bukittinggi, Ketua KAN se-Bukittinggi, Ketua Bundo Kanduang Bukittinggi, Ketua Persatuan Wanita Kurai, dan tamu undangan.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel
Suasana rapat paripurna dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 241 tahun 2025
Ninik mamak dalam mengikuti rapat paripurna dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 241 tahun 2025
Anggota DPRD Kota Bukittinggi dalam mengikuti rapat paripurna
Plt Sekretaris DPRD Ade Mulyani

Rapat Paripurna ini dibuka Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H.Syaiful Efendi, Lc, M.A. dalam sambutannya mengatakan, atas nama lembaga DPRD, dan kita semua yang hadir, kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Kita berdoa semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan, kesembuhan bagi yang terluka dan kemudahan bagi semua pihak yang terlibat dalam upaya tanggap darurat dan pemulihan. Semoga rahmat dan pertolongan-Nya segera hadir untuk memulihkan kondisi wilayah yang terdampak bencana.

Selanjutnya izinkan kami memberikan penghargaan dan penghormatan yang tulus kepada pejuang, para pemimpin dan para pendahulu kita yang dulu mengabdi dan berjuang membangun kota yang kita cintai ini. Semoga Allah Subhanahu Wa ta’ala memberikan balasan yang setimpal kepada beliau. Aamiin.

Sekarang Kota Bukittinggi kembali memperingati hari jadinya yang ke-241, moment peringatan Hari Jadi Kota perlu dimaknai dengan melakukan koreksi, introspeksi dan evaluasi. Melalui koreksi kita perbaiki tata kehidupan, melalui introspeksi kita ambil hikmah dari setiap kejadian, melalui evaluasi dari ikhtiar dan usaha yang telah kita lakukan, lalu kita bingkai catatan perjalanan hari ini dan ke depan dengan kerangka kerja yang produktif, kita design sebuah formula masa depan berlandaskan realita dan dinamika kekinian.

Apa yang kita lihat dengan Bukittinggi hari ini adalah merupakan upaya maksimal yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi. Pembangunan tidak pernah bisa dilaksanakan tanpa adanya sebuah Pemerintahan yang kuat, yaitu antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan DPRD Kota Bukittinggi serta dukungan dari segenap lapisan masyarakat Kota Bukittinggi.

Atas nama DPRD Kota Bukittinggi, apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami berikan kepada Pemerintah Kota Bukittinggi atas keberhasilan, prestasi serta  berbagai penghargaan yang telah diraih. Baik di bidang Pemerintahan, bidang ekonomi, sosial dan budaya serta kepegawaian maupun bidang lain yang tidak dapat kami sebutkan satu- persatu atas penghargaan yang diperoleh di tingkat provinsi maupun nasional.

Baca Juga:  RCEO BRI Padang Temui Kajati Sumbar untuk Perkuat Tata Kelola Administrasi

Penghargaan yang telah didapatkan itu pada hakikatnya adalah milik masyarakat Bukittinggi, terutama semua pihak dan stakeholder terkait yang telah memainkan peran dan fungsinya masing-masing sesuai porsi dan kompetensinya.

Selanjutnya, kita tentu berharap adanya inovasi-inovasi baru yang perlu dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya, sehingga apa yang kita harapkan bersama, dalam mewujudkan masyarakat Bukittinggi yang lebih sejahtera, damai dan agamis dapat tercapai, ucapnya.

Zulhamdi Nova Candra.I.B.,A.Md Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi menyampaikan kronologis Kota Bukittinggi

Rapat paripurna dilanjutkan pembacaan kronologis Hari Jadi Kota Bukittinggi oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Candra.I.B.,A.Md.

Foto bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ketua dan Wakil Ketua serta Anggota DPRD, Ninik Mamak dan Forkopimda

Sambutan tokoh masyarakat Kota Bukittinggi, Rudy Gunawan Syarfi Datuak Rajo Endah, mengatakan, melalui perayaan hari jadi ini, kita dituntut untuk senantiasa memelihara persatuan dan kesatuan serta kebersamaan yang dilandasi oleh budaya dan nilai kearifan lokal yang berlandaskan Adat Basandi Sara’, Sara’ Basandi Kitabullah.

Peran historis Kota Bukittinggi yang juga tidak kalah pentingnya adalah pada masa perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan. Kota Bukittinggi dapat dikatakan sebagai basis perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, memiliki andil penting ketika Republik Indonesia yang baru merdeka mendapat ancaman dari kolonial Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia. Kota ini dijadikan sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia di bawah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang memperlihatkan bagaimana pemimpin bangsa berkolaborasi sangat luar biasa dengan rakyat banyak.

