Bukittinggi, khazminang.id- Seni kaligrafi salah satu cabang lomba pada MTQ Nasional ke 41 Tahun 2025 tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi yang digelar di venue Gedung Olahraga (GOR) Bermawi dimulai babak penyisihan tanggal 14 Desember dan final tanggal 16 Desember 2025. Pada lomba seni kaligrafi ini diikuti puluhan peserta kafilah perwakilan dari berbagai Kabupaten Kota termasuk Kota Bukittinggi.
Lomba seni kaligrafi ini terdiri dari lomba seni kaligrafi golongan Naskah, golongan Hiasan Mushaf, golongan dekorasi, golongan kontemporer dan golongan digital. Semua peserta menampilkan keahliannya dalam membuat tulisan maupun gambar bernuansa Islami secara seni kaligrafi, tampak dengan tekun dan menghayati goresan-goresan tangan membuat hasil karya seni kaligrafinya.
Menurut data panitia hari ini, Minggu (14/12/2025) merupakan babak penyisihan lomba seni kaligrafi dari tiga kategori yang diperlombakan yaitu seni Kaligrafi Kontemporer diikuti sebanyak 24 peserta, terdiri dari 11 putra dan 13 putri, Seni Kaligrafi Digital diikuti oleh 12 peserta, terdiri dari 8 putra dan 4 putri dan Seni Kaligrafi Naskah diikuti sebanyak 19 orang, dengan rincian 7 putra dan 12 putri, ucap Yani.
Adapun seni Kaligrafi Kontemporer, adalah kebebasan ekspresi artistik modern, memadukan kaidah kaligrafi dengan unsur seni rupa kontemporer, geometris, hingga abstrak, tanpa menghilangkan pesan spiritual yang dikandungnya.
Sementara itu, Seni Kaligrafi Digital adalah menggabungkan seni khat dengan teknologi digital menggunakan perangkat dan perangkat lunak grafis, sehingga memberikan fleksibilitas dalam pengolahan warna, bentuk, dan komposisi visual.
Dan seni Kaligrafi Naskah, adalah ketepatan kaidah penulisan khat Arab yang umumnya berisi ayat Al-Qur’an atau teks keislaman lainnya, sekaligus menonjolkan nilai estetika dan ketelitian.
Begitu juga Lisa salah seorang panitia, mengatakan seni kaligrafi ini merupakan edukasi dari kitab suci Al-Qur’an yang bisa memberikan keindahan dari segi keindahan bacaan dan bentuk tampilan. Panitia menjadwalkan, pada Senin (15/12/2025), perlombaan di GOR Bermawi akan dilanjutkan dengan cabang Seni Kaligrafi Mushaf dan Seni Kaligrafi Dekorasi.
Di tempat terpisah, pengamat seni kaligrafi Nasional, Muhammad Isnan Wahdiar Makmur, warga Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, menjelaskan seni kaligrafi adalah seni yang tak lekang oleh waktu, kaligrafi adalah seni bentuk tulisan yang indah, visual menulis huruf dengan goresan yang indah dan elegan bisa dibuat dengan bahan cat, kayu triplek atau Aluminium Composite Panel (ACP).
Kaligrafi bukan sekadar tulisan tangan, tapi ini adalah bentuk ekspresi yang menambahkan kepribadian, gaya, dan emosi pada kata-kata. Tujuannya adalah untuk membuat setiap huruf tidak hanya dapat dibaca tetapi juga menjadi sebuah karya seni.
Hasil karya Muhammad Isnan Wahdiar Makmur telah menghiasi pada 25 masjid dan surau tersebar di ranah minang seperti di Tanah Garam Solok, Padang Pariaman, Padang, Kota Bukittinggi bahkan ada juga di Kabupaten Sorong, Teluk Bintuni, dan Kabupaten Sorong Selatan di Teminabuan, Papua Barat dan juga daerah lainnya di Indonesia. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






