Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Pemprov Sumbar Perkuat Daya Saing dan Urus HS Code Khusus Gambir

×

Pemprov Sumbar Perkuat Daya Saing dan Urus HS Code Khusus Gambir

Sebarkan artikel ini

Padang, Khazminang.id — Sumbar adalah produsen gambir terbesar dunia dengan menjadi pemasok hingga 90 persen kebutuhan gambir dunia. Namun selama ini ekspor gambir Indonesia masih menggunakan HS Code generik seperti “ekstrak nabati” atau “tanin”, sehingga posisi tawar eksportir di pasar global menjadi lemah.

Oleh sebab itu, Pemprov Sumbar tengah mengupayakan percepatan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah gambir, mulai dari hilirisasi, perluasan pasar, hingga percepatan penetapan HS Code khusus gambir sebagai identitas resmi komoditas tersebut dalam perdagangan internasional.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Dengan menggunakan HS Code generik menyebabkan harga mudah ditekan pembeli, sulit mendapatkan perlakuan tarif khusus, dan belum memungkinkan kita membangun branding ‘Gambir Indonesia’,” ujar Kepala Disperindag Sumbar, Novrial di Padang, Senin (17/11/2025).

Pemprov Sumbar mendorong penetapan HS Code spesifik untuk gambir agar komoditas tersebut mendapat pengakuan internasional dan memiliki nilai ekonomi lebih. Sehingga menguntungkan bagi petani dan pelaku usaha bidang gambir beserta produk turunannya.

Baca Juga:  Membanggakan, BRI Region 3 Padang Raih Juara 2 dan 3 pada FK-IJK Idol 2025

“Itulah yang sedang kita perjuangkan. HS Code spesifik gambir untuk memperkuat daya saing dan memberi nilai tambah nyata bagi petani dan daerah,” kata Novrial.

Sementara itu, akdemisi Universitas Putra Indonesia YPTK, Vicky Brama Kumbara mengatakan, upaya ini merupakan momentum penting bagi kebangkitan daya saing gambir Sumbar di pasar internasional.

“Ini berita baik untuk petani gambir di Sumbar. Penetapan HS Code spesifik perlu didorong agar komoditas gambir bisa naik kelas di pasar internasional,” ujar Vicky.

Menurutnya, HS Code spesifik akan membuka peluang bagi premiumisasi, diversifikasi olahan, dan penetrasi ke industri bernilai tinggi seperti kosmetik, farmasi, dan pangan yang memerlukan standar mutu ketat dan traceability.

“Dengan HS Code yang tepat, gambir tidak lagi dipandang sebagai komoditas bahan baku murah. Ini juga membuka ruang kuat untuk membuat komoditas gambir memiliki branding, harga lebih baik, dan pasar yang jauh lebih luas,” pungkasnya. (adpsb/devi)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.

Baca Juga:  Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK Meriahkan HJK Bukittinggi ke 241 Tahun 2025 Dengan SES 8C241BKT