Kami sebagai perwakilan tokoh masyarakat Kota Bukittinggi Nagari Kurai Limo Jorong patut berbangga dengan realitas sejarah Kota Bukittinggi, yang sudah pasti tidak dapat dipisahkan dengan sejarah masyarakat Kurai itu sendiri. kita adalah bagian yang integral dari sejarah tersebut.

Dalam konteks inilah, upaya Pemerintah Kota Bukittinggi untuk dapat menetapkan Kota Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan adalah sesuatu yang patut kita dorong dan dukung bersama secara konsisten dan berkelanjutan.

Perlu juga kita sadari bersama, bahwa Kota Bukittinggi sekarang telah berkembang sebagai Kota Kosmopolitan, berbagai suku bangsa berdatangan ke Kota ini membawa berbagai sistem nilai dan prilaku yang mungkin berbeda dengan kita.

Sebagai masyarakat adat, kita perlu melakukan langkah-langkah strategis, dengan tetap berpedoman kepada “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” untuk kehidupan yang berperadaban dalam adat kita sudah sangat jelas acuannya; gadang nan indak malendo, cadiak nan indak manjua, tajam nan indak malukoi, kaba baik baimbauan, kaba buruak bahambauan, ucap Rudy Gunawan Syarfi Datuak Rajo Endah.

Wali Kota Bukittinggi, H.M.Ramlan Nurmatias, S.H. menyampaikan sambutan

Wali Kota Bukittinggi, H.M.Ramlan Nurmatias, SH dalam sambutannya, mengatakan, Kota Bukittinggi memiliki sejarah yang cukup panjang dan berlapis dari awal masa   terbentuknya, kemudian masa perjuangan kemerdekaan melawan penjajahan kolonial Belanda dan pendudukan Jepang, serta masa pasca kemerdekaan Republik Indonesia.

Periode pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Kota ini pernah menjadi “Penyambung Nyawa” Republik Indonesia yang masih berusia teramat muda, yakni pada tahun 1948 ketika Yogyakarta-Ibu Kota Negara saat itu berhasil dikuasai Belanda dalam sebuah serangan militer, sekaligus menawan Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, serta beberapa menteri kabinet.

Keberadaan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi di bawah kepemimpinan Mr. Syafruddin Prawiranegara berlangsung dari 19 Desember 1948 sampai dengan 13 Juli 1949, kala itu memiliki peran serta makna krusial terhadap keberlangsungan Republik Indonesia, khususnya dalam diplomasi Internasional. sejarah ini diperingati sebagai Hari Bela Negara melalui keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 28 tahun 2006 tentang Penetapan Hari Bela Negara yang diperingati tiap tanggal 19 Desember. bahkan pada peringatan Hari Bela Negara tahun ini disampaikan secara khusus oleh bapak Presiden bahwa “Peringatan ke 77 tahun Hari Bela Negara merupakan sebuah momentum untuk meneguhkan komitmen kita menjaga keutuhan bangsa dengan mengenang berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi tahun 1948”. ini bukti bahwa Kota Bukittinggi diakui memiliki peran penting dalam sejarah perjalanan bangsa indonesia.

Baca Juga:  Ketua DPRD Kota Bukittinggi Hadiri Upacara Peringati Hari Pahlawan

Selanjutnya, sejarah juga mencatat bahwa Kota Bukittinggi : pernah menjadi Ibu Kota Provinsi Sumatera yang ditetapkan pada tahun 1947; menjadi Ibu Kota Sumatera Tengah yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah nomor 4 tahun 1959 dan memiliki wilayah meliputi Keresidenan Sumatera Barat, Jambi, dan Riau; menjadi Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat sejak tahun 1957/1958 sebelum akhirnya secara resmi (de jure) dipindahkan ke Padang pada tahun 1978 (melalui peraturan pemerintah no. 29 tahun 1979); Bukittinggi juga tercatat pernah menjadi Ibu Kota Kabupaten Agam (sebagai koto rang agam) dari tahun 1956 hingga 1998. hal ini menegaskan adanya kedekatan historis dan kekerabatan antara Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

Bukittinggi memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan sejarah Republik Indonesia. Bung Karno, Presiden pertama kita pernah berkata, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”. oleh karena itu, tidak berlebihan rasanya jika Bukittinggi layak disebut sebagai Kota Perjuangan, karena kota kecil ini menjadi tempat lahirnya banyak tokoh bangsa dan pahlawan nasional, serta menjadi bagian dari banyak peristiwa penting bersejarah Negara Republik Indonesia.

Penyebutan Bukittinggi “Kota Perjuangan” bukan sekadar untuk meromantisasi sejarah yang dimiliki Kota ini. Namun, Ia merupakan harapan serta bagian dari ikhtiar kami agar peristiwa sejarah, buah pikir dan karya para tokoh atau pahlawan bangsa tetap hidup dalam memori kolektif serta menginspirasi generasi penerus setelahnya.

