Bukittinggi, khazminang.id- Aksi cepat dan sigap ditunjukkan oleh Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Lokal (Orlok) Bukittinggi Agam-YH5AK. Setelah menerima laporan masyarakat mengenai aroma tidak sedap yang sudah tercium selama tiga hari terakhir di sekitar Ngarai Sianok, tepatnya di Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Guguk Panjang, tim Communication in Rescue and Emergency (CORE) Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK langsung bergerak menuju lokasi.
Komandan Satuan Tugas (Dan Satgas) CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Muhammad Haris-YC5AOI, menjelaskan bahwa sulitnya akses jaringan di lembah Ngarai Sianok membuat pihaknya segera turun tangan melakukan giat kemanusiaan untuk dukungan komunikasi (dukom) dan evakuasi. Sebanyak 20 orang anggota CORE diterjunkan dan dibagi ke dalam beberapa tim.
“Karena hari sudah sore, tim tidak dapat mengakses ke bawah lembah dan tidak mungkin melakukan pencarian sumber aroma menyengatkan yang ternyata berasal dari jenazah manusia. Setelah berkoordinasi dengan Bu Lurah Bukit Cangang Kayu Ramang, penelusuran diputuskan untuk dilanjutkan keesokan harinya,” ujar Muhammad Haris.
Penelusuran lanjutan dimulai pada Kamis pagi pukul 08.00 WIB. Tim CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK bergabung dengan personel TNI-Polri, Damkar, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi, relawan, serta masyarakat setempat.

Upaya tersebut membuahkan hasil sekitar pukul 11.35 WIB. Tim berhasil menemukan salah satu potongan tubuh manusia beserta beberapa tulang dari jenazah tersebut. Proses evakuasi langsung dilakukan menggunakan kantong jenazah melalui jalur darat.
“Kalau kita melalui jalur vertikal dengan jalur kemarin, dikhawatirkan kondisi potongan tubuh yang ditemukan menjadi tidak bagus. Jadi tim memutuskan tetap menempuh jalur darat,” tambah Muhammad Haris. Setibanya di pintu keluar, tim forensik Polresta Bukittinggi langsung berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Ahmad Muchtar.
Dalam operasi kemanusiaan ini, Tim CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK dipercayakan sebagai pusat akses dukungan komunikasi. Sebanyak 15 orang anggota CORE turun langsung ke lembah Ngarai Sianok dengan menggunakan peralatan vertikal untuk membuka jalan baru. Demi keselamatan dari ancaman hewan liar, seluruh anggota dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, mulai dari topi, sarung tangan, masker, serta membawa senjata tajam seperti pisau dan parang.
Komandan Tim Gabungan Pencarian, Aipda Arlain Anderson, membenarkan kronologi tersebut. Pihaknya menerima laporan warga mengenai bau menyengat sejak Senin. Penyisiran pertama dilakukan pada Rabu sekitar pukul 15.00 WIB menggunakan tali ke area bawah lembah, namun belum membuahkan hasil. Pencarian kemudian dimaksimalkan pada Kamis pagi dengan menyusuri kawasan jurang Ngarai Nagari Cangang hingga akhirnya jasad ditemukan.
Aipda Arlain menyatakan bahwa pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik sebelum dapat memastikan identitas dari jasad yang ditemukan di kawasan jurang Ngarai Sianok tersebut.
Di sisi lain, Ketua Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Syahrul Junadi-YB5AJO, menegaskan bahwa CORE ORARI merupakan program kegiatan dan satgas komunikasi darurat yang dibentuk sebagai wujud kepedulian serta bakti sosial ORARI.
“Fungsi dan peran utama CORE ORARI meliputi Dukungan Komunikasi (Dukom), jembatan informasi, struktur berjenjang, dan kesiapan anggota. Anggota CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK terdiri dari Tim CORE Pelopor dan Tim CORE Group A yang memang sudah terlatih dalam penanganan kedaruratan serta musibah kebencanaan,” pungkas Syahrul. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






