Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Kenal Pamit Kapolda Sumbar, Gubernur Harapkan Keberlanjutan Sinergitas Antarlembaga

×

Kenal Pamit Kapolda Sumbar, Gubernur Harapkan Keberlanjutan Sinergitas Antarlembaga

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Polda Sumatera Barat menggelar acara pisah sambut jabatan Kapolda dari Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy kepada Irjen Pol. Jawari yang turut dihadiri langsung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi.
  • Gubernur Mahyeldi mengapresiasi kepemimpinan Irjen Pol. Djati atas kontribusi positifnya dalam membangun sinergi lintas sektor, keterbukaan komunikasi publik, serta penanganan bencana sebelum mengemban amanah baru di Badan Reformasi Agraria Nasional.
  • Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol. Jawari, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program-program strategis pendahulunya serta meminta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id — Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, pergantian pimpinan merupakan hal yang biasa dalam organisasi, termasuk di lingkungan Polri. Namun menurutnya, berbagai hal baik yang telah dibangun perlu terus dilanjutkan dan diperkuat.

Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumbar, Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy beserta keluarga atas pengabdian selama memimpin Polda Sumbar.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Walaupun waktunya begitu pendek, tetapi banyak meninggalkan jejak-jejak positif yang bermanfaat untuk daerah masyarakat di Sumatera Barat. Terima kasih Bapak Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy,” ucap Mahyeldi saat menghadiri acara Kenal Pamit Kapolda Sumbar dari Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. kepada Irjen Pol. Jawari, S.H., M.H., di Gedung Rangkayo Basa Polda Sumbar, Kamis (8/10/2026).

Salah satu hal positif yang menguat selama kepemimpinan Irjen Pol. Djati adalah koordinasi antara Polda Sumbar dengan Pemerintah Provinsi, TNI, Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut juga tercermin dalam upaya menjaga penegakan hukum yang profesional, berintegritas, serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Baca Juga:  Kemnaker dan IJTI Kerja Sama Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus

“Sinergitas antar lembaga dalam menjaga keamanan dan kondusivitas daerah adalah sangat penting sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan,” ucap Mahyeldi.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan Irjen Pol. Djati dalam membangun komunikasi dengan masyarakat dan insan pers melalui forum “Duduak Basamo”. Menurut Mahyeldi, pendekatan tersebut sejalan dengan budaya Minangkabau yang mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan penyelesaian persoalan melalui komunikasi.

“Dengan duduk bersama, banyak hal yang bisa kita kolaborasikan dan sinergikan. Tetapi ketika sendiri, tentu kita memiliki keterbatasan sehingga hasilnya pun akan menjadi kurang optimal,” ujarnya.

Mahyeldi juga mengapresiasi penguatan integritas internal jajaran Polda Sumbar serta kehadiran kepolisian dalam penanganan berbagai persoalan masyarakat, termasuk saat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Solok. Menurutnya, dukungan kepolisian dalam pencarian warga yang hilang dan penyediaan dapur bagi masyarakat terdampak, menjadi salah satu contoh nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.

Kepada Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol. Jawari, Mahyeldi berharap berbagai praktik baik yang telah dibangun dapat dilanjutkan dan diperkuat. Ia juga mengajak seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat untuk terus membangun kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

Baca Juga:  Gelar Muswil, Pemprov Sumbar Tunggu Gagasan dan Rekomendasi Strategis KAHMI

“Selamat bertugas di Ranah Minang, Sumatera Barat. Mudah-mudahan hal-hal positif yang selama ini telah dihadirkan dapat terus diperkuat pada masa kepemimpinan Bapak Irjen Pol. Jawari,” ucap Mahyeldi.

Sementara itu, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama Pemerintah Provinsi, Forkopimda, jajaran kepolisian, serta masyarakat selama menjalankan tugas di Sumbar. Ia menyebut, meskipun hanya sekitar tiga bulan memimpin Polda Sumbar, berbagai dinamika masyarakat menjadi bagian dari tugas yang harus direspons secara cepat dan kolaboratif.

“Polri bersama masyarakat, kita akan terus lakukan langkah-langkah dan upaya untuk berkolaborasi bersama masyarakat menjaga situasi kamtibmas di Sumatera Barat agar tetap kondusif, sehingga dapat membantu Bapak Gubernur dalam membangun daerah,” katanya.

Djati selanjutnya menyampaikan permohonan pamit karena mendapat amanah baru di Badan Reformasi Agraria Nasional. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat ucapan maupun tindakan yang kurang berkenan.

Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol. Jawari, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi, Forkopimda, dan masyarakat Sumbar. Ia menyatakan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program dan kerja sama yang telah dibangun selama kepemimpinan sebelumnya.

Baca Juga:  Iven Minang Day Awali Kerjsama Masjid Istiqlal dan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi

“Sebagai orang baru, kami mohon izin agar kami diterima menjadi salah satu bagian dari masyarakat Sumatera Barat. Kami berkomitmen akan melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh Pak Kapolda yang lama,” ujar Jawari.

Jawari menegaskan, tugas kepolisian tidak dapat dijalankan sendiri. Karena itu, ia meminta dukungan, arahan, dan koreksi dari Gubernur, Forkopimda, serta seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah. (adpsb)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.