Jakarta, Khazminang.id– Reksa dana pendapatan tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang dapat dipertimbangkan investor untuk membangun portofolio dengan eksposur pada instrumen surat utang. Meski demikian, produk ini tetap memiliki risiko dan tidak dapat disebut sebagai investasi yang sepenuhnya aman.
Selain reksa dana pendapatan tetap, investor juga dapat membandingkan karakteristiknya dengan jenis reksa dana lain, seperti reksadana pasar uang di Makmur.id. Setiap jenis reksa dana memiliki karakteristik, potensi imbal hasil, biaya, serta tingkat risiko yang berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing investor.
Salah satu indikator yang dapat diperhatikan ketika membandingkan produk reksa dana adalah dana kelolaan atau asset under management (AUM). Namun, besarnya AUM bukan merupakan jaminan bahwa suatu produk akan memberikan kinerja lebih baik atau memiliki risiko lebih rendah pada masa mendatang.
Berdasarkan data produk yang tercantum di Makmur.id per 12 Agustus 2026, berikut lima produk reksa dana pendapatan tetap dengan dana kelolaan terbesar dalam daftar tersebut.
1. Danamas Stabil
Danamas Stabil tercatat memiliki dana kelolaan sekitar Rp16,49 triliun. Berdasarkan data yang digunakan dalam artikel ini, produk tersebut mencatat kinerja 1 tahun sebesar 6,39 persen, sementara kinerja 3 tahun dan 5 tahun masing-masing sebesar 19,08 persen dan 32,45 persen.
Nilai aktiva bersih (NAB) per unit tercatat sekitar Rp5.302,49.
Besarnya dana kelolaan dapat menjadi salah satu informasi yang dipertimbangkan investor. Namun, AUM dan NAB tidak dapat dijadikan indikator tunggal untuk menentukan apakah suatu reksa dana sesuai dengan profil risiko maupun tujuan investasi seseorang.
2. STAR Stable Income Fund Kelas Utama
STAR Stable Income Fund Kelas Utama memiliki dana kelolaan sekitar Rp10,17 triliun, dengan NAB per unit sekitar Rp2.224,73.
Berdasarkan data per 12 Agustus 2026, produk ini mencatat kinerja 5,81 persen dalam satu tahun, 20,79 persen dalam tiga tahun, dan 46,55 persen dalam lima tahun.
Minimum pembelian tercatat mulai dari Rp10.000.
Angka tersebut merupakan catatan kinerja historis. Investor tetap perlu memahami bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin hasil investasi pada periode berikutnya.
3. Trimegah Fixed Income Plan
Trimegah Fixed Income Plan tercatat memiliki dana kelolaan sekitar Rp7,83 triliun dengan NAB per unit sekitar Rp1.175,52.
Data yang digunakan menunjukkan kinerja produk sebesar 3,36 persen dalam satu tahun, 16,45 persen dalam tiga tahun, dan 32,32 persen dalam lima tahun. Dalam periode satu bulan, kinerjanya tercatat sebesar 0,85 persen.
Kinerja reksa dana pendapatan tetap antara lain dapat dipengaruhi oleh kondisi pasar surat utang, perubahan suku bunga, kondisi ekonomi, serta komposisi portofolio yang dikelola manajer investasi.
Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat angka imbal hasil ketika membandingkan produk.
4. Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A
Bagi investor yang mempertimbangkan instrumen berbasis prinsip syariah, Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A merupakan salah satu produk yang tersedia di kategori tersebut.
Dana kelolaan produk ini tercatat sekitar Rp5,39 triliun. Berdasarkan data per 12 Agustus 2026, kinerjanya mencapai 4,57 persen dalam satu tahun, 20,11 persen dalam tiga tahun, dan 35,50 persen dalam lima tahun.
Kinerja tiga bulan tercatat sebesar 1,86 persen, sedangkan expense ratio yang tercantum dalam data produk sebesar 1,26 persen.
Reksa dana syariah memiliki ketentuan tersendiri terkait pemilihan instrumen dan mekanisme pengelolaan portofolio agar sesuai dengan prinsip syariah.
5. Sucorinvest Sharia Sukuk Fund Kelas A
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund Kelas A tercatat memiliki dana kelolaan sekitar Rp3,46 triliun, dengan NAB per unit sekitar Rp1.304,78.
Data per 12 Agustus 2026 menunjukkan kinerja 5,11 persen dalam satu tahun dan 17,77 persen dalam tiga tahun. Sementara itu, kinerja sejak awal tahun tercatat sekitar 2,44 persen.
Minimum pembelian produk ini tercatat mulai dari Rp10.000.
Namun, nominal pembelian yang rendah tidak berarti risiko investasi menjadi rendah. Setiap investor tetap perlu memahami karakteristik produk sebelum melakukan pembelian.
Bukan Berarti “Paling Aman”
Lima produk di atas dipilih berdasarkan besarnya dana kelolaan dari daftar reksa dana pendapatan tetap yang tersedia di Makmur berdasarkan data per 12 Agustus 2026. Pemilihan tersebut bukan merupakan peringkat keamanan, rekomendasi investasi, maupun jaminan kinerja.
Dalam investasi reksa dana, AUM merupakan salah satu data yang dapat digunakan untuk melakukan perbandingan, tetapi bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan.
Investor juga perlu mempertimbangkan profil risiko, tujuan investasi, jangka waktu, biaya, komposisi portofolio, kinerja historis, serta kondisi pasar.
Reksa dana tetap memiliki sejumlah risiko, termasuk kemungkinan berkurangnya nilai investasi, risiko likuiditas, risiko wanprestasi, serta risiko yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan politik.
Makmur sebagai Platform Penjualan Reksa Dana
Makmur menyediakan berbagai produk reksa dana dari sejumlah manajer investasi melalui platformnya. Informasi mengenai produk, termasuk data kinerja dan dana kelolaan, dapat berubah mengikuti pembaruan pasar dan pengelolaan masing-masing produk.
Investor sebaiknya menggunakan informasi tersebut sebagai bahan awal perbandingan dan tetap membaca prospektus serta dokumen informasi produk sebelum mengambil keputusan investasi.
Pertimbangkan Profil Risiko Sebelum Berinvestasi
Reksa dana pendapatan tetap dapat menjadi salah satu pilihan untuk diversifikasi portofolio, tetapi setiap produk memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda.
Sebelum membeli, investor sebaiknya memahami tujuan investasi, profil risiko, jangka waktu investasi, biaya, komposisi portofolio, serta potensi risiko dari produk yang dipilih.
Dengan demikian, lima produk di atas lebih tepat dipandang sebagai daftar reksa dana pendapatan tetap dengan dana kelolaan besar di platform Makmur berdasarkan data per 12 Agustus 2026, bukan sebagai daftar reksa dana “teraman” atau rekomendasi untuk membeli produk tertentu.
(Catatan: Data AUM, NAB, kinerja, biaya, dan minimum pembelian dalam artikel ini mengacu pada informasi yang digunakan per 12 Agustus 2026 dan dapat berubah mengikuti pembaruan data produk. Investor perlu memeriksa informasi terbaru dan dokumen resmi produk sebelum mengambil keputusan investasi.)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