Pada tahun 2026 kita juga akan memperingati 1 abad (100 tahun) berdirinya Jam Gadang yang merupakan ikon atau landmark utama Kota Bukittinggi. Jam Gadang dibangun pada masa Hindia Belanda tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Wilhelmina, oleh arsitek lokal Yazid Sutan Maruhun dan Rasyid Sutan Gigi Ameh. Dibangun dengan konstruksi tanpa paku, mesin jam buatan Jerman yang langka (di dunia hanya ada 2 dan satu lagi big ben di Inggris). menara ini terkenal dengan arsitektur uniknya, termasuk atap gonjong khas Minangkabau (yang telah mengalami tiga kali perubahan sejak Pemerintahan Jaman Belanda, Jaman penjajahan Jepang dan setelah kemerdekaan Indonesia) dan menjadi saksi bisu sejarah penting Indonesia, termasuk proklamasi kemerdekaan, jelas Ramlan Nurmatias.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi yang diwakilkan oleh Asistten 3 Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, menjelaskan, peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi yang ke-241 merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi atas perjalanan panjang sejarah Kota ini. Bukittinggi bukan hanya sebuah wilayah administratif, melainkan Kota yang memiliki nilai historis, kultural, dan strategis yang sangat kuat dalam perjalanan sejarah Sumatera Barat dan bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Kasus Deposito KODUPIS di Polresta, Komisi II DPRD Padang akan Keluarkan Rekomendasi

Sejak masa lampau, Bukittinggi telah tumbuh sebagai pusat pariwisata, perdagangan, pendidikan, dan Pemerintahan, serta memiliki peran penting dalam perjuangan bangsa. Kota ini menjadi saksi sejarah perjuangan kemerdekaan, sekaligus pusat lahirnya pemikiran dan tokoh-tokoh besar yang memberi kontribusi nyata bagi daerah dan negara.

Usia 241 tahun mencerminkan kematangan dan ketangguhan Kota Bukittinggi dalam menghadapi berbagai dinamika zaman. Nilai-nilai perjuangan, semangat kebersamaan, serta kearifan lokal yang diwariskan oleh para pendahulu hendaknya terus kita jaga dan jadikan landasan dalam melanjutkan pembangunan, agar Bukittinggi senantiasa tumbuh sebagai kota yang berkarakter, berdaya saing, dan berakar kuat pada budaya Minangkabau.

Melalui momentum Peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi yang ke-241 ini, kami mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga stabilitas daerah, serta meningkatkan kolaborasi dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Mari kita jadikan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta kearifan lokal sebagai pondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, saya yakin Kota Bukittinggi akan semakin maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada budaya Minangkabau.

Akhir kata, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan keberkahan kepada kita semua dalam melanjutkan pengabdian dan pembangunan di Kota Bukittinggi yang kita cintai, pungkas Mahyeldi.

Setelah penyampaian Gubernur Provinsi Sumatera Barat yang dibacakan Asisten 3 Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H.Syaiful Efendi menyampaikan, dalam suasana memperingati Hari Jadi ke-241 Kota Bukittinggi Tahun 2025 ini, perkenankan juga kami atas nama Pimpinan dan seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bukittinggi mengucapkan “Dirgahayu Kota Bukittinggi dan Selamat Memperingati Hari Jadi ke-241 tahun 2025”. Semoga tahun yang akan datang lebih membawa berkah bagi kita semua dalam menjalankan amanah, Aamiin.

Pada kesempatan ini juga dapat kami sampaikan, Indonesia memiliki satu hari khusus untuk merayakan jasa perjuangan Perempuan Indonesia. Pada hari ini tanggal 22 Desember 2025 kita memperingati Hari Ibu yang ke-97. Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 ini dengan tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045” yang bermakna menginspirasi dan membangun kesadaran serta dukungan masyarakat terhadap pentingnya pemberdayaan perempuan.

Dalam Peringatan Hari Ibu tahun ini, juga mengakui peran aktif, perjuangan dan kontribusi perempuan terhadap kemajuan bangsa. Makna dan inspirasi tersebut perlu dikomunikasikan dalam setiap interaksi kepada seluruh masyarakat, khususnya untuk mendorong solidaritas dan dukungan antar perempuan.

Peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan secara Nasional merupakan momen penting untuk menghormati jasa peran perempuan Indonesia dalam memperjuangkan serta memajukan kehidupan bangsa Indonesia “Selamat Memperingati Hari Ibu, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045”.

H.Syaiful Efendi menutup secara resmi rangkaian Rapat Paripurna DPRD Kota Bukittinggi Dalam Rangka Peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke-241 Tahun 2025, Senin 22 Desember 2025”. (Iwin SB)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.