Bukittinggi, khazminang.id- Ahmad Djardjis Bebasthani adalah seorang abdi negara, kepala keuangan, dan tokoh politik terkemuka pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan era demokrasi liberal. Beliau merupakan ayah dari Betha A. Djardjis (Pendiri Halal Business Consortium & Chairman WHITA).
Sebagai pejabat tinggi di Provinsi Sumatera Tengah yang beribukota di Bukittinggi, Ahmad Djardjis Bebasthani dikenal memiliki kedekatan ideologis dan personal yang sangat erat dengan begawan ekonomi Indonesia, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo. Hal ini disampaikan Betha A. Djardjis, Kamis (15/10/2026) melalui WhatsApp.

Rekam Jejak Karier, Birokrasi dan Perjuangan
- Pamong Praja dan Bupati Militer Era PDRI, pada masa awal kemerdekaan dan agresi militer Belanda, Ahmad Djardjis Bebasthani memegang peranan krusial dalam mempertahankan pemerintahan sipil di Sumatera bagian tengah. Beliau tercatat pernah ditugaskan sebagai kepala pemerintahan untuk wilayah Kerinci Indrapura.
- Kepala Urusan Keuangan / Kepala Keuangan Provinsi Sumatera Tengah di Bukittinggi pada era 1950-an (khususnya sekitar tahun 1954-1956).
- Bulan Mei tahun 1949 hingga bulan Maret tahun 1950: Menjabat sebagai Bupati pertama Kabupaten Sijunjung (sebelumnya bernama Sawahlunto/Sijunjung). Beliau juga pernah dipasrahi tugas sementara mewakili Kepala Luhak Kerinci Indrapura.
- Pertengahan tahun 1950-an: Menjabat sebagai Kepala Urusan/Jawatan Keuangan Provinsi Sumatera Tengah dan sempat masuk ke dalam daftar Panitia Pemilihan (terkait Pemilu Konstituante/DPR tahun 1955) untuk daerah pemilihan Sumatera Tengah.
- Tahun 1968: Pasca-pembubaran Provinsi Sumatera Tengah, beliau melanjutkan karier di Provinsi Sumatera Barat dan ditunjuk oleh Gubernur Harun Zein menjadi Ketua Kepanitiaan Sayembara Lambang Daerah Sumatera Barat (Tuah Sakato).
- Ketika situasi perang memuncak, beliau diangkat menjadi Bupati Militer Sawah Lunto Sijunjung menggantikan Tan Tuah Bagindo Ratu. Di bawah kepemimpinannya, koordinasi antara pemerintah sipil, militer, dan rakyat diperkuat untuk menghadapi tekanan militer Belanda pasca-peristiwa Situjuah tahun 1949.
- Kepala Keuangan Provinsi Sumatera Tengah, setelah situasi merdeka sepenuhnya, Ahmad Djardjis Bebasthani menjabat sebagai Kepala Keuangan Provinsi Sumatera Tengah yang saat itu meliputi wilayah kekuasaan Sumatera Barat, Riau, dan Jambi dengan pusat pemerintahan di Bukittinggi. Mengelola keuangan provinsi pada masa itu merupakan tugas berat mengingat minimnya infrastruktur dan besarnya biaya penataan daerah pasca-perang.
- Nama Ahmad Djardjis Bebasthani bahkan tercatat bersama Prof. Soemitro Djojohadikusumo dalam daftar calon anggota Konstituante dari Partai Sosialis Indonesia (PSI) untuk daerah pemilihan Sumatera Tengah pada Pemilu 1955.
Hubungan Kedekatan dengan Keluarga Prof. Soemitro Djojohadikusumo
Hubungan antara Ahmad Djardjis Bebasthani dan Prof. Soemitro bukan sekadar hubungan antardua politisi separtai, melainkan hubungan sahabat karib yang sangat dekat.
Ketika Prof. Soemitro Djojohadikusumo bertugas atau berkunjung ke wilayah Sumatera Tengah, Bukittinggi menjadi titik pertemuan utama. Prof. Soemitro beserta keluarganya kerap meluangkan waktu untuk berkunjung secara personal ke kediaman dinas maupun pribadi keluarga Djardjis Bebasthani. Pertemuan-pertemuan ini kerap diisi dengan diskusi mendalam mengenai perekonomian negara yang baru seumur jagung, strategi politik PSI, sekaligus menjadi ajang silaturahmi keluarga yang hangat di tengah sejuknya kota Bukittinggi.
Warisan Sejarah
Ahmad Djardjis Bebasthani dikenang sebagai sosok birokrat yang bersih, militan, dan setia pada perjuangan republik di masa-masa paling kritis. Kedekatan beliau dengan tokoh-tokoh bangsa sekelas Prof. Soemitro Djojohadikusumo menegaskan posisi pentingnya dalam jaringan elit pejuang dan pemikir masa awal Indonesia Merdeka. Dedikasi terhadap keahlian tata kelola keuangan negara kini dilanjutkan oleh keturunan-keturunannya yang terus berkarya bagi bangsa.
Diketahui Almarhum Ahmad Djardjis Bebasthani sudah membuat Kawasan Pertanian Terpadu di Km 110 jalan Trans Sumatera Padang Bakahuni [Kecamatan Kupitan Kabupaten Sijunjung]. Beliau telah bekerja sama dengan Kepala Pertanian Sumatra Tengah untuk mengimpor bibir-bibit unggul dari Australia dan Selandia Baru.
Alhamdulillah baru panen perdana, tiba-tiba di bulan Februari tahun 1958 terjadi peristiwa PRRI yang mengakibatkan semua kegiatan produktif mendadak berganti dengan kekacauan perang PRRI antara Pemerintah Pusat dan Daerah yang berakibat pecah kongsinya Soekarno-Hatta.
Insyaa Allah dengan kepemimpinan Presiden Prabowo sebagai keluarga Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo yang bersahabat dengan Almarhum Ahmad Djardjis Bebasthani orangtua Betha A Djardjis, Insyaa Allah impian Almarhum Ahmad Djardjis Bebasthani punya peluang untuk dilanjutkan dengan terobosan-terobosan technology baru yang sudah pak Betha pelajari selama ini, Insyaa Allah. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






